Surrogate Wife : 39

39.3K 1K 7
                                        

Setelah berbagi cerita dan meminta pendapat pada Gisella dan Yena malam itu, Siena ditawarkan sebuah rencana yang kata mereka akan sangat ampuh untuk membuktikan pasangan kita benar-benar mencintai kita atau tidak.

"Jika kau bersedia dan mempercayai kami, kau bisa mengikuti trik ini agar kau tau dia memang mencintaimu atau tidak." Gisella meraih bahu Siena, dan menatap dalam-dalam agar Siena mempercayainya.

"Kau tau? Diandra bukan tidak mencintaimu, dia hanya merasa apakah aku pantas dicintai? Apakah aku benar-benar dicintai? Atau apakah aku bisa mencintainya dengan keadaan diriku yang seperti ini? Dan Diandra merasa bahwa semuanya tidak benar-benar menginginkannya." Yena benar-benar merasa bersalah pada Diandra atas apa yang ia lakukan, tapi Yena juga sedikit kesal karena Diandra mengatakan hal yang tidak-tidak pada Devian, hingga bocah nakal itu meragukan bayinya sendiri.

"Diandra bukan tidak mencintaimu, dia hanya ragu pada perasaannya sendiri. Dan dia akan yakin pada perasaannya sendiri saat kau tiba-tiba menghilang, baik itu pergi secara baik-baik, meminta bercerai tiba-tiba, atau kau berkata bahwa kau sudah menyerah pada pernikahan kalian."

"Meskipun terdengar jahat, tapi itu adalah cara paling ampuh! Dan aku pernah mencobanya." Timpal Gisella sembari mengedipkan sebelah matanya.

Siena awalnya ragu, apakah semua itu akan berhasil? Tapi Siena juga lelah jika terus seperti ini. Dan jika terus menunggu hasil dari rencana Cleo yang tidak terlihat angka keberhasilannya, membuat Siena menjadi bingung sendiri.

"Baiklah, aku ingin mencobanya!"

Hingga akhirnya Siena menyetujuinya. Hal yang pertama mereka lakukan adalah menulis sebuah surat, setiap kata yang tertulis di arahkan oleh kedua wanita cantik itu. Bahkan surat perceraian pun mereka membuatnya sendiri, karena Gisella pernah melakukan hal yang sama hanya untuk memberikan pelajaran pada Varel.

Bisa disebut bahwa surat perceraian itu palsu.

Keesokan harinya, setelah Siena membereskan barang-barangnya, Gisella dan Yena menjemputnya, membawanya pergi menuju rumah asing yang baru pertama kali ini Siena lihat.

"Pekerja yang menjaga rumah ini adalah kenalanku, yang membuatku bisa dengan mudah meminjam kunci rumah ini darinya." Yena memperlihatkan kunci ditangannya. Pak Tua yang Diandra percayai untuk menjaga rumah ini adalah mantan supir pribadinya, jadi Pak Tua itu percaya padanya, tentu setelah Yena memberikan alasan yang jelas.

Dulu Diandra pernah membawanya untuk melihat rumah ini saat masih di tahap pembangunan, dan Diandra berkata itu adalah Rumah miliknya untuk keluarga kecilnya nanti.

Diandra tidak berkata dengan siapa pria itu akan menempati rumah itu, meskipun saat itu Yena masih menjadi kekasihnya. Tapi entah mengapa Yena sangat yakin bahwa bukan dirinya yang akan menempati rumah itu, melainkan perempuan lain yang akan menjadi istri Diandra kelak.

Sebelum mereka merencanakan sebuah pernikahan, Yena sudah memiliki feeling bahwa mereka tidak akan bisa bersama sampai kapanpun.

"Kau bisa menempati rumah ini untuk sementara waktu. Anggap saja rumah sendiri, tidak perlu sungkan dan lakukan apapun yang kau mau disini." Katanya dengan senyuman lebih.

'Maafkan aku Diandra, aku menggunakan Rumah mu tanpa izin.'

Toh yang menempati rumah ini pun istrinya sendiri, yang sudah jelas akan menjadi bagian dari penghuni rumah ini nantinya.

"Kira-kira sampai kapan aku harus bersembunyi disini?" Tanya Siena pelan, melihat-lihat bagaimana bersihnya rumah ini meskipun terasa sudah lama tidak ditempati.

Surrogate Wife [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang