Unhealthy Relationship || Prolog

32.6K 1.2K 26
                                        

Warning!
Part ini mengandung banyak sekali typo!
Happy Reading!
°°°°°

Seumur-umur tak pernah sekalipun ia berpikir akan terjebak dalam lingkaran toksin. Hubungan yang seharusnya harus segera diakhiri dan diselesaikan demi kesehatan mental. Perselingkuhan, kebohongan, serta ancaman sudah menjadi makanan sehari-harinya.

Sudah banyak air mata yang turun hanya untuk meratapi nasibnya yang buruk. Dia selalu mencari cara bagaimana untuk mengakhiri hubungan tidak sehat ini, segala cara dia lakukan namun hasilnya tetap sama— yang ada nyawanya dalam bahaya.

Dia seakan-akan melempar dirinya sendiri ke kandang singa— Ravindra Naziel Shankara, namanya. Seorang remaja delapan belas tahun yang hidupnya semakin berantakan setelah dia memutuskan menjalin hubungan bersama laki-laki blasteran, yaitu, Galenio Jay Pradipta.

Canvas hitam diterangi tara yang tampak kecil serta sinar chandra. Di sebuah gang sempit yang jarang dilalui oleh warga, terdengar suara rintihan sakit seseorang.

BUGHH!

Pukulan kencang dari suatu benda yang dilayangkan pada sesuatu yang keras dan padat terdengar sangat jelas, kilatan api amarah begitu kentara di kedua netra elang Jay. Raut wajahnya terlihat tak menyimpan sedikitpun rasa kasihan, kondisi tubuh orang yang dia berikan penderitaan sangat perihatin.

"Masih dipertanyakan letak salah lo di mana?" gertak Jay marah, dadanya kembang kempis. "Lo udah deketin Ravin, anjing! Lo deketin dia, lo udah bikin dia ketawa, lo— ah! Bastrad! Lo gak diizinkan untuk ada dideket dia, apalagi sampai ngajakin ngobrol." Suaranya meninggi seiring kata yang terucap, rahangnya mengeras dengan tangan yang terus bekerja mengayunkan tongkat baseball pada orang itu.

Kemarahan dan rasa tidak terima benar-benar menguasai dirinya, "G-gue— akh? Gue gak deketin dia. Gue cuman dapet amanah dari guru buat sampein tentang Olimpiade— AKH! BERENGSEK!" Kayu yang telah di desain sedemikian rupa diayunkan pada kepalanya; dalam hitungan detik, kesadaran remaja itu direnggut paksa.

Lelaki berwajah tampan dan penuh pukau itu berjongkok dengan salah satu lutut sebagai tumpuan, dia menepuk rahang pemuda itu dengan tongkat baseball. Sudut bibirnya tertarik mengulas senyum miring, lalu berkata, "Apa pun alasannya, gue gak peduli." Setelahnya, Jay berdiri, dia membuat tongkatnya itu asal, kemudian, merapikan kembali pakaiannya yang sedikit berantakan.

"Jangan khawatir ... bukan lo doang yang bakal kayak gini. Tapi, guru yang udah suru lo juga akan mendapatkannya."

Dengan santai, seolah insiden ini semua bukan ulahnya— Jay beranjak pergi dari sana tanpa ada niat untuk membawa remaja itu ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Tempat ini tidak ada satupun CCTV, jikalau ada, Jay tak peduli. Sampai kapanpun, ia tidak akan pernah mendekam di balik jeruji besi akan segala perbuatan kriminal yang sudah tangan serta kakinya lakukan; itu karena, ayahnya, tidak akan membiarkan itu terjadi.

Jay menundukkan kepalanya, cahaya yang berasal dari layar gadget menyoroti wajahnya yang datar tanpa ekspresi. Matanya terus memandang sebuah foto di sana— yang menunjukkan gambar Ravin yang sedang tidur lelap— yang ia ambil diam-diam.

Salah satu jari telunjuknya bergerak mengusap rupa indah kekasihnya, "Gue akan selalu kasih pelajaran pada orang-orang yang berani deketin lo sekalipun orang penting." Dia bergumam pelan. "Lo cuman punya gue. Sampai kapanpun, lo gak pernah bisa pergi dari hidup gue dan lo ..."

Senyumnya semakin lebar. "Harus nurutin semua perkataan gue. Gak usah ngebantah kalau lo masih pengen hidup—" Jay menggantungkan kata-katanya, tatapan matanya seketika menatap foto dengan remeh.

"No, no, no. Lo gak boleh mati. Sampai kapanpun lo harus hidup karena gue gak akan biarin lo mati dengan cepat. Terkecuali, gue mati, dan lo juga harus mati." Semilir angin menyapu iblis tampan ini begitu sejuk. "Camkan itu, Ravindra."

To Be Continued
03 September 2024

Unhealthy Relationship ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang