Di sebuah kamar yang bernuansa abu-abu itu ada pemuda yang bernama Noah tengah tertidur dengan sangat tidak indah, bahkan selimut yang entah kemana dengan tangan yang menggaruk pipinya.
Melihat bentuk gaya tidurnya, jauh berbeda saat tiga jam sebelumnya yang dimana dirinya mengigil kedinginan ditambah bersin yang tidak berhenti. Dimana saat itu juga Orion pergi dari meja makan untuk melihat Noah.
Orion membuka pintu kamar Noah, dahinya berkerut kala melihat Noah yang terbungkus selimut dengan badan bergetar.
Noah sadar ada yang membuka pintu kamarnya dan masuk ke dalam kamarnya, ia sudah tidak sanggup untuk melihat siapa itu dan sudah tidak peduli apakah sapi itu lagi yang datang? Bahkan untuk membuka mata saja Noah sudah tidak sanggup jadi lebih baik Noah pasrah. Tolong Noah masih terbayang-bayang.
Hati Orion merasa bersalah sedikit dan juga tidak menyangka bahwa hadiahnya bisa membuat Noah sakit seperti ini. Tapi ini bukan sepenuhnya salahnya 'kan? Sungguh di luar kendali Orion kalau sapi yang dia hadiahkan untuk Ace bisa lepas dan sialnya malah ke kamar Noah.
Orion pun keluar kamar, lalu menelepon Asher yang memang sedari tadi belum pulang dan masih ada di rumah sakit karena pekerjaannya belum selesai.
"Ya." balasan dari seberang sana membuat Orion memutuskan sambungan telepon.
Orion meminta Asher untuk memeriksa Noah jika sudah pulang dan Asher pun mengiyakan setelah mendengar kondisi Noah yang belum terlalu parah sehingga masih bisa menunggu dirinya pulang nanti.
Mata Noah terbuka dan mulai bangkit dari tidurnya, sambil menggaruk belakang kepalanya, Noah merasa badannya sudah tidak sedingin tadi dan juga hidungnya yang gatal sudah mereda. Tangannya meraih ponselnya yang ada di nakas yang di sebelahnya terdapat notes dan obat, hal itu membuat Noah mengangkat alisnya dan meraih secarik kertas itu.
"Minum?" gumam Noah kala membaca tulisan di kertas itu yang ditulis dengan huruf kapital, "Dih? Ogah!" Noah meremas kertas itu dan membuangnya entah kemana.
Memang Noah termasuk orang yang susah untuk minum obat, lagi pula ia sudah menyadari bahwa punggung tangannya yang terdapat plester pasti ini perbuatan Asher, abangnya yang dokter itu berani sekali menyuntik dirinya saat Noah tidak sadar. Lihat saja nanti Noah akan membalasnya.
Noah menuruni tangga melangkah menuju dapur untuk mencari makanan, gara-gara mendadak sakit membuat Noah melewatkan makan malamnya padahal Noah sudah meminta maid untuk memasak Rice Cooked in Coconut Milk with Fermented Soybean in Sweet Soy Sauce and Omelette. Sudah Noah bayangkan bagaimana nikmatnya makan malamnya.
Senyuman lebar terbentuk saat Noah melihat Nasi Uduk lengkap dengan pendampingnya sudah ada di meja makan. "Nah.. Ini dia yang gue cari, bray.."
"Panasin dulu kali ya,"
Setelah memanaskan makanannya, Noah pun kini duduk di meja makan dan mulai melahap makanannya sambil menonton rekaman Ace yang Noah ambil saat mereka bermain. Noah sangat merindukan adik kesayangannya itu, semua ini gara-gara binatang itu membuat dirinya tidak bertemu Ace, kalau saja dirinya tidak sakit pasti sekarang Noah dan Ace sedang tertidur sambil berpelukan.
Noah tiba-tiba menjadi kesal sendiri, ingatkan Noah untuk mencari sapi itu besok, karena sapi itu yang menjadi alasan Noah sakit dan Noah 'kan jadi tidak bisa melihat adik lucunya itu!
"Kangen adeekk!" frustasi Noah.
Mau menghampiri pun Noah tidak tahu Ace ada dimana dan tidur dengan siapa karena pasti abang-abangnya yang mirip serigala itu memonopoli Ace untuk tidur bersama. Kasian.
KAMU SEDANG MEMBACA
little ace
Teen Fictionace, bocah imut yang kehadirannya disembunyikan oleh kedua orangtuanya hingga keluarga besarnya pun tidak mengetahui bahwa mereka memiliki cucu, adik, keponakan, sepupu yang begitu menggemaskan. hingga waktu itu semua mengetahui fakta besar ini, apa...
