Surrogate Wife : 38

40.1K 1.1K 8
                                        

Entah apa yang terjadi pada Leo, hingga Ayahnya itu terus saja melamun dengan menggenggam erat album foto. Devian mendekat, kemudian duduk disamping Leo. "Sepertinya sesuatu yang buruk telah terjadi, benar begitu Ayah?"

Leo menoleh, menatap kosong pada Devian. "Ayah kehilangan salah satu anak Ayah." Lirihnya sembari mengelus foto saat Diandra masih berusia 3 tahun.

Devian membekap mulutnya, tidak menyangka Leo akan murung seperti ini. Dan bukannya merasa kasihan, Devian malah ingin menertawakan keadaan Leo sekarang. "Bukankah seharusnya Ayah senang? Anak yang Ayah abaikan memilih pergi, dengan begitu Ayah tidak perlu membagi harta warisan itu pada siapapun. Mengapa Ayah harus sesedih ini?" Tanpa bisa ditahan Devian tersenyum mengejek, kemudian menepuk-nepuk bahu Leo.

"Selain Kakak, aku juga tidak membutuhkan warisan dari Ayah. Aku sudah memiliki penghasilanku sendiri, begitupun dengan Kakak. Ya meskipun tidak sebanyak itu, tapi penghasilan yang kami hasilnya lebih dari cukup untuk menafkahi keluarga kami sendiri Ayah." Devian berdiri, kemudian memberikan sebuah amplop dan menyimpannya diatas meja.

Kemarin Diandra memberitahunya bahwa Kakaknya itu sudah bukan lagi bagian dari keluarga mereka, Diandra juga memberikan deretan pesan agar dirinya menjaga Leo dan tetap menemani Ayah mereka itu.

Tapi Devian sama sekali tidak berniat untuk melakukan apa yang Diandra katakan. Leo sudah berbuat sebegitu jahatnya pada Diandra, tapi mengapa Kakaknya itu masih saja memikirkan Leo. Tidak bisakah Diandra memakinya saja dan memberikan sumpah serapah untuk membuat Leo jera?

'Kau terlalu baik hati, Kak. Dan aku yang akan membuat Ayah kita ini merasakan apa yang kau rasakan selama ini.'

"Agar adil, aku juga memilih untuk melepaskan Marga yang tersemat pada namaku." Menarik nafas dalam-dalam dan menegakkan tubuhnya, Devian menyentuh dada kirinya seraya melanjutkan.

"Aku, Devian Vince Everard memutuskan untuk melepaskan dan meninggalkan keluarga ini. Dan kini, namaku hanya Devian Vince, sama seperti Kakak ku, Diandra Vince."

Leo terdiam mematung, kedua matanya memanas dan mengalirkan cairan hangat yang membasahi kedua pipinya.

"Terimakasih untuk semuanya, dan maaf jika aku tidak bisa menjadi apa yang Ayah inginkan." Kemudian Devian membungkuk, memberikan penghormatan terakhirnya kepada Leo.

"Barang-barang yang pernah Ayah berikan sudah aku kembalikan, dan semuanya berada didalam kamar Ayah, begitupun dengan milik Kakak." Lalu Devian berbalik dan berjalan menjauh sembari melambaikan tangannya.

"Sampai jumpa lagi Tuan Leo, semoga Anda bisa hidup lebih lama dan selalu bahagia."











••••••••••











Didalam kamar dengan penerangan yang minim, Diandra tidak henti-hentinya memangsa bibir ranum Siena meskipun perempuan itu mencoba menghentikannya.

"Aku merindukanmu." Bisiknya, kemudian beralih menggigit kulit leher Siena hingga menimbulkan bekas. Jemari kekarnya menggenggam pergelangan tangan Siena, menahannya disamping kepala perempuan itu, dan sesekali mencengkramnya dengan cukup kuat.

"Apa kau benar-benar mencintaiku?"

Diandra berhenti, melepaskan gigitannya, kemudian sedikit mengangkat tubuhnya dan menatap sayu pada Siena yang kini seluruh permukaan wajahnya memanas.

Bibirnya sudah terbuka untuk menjawab, namun kembali terkatup rapat. "Maafkan aku." Lirihnya dan menyembunyikan wajahnya diperpotongan leher Siena.

Siena cemberut, mengapa Diandra terlihat malu-malu seperti ini? Padahal tadi pria itu mengutarakan perasaannya dengan penuh percaya diri. "Jadi kau memang tidak mencintaiku ya? Haruskah aku pergi lag--"

Surrogate Wife [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang