Surrogate Wife : 33

38.2K 1.1K 23
                                        

"Rasa cinta itu perlahan hilang, dan kini sudah tergantikan oleh seseorang."

"Siapa?"

"Kau, manusia cerewet yang terlalu mudah percaya pada sesuatu yang belum terbukti kebenarannya."

"Kau mencintaiku?"

"Apa hal itu harus dipertanyakan lagi?"

Tok.. tok..

"Paket!!"

Diandra membuka matanya secepat kilat, kemudian menoleh kearah pintu yang terus saja diketuk tanpa henti. Menghela nafas panjang, Diandra beranjak dari tempatnya, berjalan menuju pintu dan membukanya.

"Ohoooo, selamat siang Tuan Diandra Vince Everard."

Melihat siapa pelaku yang membuat tidurnya terganggu, Diandra hanya bisa mendengus, kemudian mendorong bahu Varel dan melengos pergi begitu saja. Terdengar suara ricuh diruang tamu, tapi Diandra memilih abai dan tetap melanjutkan langkahnya menuju dapur.

Saat melihat kehadiran Siena yang tengah mengeluarkan minuman kaleng dari kulkas, Diandra menghampirinya dan memeluk perempuan itu dari samping dengan posisi jongkok.

"Kedua mataku menjadi besar." Adunya dengan kepala yang mendusel pada bahu Siena, menyembunyikan wajahnya yang terlihat tidak keren akibat hal memalukan semalam.

Bagaimana jika para tamu tidak diundang itu melihat wajahnya? Sudah dipastikan mereka akan langsung menertawakannya.

Siena tidak berkata apa-apa, tapi tangannya meraih dua sendok yang sengaja ia dinginkan didalam kulkas, lalu berbalik dan menempelkan sendok itu pada bagian kelopak mata Diandra.

"Untuk mengurangi bengkaknya." Katanya dengan lirih. Dalam diam, Siena menatap lekat wajah Diandra yang berada begitu dekat dengan wajahnya. Tinggal maju sedikit saja, maka Siena dapat mencium bibir tipis itu.

"Apa kau masih mencintaiku?"

Siena mengerjap cepat saat mendengarnya, benarkah Diandra mempertanyakan hal itu padanya?

"Jawab aku Siena, apa kau masih mencintaiku?" Diandra mengulang kembali pertanyaannya dengan tidak sabaran, tangannya pun hendak menjauhkan sendok yang masih menghalangi pandangannya, namun Siena semakin menempelkannya hingga Diandra tidak bisa melakukannya.

"Aku tidak akan ada disini jika aku sudah tidak mencintaimu." Jawabnya pada akhirnya, namun hal itu tidak membuat Diandra puas. Pria itu berubah menjadi duduk, sehingga sendok yang tadinya menempel kini sudah menjauh dari kedua matanya.

"Kalau begitu, katakan kau mencintaiku." Diandra meraih kedua tangan Siena, dan menatap perempuan itu dengan matanya yang berbinar.

Siena benar-benar merasa aneh. Biasanya Diandra paling anti jika membahas hal semacam ini, malah pria itu menyuruhnya untuk berhenti mencintainya. Tapi sekarang apa? Pria itu malah memintanya untuk menyatakan cinta seperti itu.

"Siena, ayolah..." Kali ini Diandra berubah menjadi memelas, mencoba membujuk Siena yang terlihat kebingungan.

"Aku mencintaimu, Diandra." Katanya dengan tersenyum paksa, tapi beberapa saat kemudian senyumnya berubah menjadi senyuman gemas saat melihat Diandra yang tersenyum lebar.

"Lagi, coba katakan lagi."

Terkekeh kecil, Siena menangkup wajah Diandra dan menatapnya dengan lembut. "Aku mencintaimu, akan tetap mencintaimu, my husband."

Diandra membekap mulutnya, lalu terjungkal kebelakang dengan kedua matanya yang tertutup rapat. Melihat Diandra yang bertingkah aneh seperti itu, Siena hanya bisa tertawa kecil. Tiba-tiba saja Siena mengingat perkataan Diandra semalam, jika ia menanyakannya lagi, apakah jawabannya akan tetap sama?

Surrogate Wife [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang