Unhealthy Relationship || Eighteenth

8.5K 494 32
                                        

Warning!
Part ini mengandung banyak sekali typo!
Happy Reading!
°°°°°

Kilatan cahaya putih bergerumuh hebat di jumantara malam yang menjatuhkan setiap rintiknya, angin melintas kencang diselingi hawa dingin. Berdiam diri di balik selimut serta pakaian tebal rasanya tidak cukup jika hanya menghangatkan tubuh dari luar saja, kepulan asap yang berasal dari gelas beling itu masih cukup untuk menghangatkan tubuh dari dalam.

Suara petir terdengar terus saling bersahutan tanpa jeda barang semenitpun. Lampu yang tidak dinyalakan sepenuhnya membuat tempat itu terlihat remang kurang pencahayaan, gorden terus tersingkap seiring kencang nya angin yang masuk ke dalam melalui celahan lubang kecil.

Di tempat ini tidak terdapat banyak barang sebagai pajangan atau hiasan, di ruang tengah terdapat dua orang laki-laki berbeda usia tengah duduk di atas empuknya sofa berwarna cream. Salah satu dari mereka terlihat begitu kacau, dilihat dari raut wajahnya lelaki itu seperti sedang menanggung beban yang sangat berat.

"Gue udah sering ingetin lo, Jay. Jangan gegabah dalam bertindak hanya untuk kesenangan sementara," ucap seseorang yang duduk tidak jauh dari posisi orang yang dipanggil Jay.

Dia yang tak lain adalah Harland. Seseorang yang selama ini bekerja dibawah naungan Jay untuk mencari seseorang dan lainnya, "Liat sekarang, perlahan dari setiap ulah yang lo buat membuahkan hasil. Kalau kayak gini caranya, lo bukan balas dendam, tapi lo nge lampiaskan ke orang yang gak ada sangkut pautnya sama sekali," sambung Harland.

Asap nikotin menghembus ke luar melalui kedua lubang hidung, kedua mata tajam Jay yang sebelumnya memandang lantai kini beralih menatap Harland. Dia berdecih pelan, "Lo gak usah ikut campur sama urusan gue! Gak usah sok tahu!" sentak Jay sarkas.

Mendengar itu, Harland menaikkan sebelah alisnya lalu terkekeh kecil. "Itu emang bukan urusan gue, terserah lo mau bilang apa, Jay. Sependapat lo aja, gue cuman nasehati lo, gue gak ada maksud lain selain itu," balas Harland, ia terlihat santai dalam menghadapi Jay dengan kondisi seperti ini meskipun--- akan ada kata-kata lelaki itu yang membuatnya terdiam dan tidak bisa membantah.

"Dendam sih dendam. Tapi lo dendam ke orang yang salah, Jay, lo libatin Ravin yang gak tahu apa pun. Jangan hanya karena wajah mereka mirip, lo jadi berpikir pendek. Lo bertindak tanpa cari tahu lebih dalam lagi akar masalahnya, suatu saat kalau semua kebenaran terungkap gue berharap lo nyesel sedalam-dalamnya sama perbuatan lo selama ini." Harland melanjutkan perkataannya, dia mengambil salah satu gelas yang berisikan kopi panas dan meniupnya beberapa saat.

Sudut bibir Jay tersungging, dia menyenderkan punggungnya ke headboard sofa kemudian bersedekap dada serta menumpukan salah satu kakinya ke kakinya yang lain. "Nyesel?" Dia tersenyum smirk. "Dalam prinsip, Jay, gak akan pernah ada kata menyesal, karena apa? Karena yang semua gue lakuin itu udah bener." Pria blasteran itu berkata dengan nada angkuhnya dan terdengar sangat meyakinkan di telinga Harland.

"Lo tadi bilang apa? Gue gak cari tahu dulu sebelum bertindak? Tcih, omong kosong! Lo gak tahu apa pun soal masalah gue, Harland," decih Jay.

"Roda waktu terus berputar, Jay, buat sekarang mungkin lo ngomong enggak tapi gak tahu ke depannya bakal kayak gimana. Siapa tahu ke depannya lo bilang ... Iya," ujar Harland.

"Gue emang gak tahu sepenuhnya soal masalah lo tapi, lo selalu minta gue buat cari tahu, kan? Seenggaknya, setengah? Atau mungkin seperempat? Gue tahu masalahnya seperti apa," sambungnya, dia mematikan rokok yang dia hisap ke asbak yang tersedia.

"Jay, kalau boleh gue minta sesuatu sama lo, ini juga demi kebaikan lo ke depannya----" Harland menjeda perkataannya terlebih dulu, ia mendongakkan kepalanya menatap tepat pada kedua manik tajam itu. "Buang dendam lo jauh-jauh, turunin kalau perlu singkirin ego lo. Gue tahu lo cinta sama Ravin cuman ketutup sama ego lo aja. Lo cowok dominam, kan? Udah semestinya lo tahu sama apa yang harus lo lakuin."

Unhealthy Relationship ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang