Kedatangan Profesor Bima sebagai pengganti Profesor Law memunculkan kontroversi di sekolah. Profesor Bima, seorang ahli teknologi yang ambisius, memiliki pandangan yang berbeda. Dia mendukung pengembangan teknologi robotik tanpa batas, percaya bahwa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Di tahun 2050, di sebuah sekolah ternama yaitu NeoTech Academy (NTA) di kota megapolitan yang dipenuhi dengan teknologi robot, tiga remaja laki-laki berusia 17 tahun, Ravi, Aria, dan Kiran, menatap dengan keheranan saat berita tentang pengusiran Profesor Law dari sekolah mereka menyebar dengan cepat. Profesor Law, seorang ilmuwan dan pendidik yang dihormati, selalu menjadi panutan bagi mereka dalam memadukan teknologi dengan keberlanjutan alam. Namun, keputusan pengusiran ini diambil oleh pihak kepemimpinan sekolah yang baru, dipimpin oleh Profesor Bima, seorang yang dikenal ambisius dan tidak peduli dengan dampak lingkungan dari perkembangan teknologi.
Ravi, Aria, dan Kiran duduk bersama di perpustakaan sekolah, ruang yang sering mereka gunakan untuk berdiskusi ide-ide mereka tentang bagaimana teknologi bisa digunakan untuk menjaga keberlanjutan alam. Mereka bertiga tidak bisa menerima keputusan ini begitu saja.
"Apa yang terjadi, ya? Profesor Law adalah mentor kita. Dia yang menginspirasi kita untuk memikirkan lebih jauh dari sekedar kemajuan teknologi," ucap Aria, suaranya penuh kekecewaan.
Ravi mengangguk, "Ini tidak adil. Profesor Law tidak hanya mengajarkan kita tentang teknologi, tetapi juga tentang nilai-nilai moral dan etika dalam penggunaannya."
Kiran, yang biasanya optimis, merasa tertekan, "Kita harus melakukan sesuatu. Kita tidak bisa duduk diam ketika orang-orang seperti Profesor Bima mengambil alih dan mengubah visi sekolah ini."
Mereka bertiga sepakat untuk mencari tahu lebih lanjut tentang alasan di balik pengusiran Profesor Law. Dengan bantuan beberapa teman sekelas yang setia kepada Profesor Law, mereka berhasil mendapatkan informasi bahwa Profesor Law diusir karena menentang rencana pengembangan teknologi robot disekolah, tapi kebanyakan tidak tau alasan yang sebenarnya.
Namun selang beberapa jam karena semakin mengalirnya informasi, mereka mendengar lebih banyak detail tentang pengusiran Profesor Law. Pemberhentian ini dilakukan secara diam-diam pada malam hari, tanpa pemberitahuan resmi kepada para siswa. Para siswa baru mengetahuinya ketika mereka tidak melihat Profesor Law di kelas dan mendengar desas-desus dari staf sekolah.
"Ini tidak masuk akal," kata Ravi dengan suara berbisik di koridor sekolah. "Mengapa mereka tidak memberi tahu kita?"
Aria menambahkan, "Mereka pasti menyembunyikan sesuatu. Kita harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi."
Mereka bertiga memutuskan untuk menemui salah satu staf sekolah yang mereka percayai, Ibu Laila, seorang asisten administrasi yang selalu baik kepada mereka. Mereka menunggu sampai akhir jam sekolah.
Bu Laila adalah salah satu orang yang juga dekat dengan Profesor Law. Dia sangat menghormati profesor itu, mereka sudah kenal 7 tahun lamanya. Profesor Law lah yang membantunya untuk bekerja di sekolah elit itu.
Jam sekolah berakhir sejak pukul 14.00 tadi, lebih dari 10 menit untuk menunggu Bu Laila keluar dari ruangannya. Mereka sedang menunggu di tangga dekat ruangan.