Unhealthy Relationship || Forteenth

7.9K 472 29
                                        

Warning!
Part ini mengandung banyak sekali typo!
Happy Reading!
°°°°°

Jay tidak menanggapi apa pun lagi setelah mendapat balasan dari Harland

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jay tidak menanggapi apa pun lagi setelah mendapat balasan dari Harland. Saat ini ia berada di rumah tepat di kamarnya tengah bersiap. Malam ini Jay akan pergi bersama teman-teman nya selain Marva, ia melihat penampilannya dari atas sampai bawah melalui cermin full body.

Setelah di rasa oke, segera Jay mengambil kunci mobil dan dompetnya. Ia keluar kamar sembari berjalan santai menuruni anak tangga satu persatu, di ruang tengah terdapat kedua orang tuanya.

Waktu mereka sedang senggang makanya ada di rumah dan tidak pergi kemana pun. Mami Jay menyadari penampilan putranya yang sudah rapi pun segera bersuara, "Jay, mau pergi kemana?" tanyanya.

Pertanyaan sang Mami berhasil menghentikan langkahnya menuju pintu utama. "Main ke luar sama temen," jawab Jay. Seusai mengatakan itu, ia melanjutkan langkahnya begitu saja tidak memedulikan dengan tanggapan kedua orang tuanya.

30 menit kemudian, Jay sampai di depan sebuah bangunan berlantai dua yang terlihat  ramai pengunjung. Ia keluar dari dalam mobilnya, bangunan yang tak lain adalah Cafe, cukup terkenal di daerah tempat tinggalnya.

Jay melangkah masuk ke dalam, teman-teman nya pasti sudah menunggu apalagi ia datang telat beberapa menit dari yang di janjikan. Penyebabnya ialah Ravin sendiri, sebelum pulang ia memastikan kekasihnya makan malamnya dan meminum obat serta membantunya memberikan salep pada lukanya.

Seharian ini sudah cukup Jay menghabiskan waktu bersama Ravin tanpa pertengkaran yang kerap kali terjadi. Ia mengedarkan pandangannya mencari meja yang di tempati oleh teman-teman nya, mereka bilang ada di lantai dua dengan nomor meja 60.

Bukannya mendapatkan apa yang dia cari, justru pandangan Jay berhenti pada salah satu objek yang beberapa hari lalu ia temui kehadirannya secara tak sengaja. Jay terdiam sejenak, kedua matanya menatap intens perempuan itu yang tertawa lepas bersama temannya.

"Bro! Ngapain lo berdiri di sini kayak anak hilang?"

Seseorang menepuk bahunya membuat Jay tersadar dari lamunannya, dia menolehkan kepalanya ke sumber suara sebelum mendengus pelan. "Nyari meja yang lo maksud," katanya membuat remaja itu ber oh ria.

Dia bernama Devangga, yang sering di sapa Devan. "Ayo, Jean sama Aden udah nunggu dari tadi," ajak Devan, dia melangkah lebih dulu.

Jay mengikutinya, sesekali sudut matanya melirik ke objek yang sebelumnya dia lihat kemudian kembali memandang ke depan. "Lo baru datang juga?" Jay kembali bersuara melontarkan pertanyaan saat menyadari kehadiran Devan beberapa saat lalu.

"Enggak, gue udah datang dari tadi. Tapi gue pergi dulu ke toilet, biasalah ada panggilan alam," ucap Devan. Jarak beberapa meter lagi mereka akan segera sampai ke meja nomor 60 yang sudah terisi kan 5 orang, 2 laki-laki dan 3 perempuan.

Unhealthy Relationship ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang