Fwens~

2.6K 234 3
                                        

Souta terbangun dari tidur siangnya, pasalnya ia terganggu oleh suara bising yang datang dari ruang keluarga di bawah. Bayi itu mengerjapkan matanya, mengusapnya pelan dan melamun sebentar. Diliriknya sekitar, tak ada tanda-tanda siapapun disana, biasanya jika bukan ketiga kakaknya maka akan ada Mbak yang menyapanya ketika ia membuka mata.

Beberapa menit terlewati, namun belum ada tanda-tanda seorang pun yang datang menghampirinya. Dengan perasaan yang kesal, Souta menangis keras untuk mendapatkan atensi dari orang-orang yang ada dirumahnya.

Dan berhasil, Gin dengan tergesa-gesa menghampirinya. Souta berdiri dengan memegang pinggiran kasur sebagai penopang. Satu tangan kecilnya mengusap matanya dan tangan satunya ia rentangkan mengisyaratkan minta digendong. Dan dengan perlahan Gin menarik Souta ke gendongannya.

"Kita turun kebawah, mau?" Tanyanya sambil mengusap lembut punggung si Bayi.

Souta mengangguk pelan, tangisnya perlahan berhenti. Bayi itu mempererat pelukannya pada si surai hitam.

"Eh, anjing bisa diem gak." Teriakan saling bersahutan, membuat suasana rumah lebih bising dari biasanya.

"Jaga bahasanya."

Semua yang berada di ruang keluarga itu menolehkan kepalanya ke arah Gin dan Souta yang baru saja datang. Souta menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Gin setelah melihat ada beberapa orang yang tidak ia kenal.

"Buset, aslinya lebih mirip." Celetuk si rambut abu abu.

Sebelumnya perkenalkan. Ada Krow, Garin, Zaki, Key dan Elya. Mereka merupakan teman baik dari Arion, Gin dan Harris. Mereka sudah berteman dekat cukup lama, bahkan mereka juga merupakan teman baik Souta besar dulu.

Kebetulan, hari ini mereka semua dapat berkumpul bersama karena sebelumnya mereka terlalu sibuk dengan urusan masing-masing. Mereka juga sengaja datang ke rumah untuk melihat si Souta kecil yang biasanya mereka hanya lihat melalui foto yang Arion, Gin, dan Harris kirim di grup chat.

"Eh, Iya loh mirip banget." Timpal si rambut biru, Key.

"Perasaan muka bayi sama semua." Ucapan spontan dari Garin membuahkan sebuah pukulan maut dari Krow.

"Liat lah! mirip Souta banget itu."

Kita biarkan mereka berdua saling beradu mulut dan beradu argument. Yang dibicarakan masih enggan untuk menyapa yang lainnya, si Bayi tampak masih mengantuk.

"Ada temen temennya Gin, sapa dulu dong Sou." Gin berusaha untuk melepaskan pelukan Souta, tapi Bayi itu malah merengek dan semakin mengeratkan pelukannya.

"Gak apa apa, biasa bayi baru bangun suka jelek moodnya." kata Zaki.

Yang lainnya kembali pada kegiatan masing-masing, membiarkan si kecil mengumpulkan nyawanya terlebih dahulu. Souta masih betah meletakkan pipi berisinya pada pundak Gin, tangan kecilnya bermain main menggambar acak di udara.

"Gin, cucu." Walaupun hanya dua kata yang terucap, suara gemas Souta berhasil menarik perhatian orang orang disana.

"Loh, kan udah tadi sebelum tidur." timpal Gin, mengabaikan yang lainnya.

"Eh, bentar ya mau ngambil sesuatu." Ujar Elya sambil beranjak pergi dari sana. "Anter yuk, Key."

Zaki ikut berdiri dan mengikuti kedua wanita itu. "Eh tunggu, ikut."

Si Bayi nampaknya kesal karena kemauannya tidak dituruti sehingga ia memanyunkan bibirnya lucu.

"Mau buah aja gak?" Tanya Harris dan dibalas anggukan pelan oleh Souta tanpa menolehkan kepalanya sedikit pun.

Akhirnya Harris mengupas dan memotong kecil buah buahan yang masih tersisa di kulkas. Ia juga sekaligus menyajikan buah buahan itu untuk para tamunya.

Souta didudukan pada karpet dibawahnya. karena masih manja manjanya, Harris harus menyuapi buah buahan itu ke mulut Souta sembari bermain pesawat-pesawatan.

Tiga orang yang tadi keluar juga sudah kembali sambil membawa beberapa barang dengan ukuran yang cukup besar. Yang lainnya ikut membantu membawakan barang barang itu karena melihat mereka yang sedikit kesulitan. Ternyata itu adalah hadiah yang sudah mereka siapkan sebelumnya untuk Souta.

"Souta, ini kita bawa hadiah!"

Mata si kecil berbinar melihat banyaknya kotak yang sudah dibungkus dengan cantik. Setelah Arion menyuruhnya untuk mengambil hadiah itu, dengan malu malu Souta mengambil salah satu kotak yang dibalut dengan kertas kado berwarna biru muda kesukaannya. 

"Say Thank you ke Kakak-kakaknya, Sou." Titah Harris.

"Twengwu" Ujar si Kecil pelan.

"Thank You, sayang." koreksi Harris sambil terkekeh pelan.

"Emm.." Souta abai, memilih fokus pada hadiahnya.

Dengan bantuan Gin, kotak itu terbuka. Di dalamnya ada sebuah mainan karakter dari film Star Wars, Baby Yoda atau juga dikenal dengan nama The Child. Setelah dikeluarkan dari box-nya, Garin menyuruh Souta untuk mengelus kepala Baby Yoda. Mainan itu bergerak dengan lucu, membuat Souta ikut tertawa.

Ada satu lagi yang menarik perhatian si kecil, sebuah kotak dengan ukuran paling besar. Si kecil menunjuk kotak itu dan menoleh pada Gin, meminta untuk dibawakan. "Gin.. tuu,"

"Yang besar itu?" Tanyanya dan dengan semangat Souta mengangguk.

Gin menarik kotak itu kehadapan Souta dan membantu Souta membuka hadiahnya lagi. "Dari siapa nih, besar banget." tanya si surai hitam.

"Dari aku!" Kata Zaki riang sambil mendekat ke arah Souta.

Souta yang dibantu oleh Gin membuka hadiahnya dengan sangat bersemangat. Ketika hadiah itu sudah terbuka, bukan hanya Souta yang terkejut tapi Gin, Harris dan Arion juga dibuat terkejut oleh hadiah yang dibawa oleh Zaki. Si kecil menatap kagum pada hadiah dihadapannya, sedangkan yang lainnya menatap heran ke arah Zaki.

"Gila, Audi R8."

Zaki memberikan sebuah mainan mobil aki Audi R8 Sport berwarna merah. Mobil mainan berukuran besar yang didesain persis seperti mobil aslinya. Si surai merah muda itu hanya terkekeh melihat ekspresi teman-temannya. 

Si kecil makin penasaran dengan hadiah yang lainnya, dan lagi lagi ia meminta Gin untuk membantunya membuka hadiah-hadiah itu. Ia mendapatkan banyak mainan dengan harga yang cukup mahal, sepertinya mereka memang dengan sengaja berlomba-lomba memberikan hadiah terbaik untuk Souta.

Ada beberapa mainan yang langsung mereka gunakan saat itu juga, salah satunya adalah mainan mobil Hot Wheels yang lengkap dengan Track Sets-nya yang diberi oleh Key. Dan dari situlah Souta mulai mengakrabkan dirinya dengan yang lain, mereka bermain main dengan Souta sampai si kecil tertawa terbahak bahak.

Dan sampai akhirnya pada malam hari mereka harus berpisah.

"Janan.." Si kecil sudah mulai menangis, tak membiarkan teman barunya pergi.

"Nanti kita main lagi, ya?" 

Bayi itu semakin meraung dipangkuan Arion, berusaha untuk melepaskan diri tapi tentu saja tenaganya kalah jauh.

Sejujurnya yang lain merasa kasihan pada Souta. Tapi mereka juga harus pulang untuk beristirahat dan mempersiapkan pekerjaan mereka di esok harinya. "Kapan-kapan kita kesini main lagi sama Souta, Okey?" Bujuk Zaki.

Si kecil menggelengkan kepalanya ribut. "Ndaak!"

"Gak apa apa, pulang aja." Bisik Harris.

Walaupun dengan ragu, mereka akhirnya memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah itu. Arion dengan terpaksa langsung membawa Souta kedalam rumah walaupun tangis Souta semakin kencang. Bayi itu masih berteriak tidak ingin teman-temannya pergi.

"Udah ya, nanti temen temennya Souta main lagi kesini."

Untungnya tangis itu tak berlangsung lama, Souta akhirnya lelah dan tertidur dipangkuan Arion. Seperti biasanya Bayi itu selalu tertidur dengan dot yang menyumpal mulutnya.

infantem.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang