spesial chapter

1.7K 144 18
                                        

Di hari Rabu malam, tepatnya di bulan
Desember, bayi kembar Seokjin dan Jungkook akhirnya dilahirkan. Hari itu, Jungkook sangat panik begitu istrinya mengerang sakit ingin melahirkan. Dia membawa Seokjin dengan mobil dan mengendarainya sangat cepat menuju rumah sakit. Untungnya Jungkook sudah menyiapkan kamar perawatan seminggu sebelum hari kelahiran bayi kembarnya sehingga dia tidak perlu susah payah mengurus hal lain lagi.

Rasa cemas, lelah, dan gugup bercampur aduk di dalam hatinya. Dia tidak pernah suka dengan rumah sakit apalagi istrinya harus dioperasi. Jangan tanya bagaimana pucat wajahnya, menunggu tanpa kepastian bagaimana keadaan istri dan dua bayi mereka di dalam ruang operasi. Yang bisa Jungkook lakukan adalah berdoa untuk keselamatan istri dan anak-anaknya.

Namun, penantian panjang penuh
ketegangan akhirnya terbayarkan dengan kelahiran dua bayi gembul yang sehat tanpa kekurangan sedikitpun. Seokjin juga berhasil melalui masa berat dan perlahan stabil.

Keluarganya satu persatu berdatangan,
Woo bin dan Min ah adalah yang paling
cemas bahkan Min-ah sempat menangis. ia sangat khawatir dengan keselamatan Seokjin di dalam ruang operasi.

Malam itu, rasa cemas perlahan
digantikan bahagia karena dua bayi
kembar sepasang telah hadir mewarnai
keseharian hidup mereka.

"Istirahat, Jin. Aku tau kamu capek
banget" ucap Jungkook. Jam di dinding
menunjukkan pukul tiga pagi di mana
Seokjin tiba-tiba membuka mata dan
memanggilnya.

Jungkook mengusap puncak kepala
istrinya, diciumnya kening Seokjin lalu
membenarkan letak selimut di tubuhnya.

"Aku kira tadi udah pagi" balasnya dengan Suara serak. Jungkook tersenyum kecil, istrinya pasti sudah tidak sabar bertemu dengan si kembar yang masih berada diruang perawatan bayi.

Dia menggenggam erat tangan Seokjin,
mengelus lembut punggung tangannya
yang sedikit dingin.

"Gak apa-apa, kamu.istirahat dulu. Pagi nanti, si kembar bakal dianter ke sini," ucapnya.

Iris coklat Seokjin menatap ke sofa
panjang di kamar VIP itu demi melihat
putra sulungnya yang terlelap di atasnya. Soobin bahkan tidak ingin ditinggal, dia tetap ingin bersama Daddy dan Mommy nya.

Melihat wajah lelah Jungkook, dia sadar
kalau suaminya pasti belum tidur karena menjaganya sedari tadi.

"Kamu istirahat juga, sayang" pintanya.

Jungkook memberinya seulas senyum
tulus, dia mengusap pipi Seokjin dan
mengangguk. Di saat lelah pun, Seokjin
masih mengkhawatirkan dirinya. Bagaimana mungkin Jungkook bisa
menyakiti hati sebaik Seokjin ?

"lya, setelah kamu tidur, aku juga bakal
tidur"

Seokjin kembali memejamkan mata, rasa kantuk menyerangnya dan memaksa dia untuk lekas tertidur. Tidak sabar dia bertemu dengan dua bayinya, mereka pasti juga ingin merasakan dekapan dari Seokjin.

Seperti ucapan Jungkook saat fajar,
perawat membawa dua books bayi ke
kamar perawatan Seokjin. Begitu melihat bayi-bayinya, Seokjin tiba-tiba menangis terharu. Dia menantikan kehamilan kedua setelah satu tahun menunggu dan akhirnya dia bisa melihat bayi-bayinya sekarang. Dia sangat bersyukur sekali karena telah diberikan anugerah seperti ini.

"Oh sayang... Liat muka kalian mirip
semua sama Daddy " ucap Seokjin sembari mendekap bayi lelakinya yang tertidur sambil menyusu, sedangkan Jungkook tengah mendekap bayi perempuan mereka.

" Mommy, ini adek Cobiin yaa?" Soobin yang duduk di atas kursi samping Seokjin  dengan antusias melihat adik bayinya.

Seokjin menatap putranya dengan sayang lalu mengangguk.

Married without loveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang