chapter 30

919 136 16
                                    

Satu Minggu setelahnya, Jungkook
mendapatkan kabar kalau salah
satu teman dekatnya, Mingyu, tengah
berbahagia setelah mengumumkan
kelahiran anak keduanya. Dia pergi ke
rumah sakit mengunjungi Mingyu dan istri untuk memberi selamat serta hadiah.

"Dapet anak cewek, Gyu? Pasti dia pinter
nih, gak kayak kamu' candanya dan Mingyu pun tertawa terbahak-bahak mendengar itu. Dia bercerita betapa dia semangat sekali dengan kelahiran anaknya ini. Mingyu pasti sangat senang karena kini telah mendapatkan anggota baru dalam keluarganya.

"Aku nunggu banget dapet anak cewek,
kapan lagi kan ikut pesta minum teh
bareng temen Barbie nya, hahahaha."

Jungkook tersenyum kecil, dia menggendong anaknya Mingyu dengan rasa kagum. Dia juga sangat ingin punya anak perempuan, tapi sayangnya dia dan Seokjin belum diberi kesempatan untuk kembali memiliki momongan. Entah kapan harapannya terwujud.

"Kenapa gak ngajak Jinnie sama Soobin,
Jung? Biasanya kamu bareng mereka.

"Aku abis dari kantor, jadi langsung aja
mampir ke sini buat jenguk keluarga
kamu. Tapi nanti aku kabarin seokjin.." jawabnya.

Jungkook menyerahkan bayi perempuan itu kepada Mingyu. Jangan sampai rasa iri membuat dia menuntut Seokjin untuk lekas hamil. Meski jauh di dalam hati Jungkook masih terbesit ketidaksabaran untuk mendengar kabar kehamilan istrinya, dia tidak akan marah atau menunjukkan sikap kecewa. Jungkook tidak mau membuat istrinya stres.

"Ya udah, aku balik duluan ya? Nanti
kabarin lagi kalo kalian udah dibolehin
pulang ke rumah jadi nanti aku ajak jinnie sama Soobin buat mampir."

"lya, salam buat Jinnie ya," ucap istri Mingyu sambil tersenyum kecil.

"Oke, Mingyu, aku balik dulu."

"lya, Jung. Makasih ya."

Jungkook pun melangkah keluar dari ruang perawatan. Dia berjalan dalam diam sambil sesekali melirik ke sekitarnya. Ada beberapa orang hamil dan suami mereka yang berlalu-lalang bahkan Jungkook tidak sengaja melewati ruangan di mana bayi-bayi baru saja dilahirkan.

Dia berhenti sejenak, menatap ke balik
kaca itu untuk melihat bayi-bayi di sana. Seokjin pasti sangat menginginkan untuk punya anak, istrinya terlihat sedih dan kecewa. Mereka selalu berkonsultasi setiap bulan, tapi dokter selalu mengatakan bahwa keduanya sehat.

"Hah... Kayaknya aku mesti lebih
sering berdua sama Jinnie. Aku emang
sibuk banget sama urusan kantor"
keluhnya.

Jungkook kembali melanjutkan
langkahnya menuju parkiran. Dia sadar
kalau beberapa Minggu belakangan
ini, dia disibukkan dengan pekerjaan.
Dia jarang sekali menghabiskan waktu
bersama istrinya, mungkin karena itulah
program hamil yang mereka jalani sedikit terganggu apalagi Seokjin yang sibuk mengurus Soobin.

Jungkook sedang tidak bersemangat sekali, mood nya seperti naik turun saat ini dan dia penuh kebimbangan.
Sesampainya di rumah, Jungkook melihat ada sebuah mobil yang terparkir di sana. Dia yang penasaran lantas dengan segera masuk ke dalam rumah untuk melihat siapa yang bertamu.

"Aku pulang."

"Jungkook? Kebetulan kamu udah pulang. Yoongi lagi di sini, ada yang mau dibahas katanya."

Jungkook mengangguk kecil. Dia ikut duduk di samping istrinya dan menunggu apa yang ingin Yoongi sampaikan.

"Jadi gini, soal agensi modeling yang ada di bawah kuasa perusahaan Jeon.
Saat ini kan pengelolanya udah mutusin
buat stop karena dia mau buka usaha
di tempat lain jadi untuk saat ini belum
ada yang menggantikan posisi dia. Aku
bermaksud untuk mengusulkan Jinnie
sebagai pengurus baru, berhubung itu
juga masih bagian dari Jeon kan?
Aku minta persetujuan kamu juga, Jungkook," jelas Yoongi.

Married without loveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang