thirty four

5.7K 692 50
                                        

"Lepwaaaass, bwaang!" Orion masih membekap mulut Noah yang berani sekali mengucap kata kasar di depan adiknya yang imut.

"Lower your voice or—

Noah menatap sinis sambil mengusap bibir dengan punggung tangannya kala bekapan Orion terlepas,

"Yes, yes." jawab Noah ogah-ogahan.

Noah tak peduli dirinya masih berteriak histeris hanya karena melihat sapi imut milik Ace. Orion memutar bola matanya malas, sedangkan Ace bertepuk tangan seru karena Ace mengira bahwa Noah sedang menghibur sapinya.

"Buset ini sapi yang udah bikin gue meriang?!"

"Berani banget bikin gue sakit HAH!" Noah menatap sengit ke arah sapi tersebut. Sedangkan sapi itu hanya mengunyah rumput menghiraukan Noah.

"PUNYA SIAPA SIH BINATANG MONOKROM INI?!" Kelewat dendam membuat Noah kesal. Tubuh Ace tersentak kaget, Orion pun mengusap dada sempitnya. Orion menggeram.

"A-nu tuan itu punya—

"SIAPAAAA?!" desak Noah. Tak kunjung dapat jawaban Noah yang kesal pun hendak menerjang sapi tersebut. Namun, gerakannya terhenti kala terdengar suara lucu tapi menggelegar.

"SAPINYA ACE! HUAAA HIKSSS.."

Dengan gerakan patah-patah, Noah menoleh pada Ace yang ada di gendongan Orion. Tatapan tajam Orion menjelaskan semuanya. Ah, Noah mengumpat kenapa pula dirinya tidak menyadari bahwa Ace itu maniak terhadap sapi?!

Noah meringis, melihat dari arah pintu pasukan sudah berjalan mendekat kala mendengar tangisan Ace. Noah menatap sapi itu yang ada di dekatnya seraya bergumam, "Kenapa lo nggak bilang kalau lo punya adek gue, hah!"

Sapi itu melengos tak peduli, seraya menampilkan wajah yang membuat Noah seketika ingin memanggang sapi itu. Tapi sayangnya sebelum itu terjadi, sepertinya Noah pun tidak selamat.

peduli apa gue, batin sapinya Ace

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

peduli apa gue, batin sapinya Ace.

Langkah lebar Kedrick membawa dirinya menuju Orion yang masih menenangkan Ace. Ace pun kini sudah berpindah gendongan, Kedrick menatap Noah sekilas namun tajam seperti silet membuat Noah berkedip beberapa kali karena terasa perih.

Kedrick membawa Ace.

"Bang Nono mau pukul sapinya Ace, hiks.."

..

"Kali ini, apa lagi?"

Noah mengusap tengkuknya. Ia tak tahu harus jawab apa, jujur saja Noah juga tidak paham. Padahal Noah merasa tidak melakukan apa-apa, Noah hanya terlanjur kesal pada hewan monokrom itu karena telah membuat dirinya tidak bertemu Ace dalam beberapa hari.

Di ruang keluarga, Noah tengah di kelilingi oleh para ibu-ibu dan bapak-bapak ditambah abang-abangnya kecuali Kedrick. Entah kemana Kedrick membawa Ace.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 31, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

little aceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang