"Yon, yon. Emang boleh gak punya status tapi berduaan mulu begitu?" Tanya Gunwook membuat Dion menggeleng.
Ni-ki menatap sinis pada 2 temannya yang sedari tadi menggodanya. Salahnya juga yang tak keluar disaat jam kosong seperti ini.
"Gak boleh lah! Kan bukan pacar. Jangan ya dek ya!" Sahut Dion membuat Kyujin ikut tertawa.
Ni-ki menoleh pada gadis itu. "Lo pihak mana sih, Jin?"
Kyujin menutup mulutnya. "Kenapa, Nik? Gue gak lagi milih kepala daerah kok lo nanya gue di pihak mana?"
Gunwook melotot. "Waduh berat-berat. Jangan bahas soal itu ya, Jin. Yang kita omongin ini tetangga kelas doang kok."
Ni-ki melempar kertas yang sudah ia gulung-gulung pada Dion dan Gunwook. Keduanya lagi lesehan di pojok belakang sama teman-teman yang lain. Ni-ki mager mau gabung soalnya yang dari tadi diledekin ya dirinya. Masa iya dia ikut gabung? Ntar makin jadi si Dion dan Gunwook itu.
Kyujin terkekeh. "Lagian, Nik. Gue juga bingung sama lo berdua. Kenapa gak sekalian pacaran aja sih? Kan sama-sama suka."
"Semua tergantung manset, Jin."
"Manset? Yang biasa dipakai emak-emak abis lahiran itu ya?" Tanya Dion membuat Gunwook menoyor kepalanya.
"Itu genset, bego!"
"Sama-sama bego pantes 1 circle." Ucap Kyujin yang masih didengar Ni-ki.
"HEH! Gue denger ya, Jin!"
Kyujin mendengus. "Mindset, Nik. Mindset! Kok jadi manset sih?!"
"Nah iya, itu pokoknya. Lagian ya yang ngejalanin kan gue dan Eunchae. Kenapa lo semua sibuk banget sih? Emang niat ngerusak hubungan gue sama Eunchae ya?" Tuduhnya membuat Gunwook memandangnya datar.
Kyujin menggeleng sedangkan Dion berlagak muntah. "Merasa raja dan ratu lo, Nik?"
Ni-ki mengangguk. "Kan kalian selalu mengungkit dan ngomongin gue. Se-fenomenal itukah diri gue ini?"
"Ngomong sekali lagi sepatu gue bakal melayang ke muka lo, Nik." Gunwook udah lepas satu sepatunya buat ngelempar Ni-ki yang kini berlari keluar kelas.
Ni-ki terbahak. Ia jadi duduk di depan kelas sambil memperhatikan lorong kelas yang sepi. Iya, emang cuma dia yang lagi di luar soalnya kelas lain ada gurunya semua. Suka bingung Ni-ki tuh, kelasnya sering banget jamkos. Ini guru-guru kayaknya emang pada malas masuk kelasnya soalnya isinya anak bangor semua.
Dapat tugas sih tapi emang semua murid bakal patuh dan ngerjain tugas? Liat aja contoh nyatanya nih. Si Ni-ki yang kini malah penasaran dengan kelas Eunchae. Ia mengintip lewat jendela, berharap Eunchae melihat dirinya tapi yang melihat malah guru yang sedang mengajar. Buru-buru Ni-ki berlari masuk kembali ke dalam kelasnya.
Dion yang baru saja ingin keluar jadi tertabrak Ni-ki yang tiba-tiba masuk. "Ngapain sih lari-larian?!"
Ni-ki yang terpental. Posisinya yang berlari benar-benar tak melihat Dion yang mau keluar. Alhasil ia jatuh terduduk dengan Dion yang juga ikut terduduk. Kalau Dion emang drama aja sih. Dia liat Ni-ki kepental jadi ikut kepental juga biar yang lain bingung mau membela yang mana.
Ni-ki mengusap pantatnya. Ia menatap jengah pada Dion yang kini mengaduh. "HEH! Lo tuh cuma jatuh drama gak usah alay begitu deh!"
Gunwook menggelengkan kepalanya heran. "Lo berdua mending bangun sekarang. Bentar lagi tugasnya harus selesai soalnya mau di setor ketua kelas."
Ni-ki langsung menuju bangkunya. Ia mulai menyalin tugas milik Gunwook. "Tumben lo udah, Wook." Komentarnya tapi dengan tangan yang terus bergerak.
Dion ikut menyalin. Gunwook menepuk dadanya bangga. "Di antara kita bertiga, harus ada yang bisa membuat perubahan di masa depan. Dan orang itu adalah gue."
Dion dan Ni-ki spontan tertawa. "LEBAY!"
🐥 NI-KI 🐥
Eunchae mengikuti Ni-ki menuju parkiran. Sekarang sudah saatnya pulang sekolah. "Beneran gapapa, Nik? Rumah kita gak searah loh."
Ni-ki mengangguk. "Gapapa, Chae. Santai aja."
"Inget banget dah gue dia ogah nganterin lo dulu karena rumah lo jauh katanya, yon." Sindir Gunwook yang kini menuju motornya.
Dion mengangguk. Ia jelas ingat saat itu. Karena kejadian ia hampir terlibat tawuran itu yang membuat perubahan pada dirinya dan Ni-ki.
Ini untung aja parkiran rame karena ada murid-murid lain juga. Kalau gak, udah habis itu Gunwook sama Dion digeplak Ni-ki yang membuat Eunchae jadi tak enak hati.
Eunchae mengambil ponsel di dalam tasnya. "Gue pesen ojol aja ya, Nik?"
Ni-ki menggeleng. "Eh jangan! Udah gapapa, Chae. Gak usah didengerin manusia-manusia suka gibah itu."
Eunchae akhirnya menurut. Sebenarnya, hari ini Jisoo berjanji menjemputnya tapi mama-nya itu tiba-tiba ada urusan mendadak sehingga tak jadi menjemputnya. Eunchae tadinya mau nebeng Woonhak tapi ternyata Woonhak udah janji mau pulang bareng Kyujin karena mereka ingin pergi ke toko buku dulu.
Ni-ki yang melihat Eunchae hanya diam di depan kelasnya jadi menegur gadis itu. Ia menawarkan diri mengantarkan Eunchae pulang dan Eunchae dengan ragu mengiyakan. Tapi ia jadi makin ragu karena Dion dan Gunwook yang dari tadi nyindir-nyindir Ni-ki. Gunwook dan Dion gak jahat kok. Mereka emang suka ngisengin Ni-ki aja.
Gunwook menyalakan motornya dengan Dion yang naik di boncengannya. "Duluan ya, couple tanpa kejelasan."
Ni-ki berlagak ingin melempar helm yang sedang ia pegang membuat Gunwook segera melajukan motornya. Di belakangnya, sempat-sempatnya itu Dion memberi kiss bye membuat Ni-ki merinding sedangkan Eunchae tergelak.
"Temen-temen lo tuh lucu tau, Nik."
"Lucu apaan? Najis begitu."
Eunchae makin tergelak. Ia memukul bahu Ni-ki. Kebiasaan cewek kalau lagi ketawa. Setelah meredakan tawanya, Eunchae menatap Ni-ki yang kini tengah memundurkan motornya. "Sorry ya ngerepotin lo, Nik. Padahal kos lo gak jauh dari sini tapi lo harus nganterin gue pulang. Besok gue bakal bawa motor sendiri."
Ni-ki menggeleng. "Aman, Chae. Ohiya gue baru inget, lo ada motor sendiri. Kenapa gak bawa motor hari ini?"
Eunchae naik di boncengan motor Ni-ki. "Ya itu si mama. Tadi pagi ngelarang gue bawa motor karena dia mau antar jemput gue sekolah hari ini sekalian pulangnya mau ngajak gue keliling."
"Lo mau keliling?"
"Hah?"
"Lo mau keliling gak? Biarpun nyokap lo gak bisa. Lo bisa keliling bareng gue."
Ni-ki mengendarai motornya keluar area sekolah. Eunchae menatap langit sore yang indah. "Lo gak lagi sibuk?"
"Gak kok. Tapi paling gue cuma bisa ajak lo keliling sambil nyemil-nyemil doang. Itu juga kalo lo mau."
Eunchae mengangguk senang. "Mau! Gue mau telor gulung, Nik! "
Ni-ki terkekeh. Ia menatap Eunchae dari spion motornya. Gadis itu bahagia sekali padahal cuma diajak keliling. "Lo juga suka telor gulung?"
"Aduh jangan ditanya. Emang siapa di dunia ini yang gak suka telor gulung, Nik?"
Ni-ki terbahak. "Oke deh kita keliling nyari cemilan ya. Eh itu ada jasuke. Mau gak?"
"MAU!!"
🐥 NI-KI 🐥
H
appy weekend, teman-teman 🤗
Siapa yang suka keliling nyari jajan kayak Chaemura? 🤭
Gak kerasa ya Ni-ki udah mau tamat aja 😌
aku ada kasih clue di part sebelumnya buat new book aku setelah ini. Coba kalian tebak, siapa main cast-nya?
3 part lagi 😜
06.19
01/09/2024
KAMU SEDANG MEMBACA
Nishimura Riki
FanfictionManusia mana yang karena kesepian memilih pergi dari rumah? Ya, manusia 1 ini orangnya. Ni-ki yang kesepian berniat keluar dari rumah untuk mencari orang-orang yang akan meramaikan hidupnya.
