Unhealthy Relationship || Seventeenth

8.2K 507 27
                                        

Warning!
Part ini mengandung banyak sekali typo!
Happy Reading!
°°°°°




Weekend, adalah hari yang ditunggu-tunggu lebih dari sejuta umat manusia yang hidup dibumi. Di saat weekend tiba, mereka dapat melakukan apa pun yang mereka mau tanpa gangguan. Semilir angin di siang hari terasa sejuk, cuacanya pun terlihat mendukung untuk bersantai. Di halaman belakang rumah mewah dan merah terdapat seorang wanita berpakaian santai sedang berjemur di dekat kolam renang.

Ditemani jus jeruk serta camilan ringan lainnya sebagai hidangan. Tidak lama kemudian, datang seseorang yang berusia di bawahnya. "Kak," panggil orang itu sambil mempercepat langkahnya.

Sang empu menoleh, memandang adik sepupunya yang hampir sampai. "Apa?" tanyanya, dia Aleeya dan orang yang menghampiri nya itu bernama Aleetta.

"Kakak liat gelang aku gak yang samaan kayak Abang Shaka?" tanya Aleetta.

Mendengar itu, Aleeya mengerutkan dahinya beberapa saat kemudian menggeleng menjawab pertanyaan Aleetta. "Gelang yang mana? Gelang kamu yang samaan kayak Abang itu ada dua." Aleeya bertanya balik.

Memang, Aleetta dan Shaka--- si sulung Maxton itu pernah membeli gelang yang sama begitupun dengan dirinya yang turut dibelikan bermaksud agar tidak terjadi sesuatu yang tak diinginkan. "Yang itu loh, Kak! Yang 2 bulan lalu Abang beli, yang gantungan nya sayap," ungkap Aleetta.

"Punya aku hilang, aku baru sadar kalau gelang itu gak ada," lanjutnya.

"Coba kamu inget-inget lagi, di mana terakhir kali kamu simpen gelang itu," tutur Aleeya.

Dia mengambil gelas bening yang berisikan cairan oranye, tiba-tiba saja lidahnya terasa pahit lagi padahal beberapa menit lalu ia baru saja selesai menegak nya. Aleeya meminum jus jeruknya sembari mendengarkan dengan baik setiap kata yang keluar dari bibir Aleetta. "Seingat aku, waktu itu pernah aku lepas di sekolah, Kak, terus aku masukin ke saku rok. Pas di rumah aku coba cari, gelang itu enggak ada di sana. Waktu itu aku gak ambil pusing, mungkin aja aku udah taruh gelang nya ditempat biasa dan aku lupa kapan simpen nya." Aleetta mulai bercerita awal mulai kenapa gelang miliknya bisa hilang, ia ceritakan sesingkat mungkin namun dapat dipahami dengan baik oleh Aleeya.

"Tapi, tadi aku cari lagi buat nanti sore aku pake ternyata gelangnya enggak ada di tempat biasa, aku udah cari juga ke tempat penyimpanan aksesoris lainnya tapi tetep aja gak ketemu." Aleetta menarik napasnya dalam sebelum menghembuskannya perlahan, wajah cantik perempuan itu terlihat kusut. "Siapa tahu, Kakak pernah temuin gelang itu, kan?" sambungnya.

Aleetta berharap Kakak sepupunya itu mengiakan pertanyaannya. Karena sungguh, gelang itu adalah gelang favoritnya dari sekian banyak gelang yang dia punya. Aleetta sangat menyukai modelnya meskipun terlihat biasa saja jika dilihat dari segi mana pun, namun sayang, jawaban Aleeya tidak sesuai dengan apa yang dikepalanya.

"Enggak, Kakak gak pernah liat. Mungkin aja gelang nya jatuh ditempat lain?" terkanya. Aleeya mendongak, menatap wajah adik sepupunya yang sudah pasrah. "Kalau kamu pengen banget pake gelang itu, ambil punya Kakak di kamar," suruh nya.

Aleetta menggeleng bermaksud untuk menolak. "Gak usah, Kak, aku bisa pake yang lain. Ya udah, kalau emang Kakak gak liat, gak apa-apa, aku ke dalam lagi," imbuh Aleetta, setelah mengatakan itu, ia berbalik badan beranjak pergi dari sana.

Aleeya menghela napas pelan, ia kembali pada posisi semula sebelum Aleetta datang. Kedua mata indahnya memandang langit biru, "Kamu masih aja ceroboh, Aleetta."

°°°°°

Awang-awang tampak begitu cerah, burung-burung mengepakkan sayapnya dengan bebas di atas sana tanpa larangan dari induknya. Cuaca panas seperti ini membuat tenggorokan terasa kering dan ingin merasakan yang segar serta dingin. Di sebuah ruangan sempit yang hanya mengandalkan cahaya dari api lilin itu terlihat punggung tegap seseorang yang memandang sebuah pigura.

Unhealthy Relationship ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang