Dikamar, laura masih memejamkan matanya dengan ditemani oleh bunda dan mamah. Alvin kini keluar rumah untuk mencari anaknya yang hilang entah kemana.
Kenapa ada mamah sama bunda, ya karena alvin yang menelfonnya. Alvin juga sudah menceritakan semuanya kepada mereka berdua. Beberapa bodyguard papah Gerald dan ayah Devan pun dikerahkan untuk mencari ruby cucu kesayangannya.
Tidak berselang lama laura membuka matanya, sesekali mengerjapkan matanya beberapa kali. Kepalanya kini pusing saat akan bangun.
"Eh jangan bangun dulu"tahan mamah Yora
"Mah.. anak aku mah ruby dimana? ruby udah ketemu belum? ruby udah pulang kan?"tanya laura tidak sabar
"Belum nak, masih dicari sabar ya sayang. Ruby pastinya ngga akan kenapa napa tenang ya"ujar bunda Rini mengelus bahu menantunya
"Hiks.. ruby.."tangis laura kembali
"Sstt udah jangan nangis terus, ruby ngga akan kenapa napa percaya sama bunda ya, bodyguard papah kamu sama ayah juga lagi mencari ruby sayang"ujar bunda Rini
"Ruby akan pulang kan Bun? Hiks hiks iya kan Bun?"tanya Laura
"Iya sayang iya ruby akan pulang lagi ke kamu"
"Makan aja ya, kata alvin dan bi Ina kamu belum makan"pintah mamah Yora
"Gamauu"
"Jangan seperti itu, didalam perut kamu juga ada anak kamu. Kamu ga kasian hm?"
Laura menundukkan kepalanya dan mengelus perutnya yang membuncit.
"Makan ya sayang"ujarnya sekali lagi
Laura hanya mengangguk pasrah, setelahnya mamah Yora mengambil nasi yang berada dinakas. Karena tadi sudah disiapkan bi Ina.
"Sedikit aja ya mah"ujar Laura
"Iya gappa, yang penting perutnya kesini nasi"sahut mamah Yora
Mamah Yora dengan telaten menyuapi anaknya, selama makan Laura hanya diam dengan tetepan kosongnya, pikirannya hanya tertuju pada ruby saja.
-
-
-
-
-
Ditempat lain gadis kecil itu tengah berada dibalkon kamar milik seorang wanita tadi yang sangat dia benci.
"Bunda... Ayah.. jemput ruby disini, ruby gamau disini ayah, ruby mau sama bunda dan ayah saja"lirihan yang keluar dari mulut ruby
Ya dia ruby, ruby yang merindukan ayah dan bundanya, belum satu hari dia disini tapi dia sudah merindukan pelukkan bundanya.
"Ruby kangen ayah, bundaa"
"Sudah lah ayah, sama bunda kamu tuh ga akan tau kamu disini ruby"sahut orang itu yang menghampiri Ruby
Ruby membalik badannya dan menatap tidak suka terhadap wanita dihadapannya, tatapan benci yang dia lontarkan kepada wanita itu.
"Kenapa kamu sangat membenci saya hm? Saya ini mamah kamu"ujar wanita itu
(Btw Ruby udah kelas 1 smp ya, maap bngt klo tiba' kelas 1 smp wkwk)
"Bukan! Mamah saya hanya bunda laura bukan kamu!"sentak ruby
"Saya mamah kandung kamu, saya yang melahirkan kamu rubyna putri erlangga."tegas lea, ya yang membawa ruby itu Lea
"Kalo kamu memang mamah saya, kamu tidak akan meninggalkan saya saat saya masih bayi. Terus sekarang dengan mudahnya kamu mengaku kalo kamu mamah saya hah?!"
"Sekarang antarkan saya pulang!"lanjutnya
"Kamu sudah pulang, ini rumah kamu sama mamah sayang"ujar lea berusaha mendekati ruby
KAMU SEDANG MEMBACA
PESONA MAS DUDA
Historia CortaLaura dan alvino pun bingung. "Tanggal apa pah?" "Tanggal pernikahan kalian berdua"jawab papah "APA!" Laura terkejut
