Surrogate Wife : 24

34.3K 1K 38
                                        

Saat bangun dari tidurnya, Siena tidak menemukan keberadaan Diandra disampingnya. Kemana perginya pria itu? Mengapa tidak membangunkannya?

Memilih beranjak dari tempatnya, berjalan lunglai dan masuk kedalam kamar mandi begitu saja. Membasuh wajahnya beberapa kali, lalu menatap pantulan wajahnya dicermin, dan dirinya baru menyadari bahwa mata sembab nya terlihat jelas.

"Apa yang harus aku lakukan?" Siena menunduk, menatap tetesan air yang berasal dari wajahnya. Rasanya pagi ini ia tidak memiliki semangat apapun, bahkan untuk memikirkan kemana Diandra pergi pun ia malas.

"Salto saja, itu bisa meringankan beban pikiran." Tiba-tiba suara sahutan terdengar. Siena menoleh cepat dan betapa terkejutnya ia saat melihat Diandra tengah berendam didalam bathtub dengan busa yang menutupi tubuhnya.

"Hm?" Diandra memiringkan kepalanya, menatap penuh tanya pada Siena yang malah melotot padanya. Perempuan itu terlihat sangat terkejut, bibirnya terbuka dengan tubuh yang mematung.

Diandra keluar dari dalam bathtub, berjalan menghampiri Siena dan berdiri didepannya. Busa-busa yang masih menempel ditubuhnya, Diandra kumpulkan diatas telapak tangan, lalu ditempelkan diatas rambut Siena dan kedua pipi perempuan itu.

"Wah, ada yang keluar diatas kepalamu." Diandra berkata dengan datar, telunjuknya mengarah pada busa-busa yang pria itu taruh dikepala Siena. Lalu pria itu berjalan kebelakang Siena, dan mendorong perempuan itu hingga didekat bathtub.

"Sebaiknya kau mandi, kepalamu sudah mengeluarkan busa." Lanjutnya dan mendorong Siena hingga masuk kedalam bathtub.

Siena kelabakan, terlalu hanyut dalam pikirannya membuatnya tidak sadar jika tiba-tiba didorong seperti ini. Tubuhnya penuh dengan busa, Siena menyeka wajahnya sendiri dan setelahnya mendongak.

Terlihat Diandra masih berdiri ditempatnya, menatap Siena yang basah kuyup dengan tatapan puas. Tangannya terulur, lalu berkata. "Kau menyukainya?"

Siena merasa darahnya mendidih, dengan kesal hendak menarik tangan itu, namun sang empu lebih dulu menariknya dan menyembunyikannya dibelakang tubuh.

"Eits, tidak semudah itu."

Entah mengapa, Siena merasa Diandra benar-benar menyebalkan saat ini. Lagi, pria itu menyodorkan tangannya dan menggerak-gerakkannya.

"Pegang saja jika kau bisa, baru setelahnya aku akan membantumu."

Benar-benar menguji kesabaran. Siena menarik nafas dan membuangnya dengan perlahan, ditatapnya tangan itu lekat-lekat. Saat tangannya terangkat, tangan Diandra sudah bersembunyi lebih dulu.

"Ups." Lagi, Diandra menyodorkan tangannya, ia sedikit merasa kasihan melihat Siena yang sepertinya kesal dengan ulahnya. Jadi kali ini, Diandra benar-benar akan membantu perempuan itu keluar dari dalam bathtub.

Siena mendelik, lalu menggenggam tangan Diandra yang kali ini tidak disembunyikan lagi. Tapi sebagai gantinya, Siena menarik kuat tangan itu dan mengakibatkan Diandra tercebur kedalam bathtub yang sama dengannya.

Duak!

Namun tanpa disangka, kepala pria itu terbentur cukup keras pada bathtub. Siena panik, buru-buru membantu Diandra duduk dan melihat dibagian mana kepala itu terluka.

"Kau tidak apa-apa?" Setelah ditelusuri, ternyata kening pria itu memerah. Refleks Siena meniup-niup kening Diandra, berharap warna merahnya segera pudar.

Berbeda dengan Siena yang panik, Diandra malah terkekeh kecil melihat tingkah aneh perempuan didepannya. Didorongnya kening Siena menggunakan telunjuknya, lalu setelahnya disiram menggunakan air berbusa itu.

Surrogate Wife [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang