Surrogate Wife : 30

43.8K 1.1K 24
                                        

Di ambang pintu kamar Siena, Diandra hanya diam memperhatikan setiap pergerakan perempuan itu yang terlihat sibuk sendiri tanpa menghiraukan kehadirannya sedikitpun.

"Aku tau kau akan pergi bersama Cleo. Tapi, bisakah kau tidak berpenampilan seperti itu?" Tanyanya setelah lelah hanya diam saja. Kakinya melangkah masuk, kemudian duduk diatas ranjang dan menatap Siena yang tengah memoleskan lipstik dibibirnya.

Penampilan Siena terlalu berlebihan menurutnya jika hanya untuk bertemu Cleo saja. Biasanya Siena hanya akan berpakaian santai, tapi sekarang perempuan itu memakai pakaian yang seakan dia akan pergi berkencan.

Saat melihat Siena memonyongkan bibirnya, Diandra mendekat dan berdiri dibelakang perempuan itu yang tengah duduk menghadap cermin. Kepala Siena mendongak, menatap dengan bingung pada Diandra dari bawah.

Cukup lama Diandra terdiam, hingga kemudian kedua tangannya menyentuh rahang Siena, lalu menunduk dan menempelkan bibirnya pada bibir Siena yang sedari tadi menggodanya. Mungkin jika bibir perempuan itu memiliki sepasang tangan, maka Diandra akan dengan jelas mengatakan bahwa bibir itu melambai padanya meminta untuk dikecup.

'Hanya aku yang boleh memiliki bibir ini.'

Siena membelakan matanya, apa yang Diandra lakukan saat ini sangat tidak terprediksi. Tangannya menyentuh kepala Diandra, lalu mendorongnya agar menjauh. Tapi bukannya terdorong, pria itu malah semakin menekan kepalanya, lalu menyesap bibirnya dan melumatnya dengan perlahan.

Siena terpaku sejenak, merasakan bagaimana Diandra begitu lembut membelai, mengulum dan menggigit bibirnya. Siapa saja pasti akan terbuai dan terbawa suasana jika berada diposisi Siena saat ini, tapi Siena memiliki sebuah tujuan hingga hal semacam ini tidak membuatnya kehilangan atas kendalinya sendiri.

Dengan kekuatan penuh, Siena berhasil mendorong kepala Diandra menjauh darinya. Siena hanya melirik singkat pada pria itu, sebelum kemudian membersihkan bibirnya menggunakan tisu.

Diandra mengernyit tidak senang dengan apa yang Siena lakukan. Mengapa Siena seperti itu? Padahal sebelumnya perempuan itu akan selalu membalasnya, dan apakah ciuman yang dilakukannya terlalu menjijikkan hingga dibersihkan seperti itu?

Lalu tanpa kata, Siena beranjak dari tempatnya dan melenggang pergi begitu saja. Meninggalkan Diandra yang menatap kepergiannya dengan tatapan yang sulit dibaca.

"Ada apa denganmu, Siena?" Gumamnya dengan bibir cemberut, apakah perempuan itu masih tidak mempercayainya hingga detik ini?

"Jika kau terus seperti itu, aku tidak punya pilihan lain selain mempertemukan kalian."

Diandra kembali mendekati ranjang, lalu menjatuhkan tubuhnya disana. Dengan perasaan yang campur aduk, tangannya meraih selimut dan membungkus dirinya sendiri seperti kepompong.







••••••••••






"Besok aku resmi bekerja." Siena berkata sembari mengunyah permen, tapi tatapannya mengarah pada Dona dan Yerin yang tengah menatapnya dengan aneh.

"Mengapa kau bekerja? Bukankah uang yang suamimu berikan lebih dari cukup?" Tanya Dona dengan heran, karena mendengar uang yang Diandra berikan nominalnya tidak main-main, membuatnya bertanya-tanya mengapa Siena harus bekerja?

Menghela nafas panjang, Siena menelan habis permennya dan menegakkan tubuhnya. "Meskipun Diandra memberiku uang dengan jumlah yang banyak, tapi aku merasa tidak leluasa untuk menggunakannya." Jujur saja, Siena terkadang ragu untuk menggunakan uang yang Diandra berikan. Meskipun pria itu teramat sangat menolak pernikahan ini, tapi pria itu tetap memberikan uang setiap 2 Minggu sekali.

Surrogate Wife [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang