thirty five

4K 572 40
                                        

Ruang keluarga, tempat berkumpul untuk sekedar bersantai, beristirahat dan berinteraksi untuk meningkatkan kehangatan hubungan. Memang waktu berkumpul seperti ini sangat jarang terjadi di kediaman Walter, apalagi cucu-cucunya yang menyebar di beberapa negara. Tentunya tidak ada waktu untuk pulang.

Satu hal yang paling Frank syukuri adalah semenjak Rylee datang hari itu, suasana mansion terasa lebih hangat dan tentunya ramai karena mahkluk kecil nan imut yang memiliki energi unlimited itu berlarian kesana-kesini mengelilingi mansion dengan tawanya yang menyegarkan membuat siapapun yang melihatnya akan merasa hidup.

Sore ini mereka sedang berkumpul, menikmati tea time bersama ditemani oleh beberapa camilan ringan.

Kedrick sedang menerima telepon di dekat kolam yang hanya di batasi dinding kaca, Orion sudah duduk dilantai berlapis karpet tangannya tidak berhenti menekan kursor game. Sedangkan Oscar? Dirinya tengah berbaring dengan ponselnya mengarungi sosial media, jarinya terus menggulir layar. Asher? Lelaki yang berprofesi dokter itu tadi pergi ke rumah sakit, tapi katanya sih sudah kembali pulang dan sedang diperjalanan.

Jika para lelaki tengah membicarakan bisnis mereka, beda halnya dengan para wanita yang membicarakan tentang shopping dan keperluan wanita lainnya.

"Oh iya, aku kemarin lihat ada tas keluaran terbaru!"

Emily meletakkan cangkir tehnya, elegan. "Tas yang aku incar itu, 'kan?"

"Exactly!" Jane membalas sembari menjentikan jarinya, "Aku dengar juga itu limited edition! Kak, kamu harus cepat biar nggak kehabisan!"

"Besok kamu free?"

"Aku bebas, urusan butik ada Flo yang mengurus." jawab Jane santai.

Amber yang baru saja datang langsung duduk sembari meletakkan Blueberry Scones, "Mom ikut dong!"

"Harus dong, Mom! Sekalian nanti pulangnya ikut aku ke butik ya, gaun rancanganku hampir selesai." Jane menjeda ucapannya, "Aku butuh pendapat, hehe.."

Emily mendelik, "Ya ampun, Jane. Kayaknya kamu nggak perlu pendapat. Gaun kamu selalu bagus dan cantik semua, please.."

"Tetap saja aku butuh, kak." Jane tersenyum manis. "Ah iya, Alice, kamu harus ikut ya."

Alice yang tengah menusuk apel pun mendongak, meringis pelan. Jujur, Alice bukan tipe yang suka berbelanja, jika mengharuskan Alice belanja pun itu karena Ace yang menginginkan mainan baru. Saking Alice jarang berbelanja, tas koleksinya pun bisa di hitung jari.

"Aku—

Amber mengusap lembut punggung tangan Alice, "Kamu tidak boleh menolak, sayang. Ini kegiatan wajib."

Kepala Jane mengangguk setuju, entah kenapa Alice ini sangat susah diajak belanja. Padahal kan belanja itu hal yang paling disukai para wanita, bukan? Apalagi kalau belanjanya pakai uang suami, iya kan? Bukankah itu surga?

"Kamu nggak usah khawatir soal uang, kita kan punya donatur."

Jane mengangkat turunkan kedua alisnya seraya melihat para lelaki yang daritadi ikut menyimak. Tatapan mereka santai, seolah hal itu bukan sesuatu yang besar. Malah tatapan mereka seolah berkata 'Habiskan uang aku, sayang.'

"Lagian aku yakin semua barang kamu nggak kamu bawa 'kan?"

Alice berpikir sejenak, betul juga. Ia baru ingat bahwa sejak kedatangannya ia hanya membawa beberapa pakaian dari kediamannya dulu. Tapi sebenarnya juga tidak apa-apa itu bukan sebuah masalah karena sejak datang kesini walk in closet di kamar Rylee sudah penuh oleh pakaian baru yang tentunya sudah disiapkan oleh Amber.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 17 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

little aceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang