part 11

2.6K 38 0
                                        


Pagi harinya keluarga kecil itu masih tertidur pulas dengan posisi yang tidak berubah masih sama, ruby yang ditengah dan bedanya kini ruby memeluk alvin, tangan alvin masih setia memeluk pinggang Laura.

Sampai akhirnya Laura bangun karena matahari yang masuk kecela cela gorden yang berada dikamar.

"Masih pada tidur"gumamnya yang sudah membuka matanya

Laura dengan perlahan melepaskan tangan alvin yang berada di pinggangnya. Setelah sudah dia pergi kekamar mandi dan mencuci mukanya.

Lalu Laura kembali lagi dan akan membangunkan alvin. "Mas Alvin, bangun"ujar Laura

"Mas bangun.. kamu kekantor ngga?"tanya Laura

"Egh iya, saya ngga kerja dulu"gumam Alvin lalu memejamkan matanya kembali dan merubh posisi tidurnya jadi Ruby yang berada diatas tubuh Alvin

"Eh kenapa begitu?"tanya Laura lagi

"Adek sakit saya ga mau ninggalin"ujar Alvin

"Kan disini masih ada aku"ujar Laura

"Saya takut"

"Apa yang kamu takuti? kamu masih ga percaya sama aku ya, kamu masih ragu sama aku? Kamu masih ragu buat nitipin adek sama aku? Terus gunanya aku nikah sama kamu buat apa kalo kamu nya aja masih ga percaya dan ragu sama aku?"

"Buat apa?"lanjut Laura dengan lirih

Alvin yang mendengarnya pun kini merasa bersalah atas perkataannha barusan. "B-bukan begitu maksud say-

"Gappa mas, maaf"ujar Laura lalu beranjak dari kamar untuk turun kebawah

"Laura tunggu"ujar Alvin

Alvin pun membaringkan tubuh ruby perlahan agar tidak terusik, setelah sudah Alvin segera menyusul laura yang keluar entah kemana.

Yang pertama alvin datangi itu dapur, biasanya Laura akan disana membantu bi ina untuk memasak.

"Bi, bibi lihat Laura?"tanya Alvin pada bi Ina

"Tidak den, dari tadi non Laura belum kesini"jawab bi Ina

"Kenapa memangnya den?"tanya bi Ina balik

"Gappa bi tadi Laura keluar kamar, kirain saya kesini"

"Ngga den belum"

"Iya yaudah bi makasih, saya mau cari Laura dulu"pamit Alvin

"Iya den monggo"

Alvin melangkahkan kakinya kembali kini tujuannya tertuju pada taman samping rumah, alvin dengan segera keluar rumah dan mengecek taman melihat ada Laura tidak disana.

Dan ya benar saja disana ada Laura yang tengah duduk di kursi panjang, menghadap ke kolam ikan. Alvin dengan perlahan mendekati Laura.

"Laura"panggil Alvin

Laura yang mendengarnya pun kini buru buru menghapus jejak air matanya, lalu membalik badannya melihat Alvin.

"Ya kenapa?"tanya Laura

"Kamu nangis?"tanya Alvin Bali yang kini sudah berada dihadapan Laura

Laura tentunya langsung menunduk dan kembali terisak.

"Maaf saya ga bermaksud seperti itu Laura"ujar Alvin pelan

Kini Alvin sudah bersimpuh dihadapan sembari menggenggam tangan Laura.

"Saya percaya sama kamu, saya ga ragu buat nitipin adek sama kamu. Maaf kalo perkataan saya menyinggung hati kamu, saya minta maaf"ujar Alvin dengan tulus

PESONA MAS DUDATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang