Maafkan typo yang bertebaran✨️
_______________________________🎀
Dara menatap Razka, lelaki tersebut meminum air putih dengan sekali tegukan.
"Buset kak, enggak usah buru - buru kali" celetuk Dara.
Razka menggeleng.
"Kita harus cepat nemuin Embun sama yang lain, ayo lanjut cari mereka" ajak Razka lalu berdiri dari kursi kantin.
"Eh mas Razka bayar dulu" tegur ibu kantin sambil menunjuk Razka dengan kipas sate ditangannya.
Razka nyengir.
"Iya bu bentar, hehe saya sampe lupa" balas Razka lalu berjalan kearah ibu kantin.
"Setelah si Windi pergi kamu langsung secepat kilat yah dapet gantinya" goda ibu kantin sambil tersenyum meledek.
Razka menggeleng.
"Ibu enggak heran sih, kamu kan ganteng udah pasti banyak yang mau" lanjut ibu kantin.
"Enggak bu, yang ini adek kelas saya" balas Razka yang tidak ingin disalah pahami.
"Halah adek kelas tapi semua makanannya dibayarin kayak enggak biasa" celetuk ibu kantin sambil mengangkat kedua bahunya.
Razka tidak menanggapi ibu kantin, lelaki tersebut langsung menyusul Dara yang sedang mencuci tangan di wastafel depan kantin.
"Ayo dar kita lanjut nyari" ajak Razka.
"Bukannya lo mau ketemu dulu yah sama kak Gama?" tanya Dara sambil memencet sabun cair.
"Tapi Gama mau bahas apaan yah kok tiba - tiba banget mau ketemu gue?" jawab Razka yang malah balik bertanya pada Dara yang sedang menggosok kedua tangannya dengan sabun.
"Pergi aja dulu kak temuin ka Gama, siapa tau ada hal mendesak yang pengen kak Gama omongin sama lo, soal nyari Embun sama yang lain gue mah bisa sendiri jadi lo santai aja kak" jawab Dara memberi saran.
Razka menggeleng cepat tidak menyetujui saran Dara, tujuan dirinya mentraktir Dara adalah agar dirinya bisa ikut terus dalam pencarian Embun.
"Atau gue bales enggak bisa aja kali yah" celetuk Razka lalu melihat ke sekeliling memastikan kantin aman dari guru yang suka menyita ponsel.
"Ya ampun kak ... pergi aja dulu temuin kak Gama, siapa tau yang pengen dia omongin ke lo itu penting" tanya Dara lalu menutup keran wastafel.
"Yaudah gue tanyain dulu" sahut Razka lalu mengetik sesuatu di ponselnya.
"Lo tanya apa?" tanya Dara sambil mengelap tangan ke rok sekolah yang sedang dipakainya.
"Gue tanyain mau ngomong ke gue" jawab Razka.
"Cepet amat dibacanya" lanjut Razka melihat dua centang biru.
"Tuh kan ... kalau cepat dibaca tandanya penting, udahlah mending sekarang lo cepetan samperin kak Gama sana!" kata Dara sambil berkacak pinggang.
"Ntar dul-Eh kata Gama dia pengen ngomongin soal time traveler yang namanya Embun?" kata Razka sambil menatap Dara dengan ekspresi tidak percaya.
Dara menghela nafas, baginya ini bukanlah hal yang harus dikejutkan, bagi Dara sudah sepantasnya Gama tau soal Embun adalah seorang time traveler.
"Dara ... kok lo enggak kaget sih?" tanya Razka yang melihat ekspresi biasa saja dari wajah Dara.
"Gue ikut sama lo ketemu kak Gama, ada hal yang pengen gue tanyain ke dia" kata Dara sambil bersedekap.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝗪𝗮𝗹𝗸 𝗜𝗻𝘁𝗼 𝗧𝗵𝗲 𝗣𝗮𝘀𝘁
FanfictionHidup lagi cape - capenya malah jalan ke masa lalu. By adoreniki
