Surrogate Wife : 40

43.2K 1K 20
                                        

"Jadi apa gunanya kita mencari Siena kemana-mana jika ternyata pada akhirnya istrimu ini berada di Rumah mu sendiri?"

"Untung saja aku belum menyewa intel."

Semuanya tertawa, menertawakan kekonyolan mereka yang telah mati-matian mencari keberadaan Siena, yang ternyata perempuan itu disembunyikan oleh dua wanita cantik yang tidak bisa ditebak pemikirannya.

Melihat begitu kerasnya mereka tertawa, Siena hanya bisa meringis saat melihat wajah masam Diandra. Karena kedatangan mereka yang tanpa berkabar lebih dulu, membuat rencana mereka untuk mandi bersama harus gagal total.

Diandra harus merelakan Siena mandi lebih dulu, sedangkan dirinya terpaksa harus menyambut para tamu yang tidak di undang itu.

"Tapi meskipun begitu, aku benar-benar sangat berterimakasih. Kalian sudah merelakan waktu berharga kalian untuk membantuku mencari Siena." Diandra berkata dengan tulus, benar-benar berterimakasih pada teman-temannya yang rela menemaninya hanya agar dirinya tetap waras.

Joshua mengibaskan tangannya. "Aish, tidak perlu sungkan, bukankah kita ini sudah seperti keluarga?" Mereka sudah berteman lebih dari 20 tahun, jadi aneh rasanya jika mereka malah mengabaikan dan tidak saling membantu satu sama lain.

Serentak mereka mengangguk. Diam-diam Gisella menghampiri Diandra, kemudian menepuk kuat bahu pria itu.  "Makanya, jika sudah cinta segera katakan. Jangan malah memendamnya dan malah berakhir seperti itu kan?" Bisiknya dengan suara yang rendah, tatapannya pun menajam seakan perempuan itu memiliki dendam kesumat pada Diandra.

"Jika Siena benar-benar pergi, aku yakin kau akan menjadi orang gila."

Diandra terkekeh, kemudian mengangguk-anggukkan kepalanya. Benar apa yang istri Varel ini katakan, dirinya pasti akan kehilangan kewarasannya jika Siena tidak kembali.

"Terimakasih sudah menjaga istriku. Sebagai hadiah, aku akan membelikan beberapa barang yang pasti bayimu butuhkan." Katanya dengan senyuman kecil, kemudian beranjak dan menghampiri Siena yang tengah bercanda ria bersama Cleo dan Jelio.

"Diandra adalah manusia paling tidak seru di dunia ini, dia tidak bertindak sedikitpun saat istrinya sendiri bepergian bersama pria lain." Cleo mendengus, menatap tidak senang pada Diandra setelah mengingat reaksi lempeng temannya itu saat melihatnya membawa Siena pergi.

"Seharusnya kau mengamuk pada Cleo, lalu kurung Siena di kamarmu untuk dirimu sendiri." Jelio terkekeh, lalu menepuk cukup kuat paha Diandra yang sudah duduk disamping Siena, namun perempuan itu cepat membelakanginya.

"Benar. Bahkan Diandra tidak bereaksi apa-apa saat aku selalu pergi pagi dan pulang sore hari. Oh jangankan bereaksi, bertanya pun tidak." Gerutunya dengan cemberut, kesal juga rasanya melihat Diandra seakan tidak peduli sedikitpun padanya.

Menyadari mereka tengah menyindirnya secara terang-terangan, Diandra hanya bisa tertawa sembari memeluk Siena dari belakang. "Itu karena aku bingung. Jika aku bertindak, aku takut kau malah semakin menjauh. Tapi ternyata saat aku tidak melakukan apa-apa, kau pun tetap pergi pada akhirnya."

Tangannya terangkat, meraih dagu Siena hingga wajah cantik itu menghadap padanya. "Maaf ya? Aku adalah manusia yang terlalu banyak berpikir hingga membuatku terlambat untuk segala hal." Bisiknya dengan senyuman kecil, kemudian mengecup singkat bibir Siena yang terlihat begitu menggoda dimatanya.

Teman-teman Diandra bersorak, tidak lupa bersiul menggoda saat melihat Diandra bertingkah malu-malu setelah mencuri kecupan pada Siena dihadapan mereka. Saking malunya, Diandra malah menyembunyikan wajahnya dipundak Siena, tidak lupa juga memeluk erat perut istrinya itu.

"Sialan, tidak pernah aku merasa semalu ini."











••••••••••










Surrogate Wife [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang