Surrogate Wife : 34

36.5K 1.2K 19
                                        

Setelah menyiapkan bantal dan selimut untuk para pria, Siena kembali memasuki kamarnya yang di isi oleh Gisella, Yena dan dirinya. Sedangkan kamar Diandra di isi oleh Yerin, Dona dan Anna.

"Apa kalian tidak masalah jika berpisah dengan suami kalian?" Tanya Yena saat melihat Siena dan Gisella yang tengah mempersiapkan tempat tidur mereka.

Gisella terkekeh, kemudian duduk di atas ranjang. "Tentu saja tidak, biarkan saja dia sesekali tidur tanpa diriku." Karena jujur saja, Gisella lelah jika dipeluk terus-menerus saat tidur. Apalagi akhir-akhir ini ia merasa muak melihat wajah Varel, tapi kesempatan untuk menjauh walaupun hanya sekejap saja tidak ada.

"Bagaimana denganmu Siena? Apa tidak masalah kalian tidur terpisah malam ini?"

Siena mengangguk kaku. "Tidak apa-apa, aku dan Diandra memang sering tidur terpisah. Apa kalian tau? Kamar ini adalah milikku, sedangkan kamar satunya lagi adalah kamar Diandra. Kami memiliki kamar masing-masing, jadi sudah tidak aneh lagi jika tidur terpisah pun." Mungkin hanya saat liburan, menginap di rumah Leo dan beberapa hari ini saja mereka sering tidur bersama.

Yena mengatupkan bibirnya, begitupun dengan Gisella. Mereka saling lirik, hingga kemudian menghampiri Siena dan memeluknya dari samping.

"Maaf, tidak seharusnya aku bertanya hal seperti itu."

Melihat wajah bersalah mereka, Siena hanya bisa terkekeh. "Tidak apa, itu bukan masalah besar." Diam-diam Siena ingin pergi menghampiri Dona dan dua teman lainnya. Berada disatu ruangan dengan seseorang yang pernah Diandra cintai, membuat Siena sedikit merasa tidak nyaman. Dengan Gisella pun Siena tidak terlalu dekat.

"Siena, aku ingin meminta maaf sekali lagi atas nama Varel. Dia memang selalu saja mengatakan hal gila tanpa disaring lebih dulu. Maafkan suamiku, Siena." Tiba-tiba saja Gisella mengungkit hal yang sudah hampir Siena lupakan. Meskipun hanya salah paham saja, tapi itu benar-benar membuat Siena berpikiran buruk.

"Eyy sudah, lupakan saja." Siena tertawa hambar, harus bagaimana lagi ia menanggapi hal ini?

"Jangan marah lagi ya Siena? Semua itu hanyalah salah paham saja. Karena pada dasarnya, Diandra tidak pernah melakukan itu bersamaku, bagaimana mungkin ini bisa menjadi bayinya?" Yena terkekeh mencoba mencairkan suasana, namun tatapan sedih yang coba Siena sembunyikan membuat Yena terdiam.

Menyadari suasana yang berubah karena dirinya, cepat-cepat Siena mengembangkan senyumnya lagi. "Aku hanya terkejut saja pada awalnya, dan aku percaya bahwa Diandra tidak mungkin seperti itu." Siena benar-benar percaya, ditambah lagi teman-teman Diandra selalu berkata untuk mempercayai apa yang pria itu katakan.

Terutama Cleo, dia berkata bahwa Diandra adalah pria yang paling suci diantara mereka, jadi Diandra tidak mungkin melakukan hal seperti itu. Namun dibalik itu semua, Cleo menyiapkan sebuah rencana untuk membuat Diandra kesal dan cepat menyadari perasaannya sendiri.

Tapi sejauh ini, Siena tidak melihat Diandra kesal sedikitpun. Diandra malah terlihat tenang-tenang saja, dan bahkan tidak sedikitpun terbukti tentang cepat menyadari perasaannya sendiri.

"Bolehkah aku meminta pendapat kalian?"

Yena mengangguk semangat, begitupun dengan Gisella. "Tentu saja, ayo berbagi cerita dengan kami."

Siena tersenyum tipis, senang rasanya mendapatkan respon yang antusias seperti itu. "Aku merasa mulai  lelah terus mengemis cinta pada suamiku sendiri, sedangkan dia sendiri terlihat bingung dengan apa yang dia rasakan." Siena menghela nafas, kemudian menunduk dengan tatapan kosongnya.

"Menurut kalian, haruskah aku menyerah saja?"







••••••••••






Surrogate Wife [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang