31. sebenarnya

9 0 0
                                        


2018, Rumah Mentari

Saat ini Aruna, Sabina dan Embun sedang berusaha keras menahan tawa mereka melihat Mentari 2018 sedang membuat video di aplikasi like.

"Udah dong guys ... masa gue mulu yang lo pada liatin, engga adil banget ih" celetuk Mentari yang malu melihat dirinya sendiri di masa lalu.

"Lah kemarin kan gue udah, untung gue dulu gue engga alay kayak elu" sahut Aruna sambil tertawa pelan.

"Sama, gue pemalu banget orangnya jadi engga seru ... boring" kata Sabina sambil menepuk punggung Mentari.

"Gue juga" sahut Embun sambil mengangkat tangannya.

"Halah ... gue penasaran sama masa lalu lo, pasti lo anaknya lebih alay dari gue" celetuk Mentari sambil menunjuk Embun.

Embun mengangkat bahunya.

"Udah ih, mending sekarang kita balik ke tahun 2019 pasti Dara sama Livia pasti udah nyariin kita" usul Embun.

"Kalau mereka nyariin kita pasti mereka udah ngehubungin kita lah ini engga ada, apa mereka berdua udah tenang tanpa kita yang berisik - berisik ini?" tanya Mentari sambil berpura - pura mengelap air mata.

"Dih ... yang berisik itu lo doang yah kita bertiga mah kalem aja" sahut Aruna sambil merangkul Sabina dan Embun.

"Nyenyenyenye" balas Mentari sambil bersedekap.

"Eh tapi iya juga sih" kata Sabina dengan pelan.

"Iya juga sih apaan?" tanya Embun penasaran.

"Biasakan Dara telepati ke kita mulu, ini kok jadi engga ada sama sekali" kata Sabina.

"Jangan - jangan lo pada ada yang lagi marahan sama dia" tunjuk Mentari pada Aruna, Sabina dan Embun.

"Gue engga yah, terakhir kali ketemu Dara dia masih ngelawak" kata Embun sambil mengangkat kedua tangannya.

"Gue juga" sahut Aruna.

"Kayaknya terakhir ketemu Dara, kita berempat masih ketawa bareng" celetuk Sabina sambil memegang dagunya.

"Mungkin aja ada yang engga beres" sahut Embun dengan wajah serius.

"Sehari lagi please, kita pulangnya besok aja" saran Sabina dengan wajah memelas.

"Yaudah deh" ucap Embun dan Aruna bersamaan.

"ASIK" teriak Mentari kegirangan.

Tidak menyianyiakan kesempatan, Mentari pun langsung menghilang dari sana.

"Ya Allah tuh anak kayak jin, langsung ngilang aja" celetuk Sabina.

"Biarin aja" sahut Aruna sambil menggeleng pelan.

"Saatnya menuntaskan rasa penasaran" gumam Mentari sambil tertawa pelan.

Tujuan Mentari saat ini adalah masa lalu Embun, dirinya ingin melihat se alay apa kehidupan SMP Embun agar dirinya bisa membalas ledekan menyebalkan Embun.

Sesampainya Mentari disekolah Embun, gadis tersebut menjentikan jarinya agar tubuhnya transparan dan tidak dilihat oleh orang - orang.

"Oh lagi pelajaran olahraga" gumam  Mentari sangat pelan sambil duduk disebelah Embun 2018.

Mentari menatap Embun disebelahnya lalu beralih menatap segerombolan murid yang sedang berkumpul. Murid - murid tersebut tampak menjauhi Embun yang hanya diam menatap mereka.

"Kapan gue punya teman" guman Embun sambil menunduk.

Mentari yang melihat hal tersebut merasa tidak percaya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 29, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

𝗪𝗮𝗹𝗸 𝗜𝗻𝘁𝗼 𝗧𝗵𝗲 𝗣𝗮𝘀𝘁Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang