Unhealthy Relationship || Twenty Four

5.4K 298 13
                                        

Warning!
Part ini mengandung banyak sekali typo!
Happy Reading!
°°°°°

Hari ini ialah hari weekend, pada pukul 9 Jay baru saja membuka kedua matanya. Ina yang menerobos masuk ke dalam melalui celahan gorden yang tersingkap cukup mengganggu tidurnya. Remaja lelaki itu segera bangun dari posisinya, sebuah masker oksigen terpasang apik di wajahnya.

Ketika pulang, ia pikir kedua orang tuanya sudah tidur namun nyatanya belum, mereka masih terjaga menunggu kepulangannya. Jay pulang dengan napas yang tersenggal, setiap kali dia manarik udara dadanya terasa sakit bahkan hampir pingsan. Kedua orang tuanya segera bertindak cepat, awalnya mereka ingin membawa Jay ke rumah sakit namun anaknya itu keras kepala tidak ingin dibawa ke sana.

Alhasil, Papi Jay segera menghubungi Dokter pribadi untuk memeriksa keadaan putranya lebih lanjut. Membutuhkan waktu beberapa menit agar orang berprofesi Dokter itu sampai ke kediamannya dengan alat yang dibutuhkan setelah Papi Jay mengatakan ciri-ciri yang dirasakan oleh anaknya.

Tabung oksigen dengan troli khusus agar memudahkan perawat membawanya itu didorong cepat ke sebuah kamar yang berada di lantai bawah, Jay tidak bawa pergi ke kamarnya melainkan ke kamar tamu supaya memudahkan mereka.

Jay menyentuh wajahnya yang terasa tidak nyaman, dia mencoba melepaskan benda yang menutupi mulut serta hidungnya namun suara seseorang menghentikan aksinya. "Jangan dibuka, Jay. Kamu masih membutuhkan itu sampai napas kamu kembali normal." Mami Jay datang kembali untuk memastikan kondisi putranya.

Dia berjalan mendekat ke arah Jay dan duduk di tepi kasur. "Gimana? Dada kamu masih terasa sakit?" tanya maminya.

Jay menggelengkan kepalanya. Bohong! Sejujurnya, dadanya masih sakit tetapi hanya sedikit, ia menjawab seperti itu bukan tanpa alasan. Jay ingin benda ini segera dilepaskan, jika ia berkata jujur mungkin masker ini tidak akan dilepaskan dengan cepat.

"Benar? Kamu gak bohong, kan?"

"Enggak."

Wanita itu mengangguk percaya, dia membantu melepaskan tali yang membuat masker oksigen itu terpasang sempurna tanpa menyentuh maskernya kemudian merendamnya di sebuah air putih yang tersedia di atas nakas. Helaan napas lega Jay rasakan, rasa sakit di dadanya yang masih terasa ia abaikan.

"Jay, Mami mau tanya sesuatu sama kamu. Tolong, kamu jawab jujur," pinta Mami Jay.

Jay diam tidak menjawab ataupun merespon, dia menunggu lanjutan perkataan sang Mami. "Semalam kamu habis berantem sama siapa? Di luar sana kamu punya musuh? Dokter bilang penyebab kamu susah bernapas itu karena benturan kuat di dada kamu, dibuktikan dengan lebam yang ada di sana. Wajah kamu juga bonyok," lanjut Mami Jay.

"Jay gak punya musuh, semalam waktu mau pulang Jay di hadang orang asing terus kami berantem." Mendengar jawaban dari anaknya entah mengapa ia merasa tidak puas. "Kalau gak punya musuh kenapa kamu bisa di hadang orang asing?" tuturnya.

Lelaki itu mengedikkan bahunya. "Gak tahu," balas Jay.

Mami Jay menghela napas pelan, dalam sekejap kedua matanya menatap serius ke arah Jay. "Jay, Mami ada 2 permintaan sama kamu, tolong kamu turuti, ya? Pertama, kalau kamu punya masalah dengan siapa pun itu segera selesaikan baik-baik, jangan pake emosi dan memperbesar masalah. Kedua, jangan terlalu boros sama pengeluaran, mulai sekarang kita harus bisa hemat karena perusahaan Papi sedang banyak masalah. Kamu paham, kan, maksud Mami?"

°°°°°

°°°°°

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Unhealthy Relationship ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang