Surrogate Wife : 16

34K 1K 15
                                        

Ditengah suasana yang hening, dengan cahaya yang remang-remang dan suasana yang romantis, membuat kedua manusia itu begitu menikmati waktu indah mereka. Saling mendekap dengan erat, seakan tidak akan ada hari esok jika melepasnya.

"Sayang?" Perempuan itu memanggil dengan lembut, telunjuknya memainkan jakun sang kekasih dengan gemas. "Sepertinya dia tidak lagi mencariku." Celetuknya yang membuat kepala pria itu mendongak.

"Benarkah? Apakah kau yakin?"

Mengangguk kecil, perempuan itu menatap lekat wajah kekasihnya. "Sudah tidak ada lagi pemberitahuan jika dia mencariku. Apakah dia sudah menyerah?"

Merasa perkataan itu kurang tepat, pria itu menyentuh kepala kekasihnya dan mengelusnya. "Sepertinya bukan, dia berhenti mencarimu karena dia sudah menemukan penggantimu."

"Benarkah?" Perempuan itu bergumam kecil. Jika benar-benar dia sudah menemukan pengganti dirinya, rasanya ia tidak rela.

"Lupakan dia, karena diriku yang kau cari darinya kini sudah ada didalam pelukanmu."









••••••••••










Setelah melewati perjalanan yang panjang, akhirnya Siena bisa dengan bebas beristirahat diatas ranjangnya. Tubuhnya pegal-pegal, ditambah tidurnya yang tidak cukup membuat Siena lemas. Jangankan untuk membersihkan diri, untuk sekedar mengganti pakaian saja rasanya tidak sanggup.

Tidak berselang lama tiba-tiba Diandra muncul, pria itu menyeret satu koper merah yang Siena tinggalkan begitu saja dan menyimpannya disamping pintu kamar, Diandra kemudian beralih menatap sang empu yang terlihat nyaman mengistirahatkan tubuhnya diatas ranjang.

"Setidaknya ganti pakaianmu." Katanya yang tidak didengar sedikitpun oleh Siena. Kakinya melangkah mendekati jendela, membukanya dan terdapat butiran salju yang berjatuhan dari langit. Kepalanya menoleh kebelakang, menatap Siena yang masih pada posisinya.

"Apa kau tidak tertarik dengan salju?" Tanyanya yang tidak mendapat jawaban. Namun beberapa saat kemudian, Siena bangun dengan cepat, mengeluarkan pakaian tebalnya, dan memakainya dengan tergesa-gesa.

Diandra berdecak, berjalan menghampiri Siena dan membantu memasangkan syal di leher perempuan itu hingga setengah wajahnya tertutup.

"Ini salju pertama! Ayo cepat keluar, kita harus membuat permohonan!" Siena menarik tangan Diandra tanpa menunggu komentar yang pasti akan keluar jika ia tidak gerak cepat. Setelah berada di lantai bawah, Siena berlari keluar dari gedung apartemen itu dan meloncat-loncat kegirangan saat butiran salju mengenainya.

Diandra hanya duduk diam di anak tangga dekat pintu masuk, menatap Siena yang tengah berlarian didepan sana layaknya anak kecil.

"Jika dia tau ini hari ketiganya salju turun, apakah dia akan tetap seperti itu?" Jika saja Siena lebih banyak melihat berita, atau paling tidak melihat keluar jendela saat berada di mobil tadi, pasti perempuan itu tidak akan menyangka bahwa ini bukan salju pertama.

Merasakan udara yang begitu menusuk, Diandra menaruh kedua tangannya di ketiak, mencari kehangatan yang hanya ada disana. Akibat Siena yang menariknya dengan terburu-buru, Diandra tidak sempat untuk mengambil jaket tebalnya.

"Ayo peluk aku, kita bisa berbagi kehangatan." Tiba-tiba saja Siena sudah berada tepat didepannya, tersenyum lebar dengan kedua tangannya didalam saku jaket dan membukanya lebar-lebar, memberikan akses untuk Diandra ikut masuk dan berbagi kehangatan bersama.

Diandra mengerjap kecil, berbagi kehangatan?

Merasa Diandra kebingungan, Siena menarik kedua tangan pria itu dan menyuruhnya untuk memeluknya. Setelah mengikuti instruksi yang di berikan, kepala Diandra ditarik begitu saja hingga menempel didada Siena.

Surrogate Wife [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang