Surrogate Wife : 42

33.8K 952 13
                                        

Leo menangis, begitupun dengan Devian dan beberapa kerabat yang datang setelah mendengar kabar kepergian Will malam tadi. Melihat gundukan tanah itu berisikan tubuh sang Kakek, Diandra hanya mampu terdiam, menatap kosong tanpa adanya air mata sedikitpun.

Siena menepuk-nepuk punggung Diandra, mencoba menguatkan pria itu yang terlihat cukup terpukul meskipun tidak mengeluarkan ekspresi apa-apa.

"Ini adalah kedua kalinya aku menyaksikan kepergian seseorang yang aku sayangi." Kepalanya menoleh, menatap Siena yang tengah sesegukan. Hidung, kedua pipi dan matanya memerah, air mata pun tidak berhenti membasahi pipi merahnya.

"Berhentilah menangis, kau membuatku ingin tertawa di tengah suasana duka seperti ini." Bisik Diandra yang langsung mendapatkan cubitan di lengannya.

"Cucu macam apa kau ini? Mengapa kau tidak menangis seperti yang lain?" Melihat Diandra yang masih bisa bercanda seperti itu, membuat Siena sedih. Sepertinya Diandra mencoba untuk tidak menangis, meskipun kedua matanya sudah memerah.

Terkekeh kecil, Diandra merangkul Siena, menghapus air mata itu yang tidak berhenti berjatuhan. "Entahlah, sepertinya air mataku tidak ingin mengotori wajah tampanku." Jawabnya dengan kedipan mata genit.

Siena mendengus, kembali menatap kedepan tanpa menghiraukan Diandra yang kembali melamun.

'Maaf Kakek, Diandra melupakan Kakek hanya karena mengejar sebuah kasih sayang yang nyatanya tidak bisa Diandra dapatkan sampai detik ini.'

Hanya 2 tahun itu saja Diandra begitu dekat dengan Kakek dan Nenek nya, namun setelahnya, Diandra seakan lupa bahwa dua sosok tua itu lah yang benar-benar menyayanginya tanpa syarat. Saat pemakaman Neneknya 4 tahun lalu pun Diandra tidak bisa datang, karena banyaknya pekerjaan dihari itu yang tidak bisa ia tinggalkan.

Dan setelah kepergian Will dengan deretan pesan terakhirnya, membuat Diandra sadar sekaligus menyesal telah melupakan kehadiran mereka yang ternyata selama ini selalu menantikan kedatangannya.

"Diandra, apa kau lupa bahwa Kakek dan Nenekmu akan selalu menyayangimu? Kakek sudah pernah berkata 'jika Ayahmu tidak juga berperilaku secara adil, maka kau bisa datang pada kami yang akan selalu menyayangimu sampai kapanpun' dan sepertinya, kau tidak mengingatnya ya?"

"Nenekmu selalu menanti kedatanganmu, karena jika kami yang berkunjung, Ayahmu akan menyuruh kami pergi dengan alasan kalian yang sibuk belajar, begitupun dengan dirinya yang sibuk bekerja."

"Padahal Kakek hanya memiliki seorang anak saja, namun Kakek merasa bahwa Kakek tidak memilikinya setelah Leo menikah. Jangankan kunjungan, membalas pesan Kakek pun tidak. Leo seakan memutus hubungan dengan orang tuanya sendiri tanpa kata, menyibukkan diri dengan keluarga kecil dan pekerjaannya."

"Sebagai hukuman karena telah berperilaku seperti itu selama puluhan tahun, Kakek menarik semua bagian yang pernah Kakek berikan pada Ayah kalian. Biarkan saja dia menderita, biarkan dia merasakan balasan dari apa yang dia perbuat."

"Karena hanya kalian satu-satunya harapan Kakek, maka Kakek akan membagi harta yang Kakek miliki pada kalian."

"50% untuk Diandra, dan 50% lainnya untuk Devian."

Will sudah membagi secara sama rata, namun Devian menggelengkan kepalanya tidak setuju dengan pembagian itu.

"30% untuk Devian sudah cukup, dan 70% untuk Kakak. Apakah tidak masalah Kakek?"

Diandra tidak mengerti, mengapa Devian malah memberikan 20% pembagian itu padanya? Dan saat Diandra mencoba menolaknya, Devian tetap bersikeras bahwa miliknya hanya 30% saja.

Surrogate Wife [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang