Surrogate Wife : 32

38K 1.1K 55
                                        

"Yena, kita perlu bicara."

Melihat kedatangan Devian, buru-buru Yena hendak menutup pintu kamarnya, namun Devian lebih dulu menahannya dan mendorong pintu itu hingga terbuka lebar.

"Setelah ini, kau bebas jika ingin menjauh dan memaki diriku. Tapi sebelum itu, aku ingin menanyakan sesuatu padamu." Katanya dengan lembut, mencoba membujuk Yena yang menatapnya dengan matanya yang berkaca-kaca.

"Apa kau tidak ingin memelukku?" Devian merentangkan tangannya setelah bertanya, karena ia tau jika Yena membutuhkan sebuah pelukan untuk saat ini.

"Apa benar Ayah yang membuatmu pergi dan datang padaku?" Tanyanya lagi dengan masih merentangkan tangannya, kakinya perlahan melangkah dan mendekati Yena yang tengah mematung ditempatnya.

"Kau cukup menjawab pertanyaan dariku, aku tidak akan marah ataupun menyalahkan mu." Karena semuanya sudah terlanjur terjadi, ditambah ada kehidupan kecil didalam perut Yena, yang membuat Devian tidak bisa untuk marah pada kekasihnya itu.

"Bisa kau jelaskan bagaimana Ayah bisa membuatmu berubah pikiran hanya dalam waktu sekejap saja?"

Yena menunduk, tidak bergerak sedikitpun saat Devian memeluknya. Ternyata semuanya tetap terbongkar meskipun ia dan Leo mencoba merahasiakannya.

"Maafkan aku, aku hanya ingin meraih kembali kebahagiaan ku, sama seperti Ayahmu yang ingin mengembalikan kebahagiaanmu."

Untuk sesaat Devian merasa sedikit terharu, seingin itukah Leo membahagiakan dirinya?

"Aku sudah mencoba untuk melupakanmu saat pernikahan akan segera dilaksanakan, bahkan aku sudah mulai menerima Diandra meskipun tidak sepenuhnya. Hingga kemudian Ayahmu mendatangiku, beliau berkata bahwa kau juga masih mencintai dan menungguku. Di sanalah aku bimbang, apa yang harus aku lakukan? Sedangkan pernikahannya tinggal menghitung hari." Yena ingat jelas, Leo datang dan memohon padanya untuk tidak menikah dengan Diandra. Namun jika mengatakan itu pada Devian, Yena tidak yakin semuanya akan baik-baik saja setelah ini.

"Keesokan harinya, Ayahmu memberikan sebuah diary yang berisikan tulisan tanganmu. Disana tertulis jika kau benar-benar mencintaiku, tidak ingin berpisah dariku dan ingin menikah denganku suatu hari nanti. Meskipun diary itu sudah sedikit usang, tapi aku tau semua kata yang tercantum disana masih melekat didalam hatimu."

Diary? Apakah diary yang Yena maksud adalah diary yang berisikan kata-kata khusus untuk wanita itu?! Mengingat kata-kata didalam diary itu, membuat Devian merasa malu.

"Seketika saja keinginanku untuk bertemu denganmu setelah sekian lama semakin menjadi. Tanpa memikirkan apapun lagi, aku menyetujui tawaran Ayahmu dan akhirnya aku pergi untuk menemuimu."

"Ayahmu sudah menyiapkan segalanya, seakan beliau tau jika aku akan menyetujuinya. Bahkan hilangnya aku secara tiba-tiba, tidak diketahui begitu saja oleh Diandra." Yena pun memikirkan hal itu sampai saat ini, apakah Leo sudah merencanakannya dari jauh-jauh hari?

"Seharusnya aku membicarakan hal itu secara baik-baik dengan Diandra, sehingga hal seperti ini tidak terjadi. Seharusnya aku jujur saja pada saat itu, agar Diandra bisa mencoba menerimanya secara perlahan." Tiba-tiba bayang-bayang wajah berseri-seri Diandra muncul, yang membuat rasa bersalah dihatinya semakin menjadi.

"Aku tau, apa yang aku lakukan memberikan luka dihatinya. Aku menghilang tanpa sempat untuk dimiliki olehnya, sama seperti kasih sayang yang dia inginkan dari Ayahmu." Menjadi kekasih Diandra selama bertahun-tahun membuat Yena tau sedikit banyaknya apa yang Diandra alami selama ini.

"Kau tau? Diandra selalu menceritakan bagaimana kehidupannya, bagaimana sulitnya menghilangkan rasa iri dihatinya saat melihatmu mendapatkan segalanya dari Ayah kalian, sedangkan dia tidak." Saat menceritakan semua itu, Diandra mencoba menahan tangisannya dan terus menutupinya dengan tawa hambarnya.

Surrogate Wife [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang