chapter 15

1.7K 189 27
                                        

Min-ah tersenyum lebar saat melihat mobil yang ditumpangi seokjin telah sampai di pekarangan rumah siang itu. Dia lekas menghampiri putra sulungnya itu kemudian memeluknya erat. Dia sangat rindu dengan seokjin, maka dari itu dia tidak akan melewatkan momen berharga seperti ini.

"Kami semua kangen banget sama kamu, Jinnie! Huh, jadi bener ya kamu mau nyusul Jungkook ke Sydney? eomma dengar dari eomma jiwoon kalo kamu bakal ke sana," tanya min-ah.
Dia berjalan masuk ke dalam rumah bersama seokjin karena yang lain
juga sudah menunggu.

"lya, Ma. Beberapa hari lalu jungkook nyuruh jinnie buat nyusul dia ke sana. Jadi besok bisa berangkat" jawabnya.

Ini adalah saat-saat yang ditunggu oleh seokjin. Dia tidak sabar bertemu dengan suaminya di Sydney. Sebulan lebih berpisah, dia begitu merindukan Jungkook apalagi kini dia mengandung. Hal itu membuat seokjin semakin merindukan suaminya.

"'Syukurlah kamu sehat-sehat aja selama di Seoul. Malem ini nginep di mana? Rumah mertua kamu atau di sini?" Seokjin yang duduk di sofa berseberangan dengan ayahnya lantas menggeleng.

"Jinnie gak nginep di rumah eomma jiwoon dan appa Soohyun. Jadi malem ini nginep di sini.." jawabnya.

Min-ah dan woo bin tidak menolak keberadaan putranya di sini. Mereka berdua senang karena jungkook
mengajak seokjin pergi ke sana, itu
artinya hubungan mereka punya sedikit
kemajuan.

Seokjin pamit lebih dulu ke dalam kamar lamanya. Dia ingin beristirahat sejenak karena perjalanan dari Seoul ke Busan sangatlah melelahkan apalagi dia pulang menaiki mobil bersama Hoseok.

Di pagi harinya, seokjin dibantu Taehyung membawa koper ke dalam mobil. Dia akan pergi cukup lama sampai jungkook wisuda nanti, jadi semuanya telah seokjin bawa.

Seluruh keluarganya pergi mengantar
dirinya begitu pun dengan jiwoon dan Soohyun yang menyusul di bandara. Mereka juga senang sekali karena seokjin bisa tinggal bersama Jungkook di sana.

"Kamu baik-baik ya di sana, nak? Kalo
Jungkook gak kasih makan, bilang ke eomma," ucap jiwoon sembari mengecup kedua pipi anak menantunya tersebut.

seokjin tertawa kecil dan mengangguk, Jungkook bukan lelaki seperti itu meski belum mengakui cintanya. seokjin bisa bertahan dengan pria seperti Jungkook.

"lya, Ma. Makasih, jinnie bakal kangen
eomma jiwoon di sini"' balasnya. Dipeluknya sang ibu mertua dan meminta yang terbaik selama ia di sana.

Seokjin juga berpamitan dengan kedua
orang tuanya, dia berkata bahwa ia akan kembali jika saatnya sudah tepat.
Beberapa saat kemudian, akhirnya seokjin pun masuk ke dalam pesawat. Perjalanan akan sangat panjang, tapi sangat bernilai sekali. jungkook sudah diberi kabar bahwa keberangkatannya ke Sydney adalah pagi ini, seokjin yakin suaminya sudah menunggunya juga.

Seokjin menyentuh perutnya yang masih rata, dia tidak tahu bagaimana ekspresi jungkook nanti saat tahu kalau dirinya
tengah hamil bayi mereka.

***

Jungkook sekali lagi melirik jam di
tangannya. Dia menunggu dengan
gelisah di area penjemputan. Jungkook
mengaku kalau dia tidak sabar bertemu
seokjin, sebulan adalah waktu yang cukup panjang untuknya terpisah dari seseorang yang selalu berada di sisinya itu.

Dia melirik ke setiap arah, banyak
orang-orang yang juga menunggu
kedatangan keluarga mereka tapi bedanya hanya jungkook yang cemas. Dia terlalu banyak berpikir sehingga membuatnya khawatir terus-menerus.

Senyum lebar Jungkook tercipta begitu dia melihat istrinya yang berjalan sedikit
bingung seperti mencari seseorang.
jungkook dengan segera melambaikan
tangannya dan untung saja seokjin cepat mengenalinya sehingga kini seokjin mulai berjalan cepat ke arah Jungkook tak lupa dengan senyum tak kalah lebar yang menghias wajah cantiknya.

Married without loveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang