Surrogate Wife : 31

38K 1.1K 35
                                        

Sudah hampir 10 kali Diandra melihat Siena bepergian bersama Cleo. Awalnya Diandra membiarkan saja, namun melihat senyuman bahagia Siena saat bersama temannya itu, membuat sesuatu didalam dirinya terbakar.

"Aku tidak pernah melihat dia sebahagia itu saat bersamaku." Gerutunya seraya membuka pintu, saat kakinya melangkah keluar sembari menutup pintu, tiba-tiba saja Diandra melihat kehadiran seorang wanita didepannya dengan senyuman canggungnya.

"Hai, long time no see." Sapanya dengan nada lembutnya yang khas.

Diandra terdiam, menatap cukup lama wanita itu. Kemudian kepalanya menoleh, dan menemukan kehadiran Devian yang tengah bersandar pada dinding didekat pintu apartemennya.

Melihat Diandra yang hanya diam ditempatnya, Devian melangkah mendekati sang Kakak dan memeluknya secara tiba-tiba.

"Maaf, karena aku sudah mengambil Yena darimu." Lirihnya dengan penuh penyesalan. Cukup lama memeluk Diandra yang hanya diam, Devian melepaskan pelukannya dan memberikan isyarat pada seseorang yang di bawanya.

Melihat wanita itu mulai mendekat, diam-diam Diandra berdecak kesal dalam hati. Drama apalagi yang akan ia hadapi kali ini?

"Sebelumnya aku benar-benar minta maaf. Maafkan aku yang sudah meninggalkan mu secara tiba-tiba. Mungkin tanpa perlu ku jelaskan, kau tau alasan dibalik itu semua---"

"Aku tau, dan aku harap kita tidak perlu lagi memperpanjang hal ini." Potong Diandra cepat. Lelah rasanya berhadapan dengan Yena setelah gagalnya pernikahan mereka, ditambah lagi ada kehadiran Devian juga disini.

"Bahkan aku juga tau bahwa Ayah lah yang membantumu untuk pergi meninggalkanku." Lanjutnya dengan tersenyum miring, lalu melangkahkan kakinya sembari memasukkan kedua tangannya kedalam saku jaketnya.

Yena terkejut, sedangkan Devian mengerutkan keningnya kebingungan. Apa maksudnya itu?

"Kak, tunggu. Aku kemari ingin mengembalikan Yena padamu." Devian mendekat saat melihat Diandra berhenti tepat didepan pintu lift.

"Meskipun sulit dimengerti, tapi aku percaya padamu. Bayi itu bukan milikku, dan dia membutuhkan Ayah kandungnya."

Untuk kedua kalinya Yena dibuat terkejut oleh kakak beradik itu. Dengan marah, Yena menghampiri Devian dan menarik bahu pria itu agar menghadap padanya. "Jadi selama ini kau berpikir ini bukan anakmu? Dan alasanmu mengajak ku kemari bukan untuk meminta maaf, melainkan untuk hal gila ini?"

Tanpa ragu Devian mengangguk-anggukkan kepalanya, membenarkan apa yang baru saja Yena pertanyakan. "Andai saja aku mengetahui hal itu sejak awal, maka aku akan langsung membawamu pada Kakak ku detik itu juga." Tepat setelah kata itu terucap, tiba-tiba sebuah tamparan melayang tepat di pipinya.

"Dasar bodoh! Di mana sebenarnya otakmu Devian?!" Yena menggeram, menjambak rambutnya sendiri. "Kau yang menghamiliku, tapi kau malah berkata ini darah daging Diandra?!"

"Maaf, tapi aku tidak ingin merebut apapun lagi dari Kakak ku."

Melihat bagaimana Devian sekarang, Yena tidak bisa lagi berkata-kata. Kepalanya sakit, ditambah matanya yang memanas dan embun terus menghalangi pandangannya, membuat Yena hanya bisa menunduk sembari mengatur nafasnya.

"Renungkan apa yang baru saja kau ucapkan, dan jangan pernah menemui ku sampai kau sadar." Setelahnya Yena melenggang pergi, meninggalkan keheningan diantara Kakak beradik itu.

Selama perdebatan tadi berlangsung, Diandra hanya diam menyaksikan bagaimana marahnya Yena, dan bagaimana bodohnya Devian. Sekarang Diandra mengerti, mengapa Leo lebih berpihak dan mementingkan adiknya itu.

"Benar apa yang Yena ucapkan, kau memang bodoh Devian. Kau mempercayai omong kosong ku tanpa adanya bukti?" Terkekeh sinis, Diandra mendekati Devian yang masih menunduk. Tangannya terangkat, lalu mengelus kepala adiknya itu cukup kuat. "Pantas saja Ayah selalu berada di sampingmu, ternyata agar kau tidak termakan oleh ucapan orang lain."

Surrogate Wife [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang