chapter 1

4.3K 197 35
                                        

Author POV

Kim Seokjin namja cantik yang memiliki sikap periang dan hangat. Kecantikannya membuat ia mudah dikenali oleh setiap orang yang mengenalinya sedari kecil. Namun, di balik kecantikan yang ia punya, seokjin adalah seorang namja yang manja. Dia mudah sekali marah pada hal kecil yang membuat ia kesal. Meski begitu, dia tetap menjadi kesayangan kedua orangtuanya.

Tok!

Tok!

"Jinnie, bangun! Ini udah pagi kamu bakal telat ke sekolahnya!" seokjin menggeliat pelan begitu suara melengking eomma nya mulai terdengar di Senin pagi yang menyebalkan. namja berusia 18 tahun itu lantas bangun dan merenggangkan otot tubuhnya yang terasa kaku karena tidur tanpa mengubah posisi.

"lya, eomma. jinnie udah bangun"' balasnya dari dalam kamar. Dia dengan segera mengambil handuk, masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.

kemudian memakai seragam SMA yang sudah disiapkan diatas meja bulat di kamarnya.

seokjin bercermin di depan kaca seluruh badan, dia memutar tubuhnya beberapa kali, juga melirik ke arah dada dan bokongnya yang menurut sahabatnya sudah cukup untuk membuat para lelaki dominan di sekolah mereka bertekuk lutut.
Dia tidak pernah berpikiran seperti itu,
justru seokjin tidak ingin ada pria yang menatapnya mesum.

"Perasaan ini baju longgar deh, tapi kok kayak sempit sih? Aneh banget", rutuknya. Setelah merasa siap, namja itu kemudian melangkah keluar kamar untuk menemui keluarganya di ruang makan. Terlihat eomma nya sibuk mondar-mandir menyiapkan sarapan.

"Pagi Ma, Pa."

"Pagi, sayang. Ayo sarapan dulu sebelum berangkat"' sahut Tn.Kim, Dia tersenyum pelan melihat putra sulungnya yang duduk dan memakan sarapan.

seokjin sekarang sudah berumur 18 tahun, ini adalah tahun yang sangat menentukan masa depan karena dia akan memulai perkuliahan. Namun, sampai hari ini Ny.Kim dan Tn.Kim belum mengetahui kemana seokjin hendak kuliah. Putra sulung mereka selalu menggeleng tidak tahu ketika ditanya.

"Jadi jin, udah ada rencana mau kuliah dimana?" tanya Tn.kim setelah ia menelan sepotong roti di mulutnya.

seokjin terdiam sejenak menatap ayahnya. Bukan sekali ini orangtuanya
bertanya, tapi sejak ia naik ke kelas 3
mereka sudah bertanya-tanya. Sampai
saat ini seokjin belum mau memikirkan
apapun, dia ingin menunggu seseorang
yang menjadi tujuannya sekarang.
Seseorang yang selalu berhasil membuat seokjin berdegup kencang dan malu disaat yang bersamaan. Dia ingin kuliah ditempat yang sama dengan seseorang itu.

"Ehm... Belum kepikiran Pa. Nanti jinnie
mau cari informasi dulu," jawabnya
setengah gugup.

Tn.kim mengerutkan dahi, bagaimana mungkin putranya ini belum mengetahui ke mana ia akan melanjutkan pendidikan?

"Loh? Udah mau tamat SMA loh, jin. Harus dipikirkan dari sekarang."

"Mana bisa gitu, Pa. Dia sibuk mikirin
Jungkook saja" celetuk adik seokjin yang duduk tepat dihadapannya saat mereka sedang sarapan bersama.

"Ikut campur saja kerjaan kamu, tae. Makin gak laku nanti kamu," ucapnya kesal.

"Lah? Aku bener kan? Bukannya kamu
emang suka sama jungkook?" pancingnya menyeringai.

Ny.kim dengan segera menengahi.
Kepalanya bisa-bisa meledak jika setiap hari mendengar anak-anaknya bertengkar tidak jelas seperti ini.

"Udah ah, masih pagi udah mau ribut.
Habisin sarapan kalian terus berangkat
sekolah. Taehyung, gak ada cerita kamu
bolos lagi buat ikut tawuran ya? eomma
bakal kurung kamu seminggu di kamar
kalo kamu gak nurut" ucap ny.kim.

Married without loveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang