Terhitung sudah 3 hari ruby tidak pulang, laura dan alvin sudah membuat surat laporan kehilangan dikepolisian dan sudah berusaha mencari namun hasilnya nihil polisi pun tidak bisa menemukan keberadaan ruby.
"Sayang, makan dulu yu"pintah alvin pelan
Laura tidak merespon dan hanya diam menatap lurus jendela kamarnya, setelah hilangnya ruby laura jadi banyak diam dan tidak mau untuk apa apa. Alvin pun kini harus menebalkan rasa sabarnya untuk laura dan sabar akan terus mencari ruby.
"Sayang jangan seperti ini aku sedih lihatnya, aku mohon"ujar alvin sendu sembari meletakkan kepalanya dilutut laura.
Laura tengah duduk disamping kasurnya dan alvin yang berjongkok dihadapannya.
"Apa kaka sudah makan? apa kaka baik baik aja? kaka kan takut gelap, apa disana kaka sedang ketakutan karena gelap mas?"ujar Laura melemparkankan beberapa pertanyaan kepada alvin yang tengah menunduk.
Alvin menegakkan kepalanya dan sedikit mendangak melihat laura.
"Aku tidak tau sayang, yang jelas dan pastinya disana ruby akan baik baik aja. Kamu jangan terlalu banyak pikiran sayang, tadi kan kata dokter apa gaboleh terlalu mikirin, kaka itu biarin aku aja yang mikirin oke. Jangan kaya gini ya sayang"ujar alvin lembut sembari menyurai rambut panjang istrinya sayang. (Emang iya hum... Bohonggggg)
"Makan ya, aku suapin mau?"tanya Alvin dan diangguki Laura
Alvin tersenyum dia berdiri dan mengambil makanan yang berada diatas nakas, menarik kursi kerjanya dan duduk dihadapan laura, setelahnya alvin menyuapi laura dengan perlahan.
-
-
-
-
-
Dirumah Lea, ruby pun sama dia hanya diam duduk ditepi kasur dan menatap lurus dengan tatapan kosongnya.
Lea juga sudah beberapa kali mengajak ngobrol ruby namun hasilnya tetap sama ruby tidak mau merespon apa yang dia ucapkan.
"Sayang, mamah udah buatin kamu nasi goreng nih. Mau makan ga? Mama suapin ya"Ujar lea yang sudah berada dihadapan ruby
Ruby menolehkan kepalanya dan menatap nasi goreng sosis itu dan yak dia teringat kembali bundanya yang sering sekali memasakkan itu untuk dirinya.
"Kenapa sayang, kamu tidak mau makan ini? Mamah buatkan yang lain ya"
"Tidak usah"sahut Ruby cuek
Lea tersenyum. "Apa kamu mau memakannya?"tanya Lea
"Tidak"
Senyuman yang tadinya merekah dibibir lea kini pudar, karena anaknya menolak buatan dirinya untuk kesekian kalinya.
"Mamah udah buatin kamu ini loh, masa kamu gamau makan sih"
"Saya tidak minta untuk dibuatkan"
Rahang lea kini mengeras, sabar lea kini sudah terkuras habis menghadapi sifat anaknya itu
PRANG!
Piring yang berisi nasi goreng itu dilempar begitu saja oleh lea. "Kamu saya sabar sabarin makin kurang ajar! Masih untung kamu saya kasih makan sialan!"bentak Lea
Ruby yang melihatnya pun kini ketakutan dia tidak mendapatkan hal seperti ini saat bersama ayah dan bundanya ini pertama kalinya ruby diperlakukan seperti itu.
Ruby menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya karena suara pecahan piring yang sangat nyaring tadi.
"Sini kamu ikut saya!"ujar lea sembari menarik paksa tangan ruby
"Engga ngga mau aku gamau tolongg jangan!!"teriak Ruby sembari berontak
Lea terus menyeret ruby tanpa belas kasihan sedikit pun, dia membawa Ruby masuk kedalam kamar mandi dan di dorongnya ruby sampai tersungkur dilantai kamar mandi.
"Sshh.. s-sakit"ringis ruby pelan
"Seharusnya kamu bersyukur karena selama dua hari kemarin saya ga kasar sama kamu! Tapi kali ini saya sudah benar benar lelah menghadapi sifat kamu ruby!"ujar lea dengan sangat marah
"Saya ga pernah minta buat kamu baik ke saya dan saya ga akan pernah mau jika saya disuruh tinggal berdua dengan kamu disini, saya hanya ingin pulang, saya hanya ingin ayah dan bunda kesini jemput saya"ujar ruby kini takut dengan wajah lea yang merah padam karena marah
"Tolong antarkan saya pulang..."lanjutnya dengan lirih dan menunduk menangis
"TIDAK AKAN DAN TIDAK AKAN MAU SAYA MENGANTARKAN KAMU KEMBALI BERSAMA AYAH DAN BUNDA MU!"bentak lea.
Lagi lagi ruby menutup telinganya dengan kedua tangannya karena takut dengan suara keras lea.
"Hiks.. b-bunda ruby takut... tolonggg"ujar ruby pelan sangat pelan
"Tidak usah menangis sialan!"sentak lea
Lea mengambil air dan mengguyur air itu ke badan ruby yang tengah meringkuk takut.
BYUR
"D-dingin hentikan.. tolong hentikan t-tante"lirih ruby dengan sangat lirih
Lea menulikan pendengarannya dia terus terusan mengguyur badan ruby dengan air dingin dan ruby hanya menangis terisak sembari menahan dinginnya air yang terus mengucur dibadannya.
Setelah puas lea meninggalkan ruby begitu saja dikamar mandi dirinya keluar dan entah kemana perginya.
"Hiks.. hiks.. BUNDAAAAA"teriak Ruby
"T-tolong jemput k-kaka ayah... Tolonggg hiks hiks"
"K-kaka mau ayah hiks hiks.. peluk a-aku bundaa peluk aku, dingin..."lanjutnya dengan bibir yang bergetar karena kedinginan
Ruby dengan tenaga yang tersisa kini mencoba berdiri dia sesekali berpegang pada tembok kamar mandi, belum sempat berdiri tubuh ruby kini lemas dan pingsan dikamar mandi karena tidak kuat akan dinginnya air yang masih terasa ditubuhnya.
-
-
-
-
-
Laura kini turun kebawah dan sudah berada didapur dia akan mengambil piring untuk mewadahi apel yang sudah ia potong, karena tangannya yang licin piring yang dipegangnya kini jatuh ke lantai.
PRANG
"KAKA!"teriak Laura spontan dan menutupi kedua telinganya dengan kedua tangannya
Alvin dan bi ina yang mendengarnya pun bergegas menghampiri laura yang masih shock dan badannya yang bergetar hebat ketakutan.
"Sayang!"pekik alvin
"Non Laura!"pekik bi ina
Alvin dengan perlahan menghampiri laura setalah sudah dihadapan laura kini dia memeluk erat tubuh laura yang bergetar ketakutan.
"Sstt tidak papa, disini udah ada aku it's okey sayang"ujar alvin menenangkan laura
"Hiks hiks mas kaka"
"Iya sabar ya kita lagi berusaha buat nyari Kaka dimana"
Laura kini mengeratkan pelukannya pada sang suami.
Bi ina sedari tadi membereskan pecahan piring yang jatuh tadi karena tangan laura yang licin atau mungkin firasat laura yang buruk tentang ruby.
"Ayo ke kamar lagi, atau mau kemana hm?"tanya Alvin
"K-ke kamar"
"Oke, masih kuat jalan?"tanya alvin yang diangguki Laura
Alvin kini menuntun pelan laura kembali ke kamar tadi dia sempat bicara dengan bi Ina agar hati hati saat memunguti pecahan beling yang tersisa.
Tbc.
Karena aku baik hati dan tidak sombong aku up lagi nda papa ya
Mumpung ada ide buat di up kalo nanti nanti bisa ilang lagi deh idenya.
Jangan bosen ya bacanya oke?
Hehe salam damai ya wk wk wk.
KAMU SEDANG MEMBACA
PESONA MAS DUDA
Cerita PendekLaura dan alvino pun bingung. "Tanggal apa pah?" "Tanggal pernikahan kalian berdua"jawab papah "APA!" Laura terkejut
