Surrogate Wife : 14

35.5K 1.1K 14
                                        

Ditengah ramainya orang-orang yang berlalu lalang disebuah pasar tradisional, Siena celingukan melihat-lihat apa saja yang ada. Siena bingung, ia harus membeli apa untuk oleh-oleh kedua keponakannya?

Merasa otaknya tidak bekerja, Siena memilih mendekat pada Diandra yang tengah berdiam diri disebuah warung kopi bersama Joshua. Kedua pria itu tengah menikmati kopi panas mereka, sekaligus menikmati dinginnya udara yang begitu menusuk.

"Apa kau sudah selesai berbelanja?" Joshua bertanya saat melihat Siena berdiri disamping Diandra. Tapi melihat kedua tangan perempuan itu masih kosong, sepertinya Siena belum membeli apapun.

"Menurutmu, apa yang harus aku beli untuk dibawa pulang?" Siena balik bertanya, menatap penuh harap hanya pada Joshua yang malah melirik kecil pada Diandra.

Melihat Siena yang seakan tidak menganggap Diandra ada, dan Diandra yang menatap Siena dengan tatapan tidak biasa, sudah menjelaskan semuanya. Joshua berdehem kecil, menyimpan kopinya diatas meja dan kemudian bersidekap dada.

"Hmm, aku tidak tau pasti apa yang sekiranya bagus untuk dibawa pulang. Tapi Diandra tau apa yang bisa kau beli selama disini, sekaligus dia yang akan membayar semua belanjaanmu."

Diandra mendelik tajam, menatap penuh tanya pada Joshua yang tiba-tiba saja merangkulnya dan tersenyum menggelikan. Ditambah perkataan pria itu membuat Diandra mendengus, apa-apaan itu?

Melihat ekspresi menolak dari Diandra, otomatis Siena menggeleng. "Tidak perlu, sepertinya dia juga tidak tau apa-apa, dan lagi aku takut uangnya tidak cukup jika membayar semua belanjaanku." Celetuknya santai, yang mana itu membuat Diandra merasa kesal sekaligus tersinggung.

Joshua menampilkan ekspresi terkejut, menatap Diandra dengan tatapan tengilnya seakan berkata 'uangmu tidak akan cukup bro~' yang langsung Diandra balas dengan tamparan kecil di pipinya.

"Baiklah, aku akan melihat-lihat lagi. Silakan lanjutkan menikmati kopi kalian." Dan setelahnya Siena pergi, mulai berjalan-jalan dan melihat-lihat lagi para pedagang-pedagang itu.

"Apa yang harus aku beli?" Disaat Siena tengah bimbang, tiba-tiba seseorang menarik tangannya dan berhenti tepat di hadapan Bapak-bapak yang menjual beraneka ragam kerajinan tangan.

"Pilih beberapa, setelah itu kita beli yang lainnya."

Siena melongo, menatap heran pada Diandra yang tengah bersidekap dada melihat sekitarnya, seakan tengah mencari tujuan selanjutnya.

Merasa ada tatapan yang terus mengarah padanya, Diandra menunduk dan membalas tatapan Siena. Sedikit merendahkan tubuhnya, Diandra mengetuk kening perempuan itu menggunakan telunjuknya. "Aku yang akan membayar semuanya, cepat pilih, jangan sampai aku berubah pikiran." Katanya dan kembali menegakkan tubuhnya.

"Tapi, apakah uangnmu--"

"Uangku banyak, bahkan aku bisa membeli tempat ini jika aku mau." Selanya cepat, kesal rasanya mendengar lagi, lagi dan lagi Siena yang meragukan kekayaannya. Walaupun kehidupannya terlihat sederhana, tapi jangan salah, uangnya menumpuk dan itu bisa untuk menafkahi hingga tujuh generasi.

Melihat kesombongan pria itu, Siena berdecak tidak percaya. "Aku akan belanja banyak, awas saja jika uangmu tidak cukup." Jawabnya dan mulai memilih.

Diandra tidak menjawab, hanya menatap Siena yang tengah sibuk dari belakang. Sebenarnya Diandra tidak terlalu terprovokasi oleh perkataan Siena, tapi dengan menyebalkannya Joshua malah menuduhnya yang tidak-tidak, hingga mau tidak mau Diandra jadi seperti ini.

"Memalukan sekali seorang Diandra Vince Everard ini kekurangan uang, bahkan untuk membelanjakan istrinya saja tidak mampu. Atau mungkinkah selama ini biaya hidupmu ditanggung Siena? Wahh, akan sangat memalukan jika benar-benar seperti itu."

Surrogate Wife [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang