Suasana yang damai, ditambah pelukan hangat dari Diandra membuat Siena seakan tidak ingin melepasnya. Apalagi suara jarum jam berbunyi cukup nyaring di dalam kamar yang sepi ini, yang anehnya terdengar seperti sebuah alunan melodi ditelinga Siena.
"Bagaimana hasil pemeriksaan tadi? Apakah semuanya baik-baik saja?" Diandra angkat suara, memecahkan keheningan yang tercipta karena terlalu menikmati hangatnya tubuh Siena yang dipeluknya.
Siena mendongak, menatap Diandra yang ternyata tengah menutup matanya, terlihat seperti seseorang yang sudah tertidur. "Semuanya baik-baik saja, bahkan calon bayi kita ini semakin tumbuh besar dan sehat!!"
Mendengar suara Siena yang semangat seperti itu, Diandra tidak mampu menahan senyumnya sembari mengangguk. "Baguslah kalau begitu, tapi bayinya tidak tiba-tiba bertambah kan?" Diandra terdiam sejenak, mencerna kembali pertanyaan yang sepertinya tidak akan Siena pahami dengan cepat.
"Maksudku, bayinya tidak tiba-tiba menjadi bayi kembar kan?"
Siena tidak langsung menjawab, yang membuat Diandra secepat kilat menatapnya dengan penuh tanya. Melihat Siena berekpresi aneh seperti itu, membuat perasaannya tidak tenang.
"Siena? Apakah firasatku selama ini benar?"
Melihat Diandra yang begitu penasaran dan juga sedikit gusar, Siena hanya mampu tersenyum kikuk sembari menggaruk kepalanya. "Calon bayi kita bukan hanya satu, yang artinya kita tidak di takdirkan hanya untuk memiliki satu anak saja."
Diandra melepaskan pelukannya, kemudian menutupi kedua matanya menggunakan lengan. Setelahnya hening, pria itu benar-benar terdiam, begitupun dengan Siena yang tidak tau harus bagaimana.
"Eee sebenarnya saat pemeriksaan pertama, Dokternya sudah memberitahu jika tidak hanya satu bayi didalam perutku, dan saat Dokter berkata seperti itu, kau berada diluar karena kau tengah menjawab panggilan dari adikmu." Siena mencoba menjelaskan secara perlahan, semakin merapatkan tubuhnya dan memeluk erat Diandra dari samping.
"Maaf, seharusnya aku memberitahumu sejak awal. Aku hanya tidak ingin membuatmu terbebani dan berpikiran macam-macam tentang semua ini."
Setelah pemeriksaan pertama, Siena mencoba untuk memberitahu Diandra bahwa mereka akan memiliki bayi-bayi lucu, tapi Diandra lebih dulu menjelaskan alasan mengapa pria itu tidak ingin memiliki bayi kembar, atau lebih tepatnya tidak ingin sampai Siena mengandung dan melahirkan bayi kembar, karena hal itu bisa sangat-sangat membahayakan keselamatan Siena.
Oleh sebab itulah Siena memilih untuk tidak memberitahu, dan bahkan ia berencana untuk tidak memberitahu Diandra sampai hari kelahiran bayi-bayi mereka tiba. Tapi sangat disayangkan, sepertinya Diandra sudah memiliki firasat yang kuat, hingga Siena tidak bisa lagi untuk membohongi suaminya itu.
"Aku berjanji, aku akan melahirkan bayi-bayi kita dengan selamat dan kemudian membesarkan mereka bersama-sama!"
Mendengar hal itu, Diandra menurunkan tangannya, meraih jemari Siena dan menggenggamnya dengan erat. "Jangan pernah berjanji, karena janji yang kau sebutkan tadi belum tentu bisa kau tepati."
Sebelum melahirkan pun Lilian pernah berkata seperti itu, lebih tepatnya 'Mama janji akan melahirkan adik kembar untuk Diandra, lalu setelah itu kita akan merawatnya bersama-sama ya?' namun nyatanya, Liliana pergi begitu saja tanpa sempat untuk menepati janjinya.
Begitupun dengan janji-janji lainnya yang tidak mereka tepati padanya, dan Diandra merasa muak jika mendengar kata janji seperti itu.
Menghela nafas panjang, Diandra kembali memeluk tubuh Siena dengan begitu eratnya. "Tapi buktikanlah, dengan kau bisa selamat dan tetap bernafas setelah melahirkan nanti, barulah aku bisa tenang dan bernafas lega tanpa berpikiran macam-macam."
KAMU SEDANG MEMBACA
Surrogate Wife [END]
RomanceSiena merasa senang akhirnya bisa menikah dengan seseorang yang ia sukai sejak lama. Namun rasa senangnya itu hilang saat seseorang yang merupakan calon istri dari suaminya yang menghilang, tiba-tiba kembali. "Walaupun Yena sudah kembali, aku tidak...
![Surrogate Wife [END]](https://img.wattpad.com/cover/369209462-64-k27279.jpg)