Imunisasi

3.1K 274 0
                                        

Setelah menyelesaikan segala sesuatu agar Souta memiliki Akta kelahirannya, kini waktunya Souta melakukan tes kesehatan untuk pertama kalinya semenjak bertemu. Hari ini, Harris mengajak yang lainnya untuk membawa Souta ke Rumah Sakit. Sebelumnya Harris sudah membuat janji temu dengan Dokter anak yang merupakan teman dekat dari ketiga pria itu. Harris dengan sengaja mencari waktu kosong si Dokter agar mereka dapat lebih nyaman saat membawa Souta kesana.

Souta nampak antusias dengan segela sesuatu yang baru. Matanya berbinar-binar saat melihat mainan yang sengaja si Dokter siapkan khusus untuk Souta. Walaupun sebelumnya Souta sempat terlihat kebingungan dengan Ruangan yang baru dan suara-suara yang asing baginya.

Sesampainya di ruangan imunisasi, seorang Dokter menyambutnya ramah. Dokter itu menjelaskan dengan sabar tentang pentingnya imunisasi untuk melindungi si Bayi dari penyakit berbahaya. Dokter itu sudah sangat tau tentang asal usul Souta. Sebelum mereka bertemu, Arion sudah menjelaskan bagaimana mereka bertemu Souta pertama kali hingga sampai kini Souta sudah resmi menjadi bagian dari mereka.

Souta dicek beberapa kali, dari mulai berat badan hingga kesehatan giginya. Sampai akhirnya si Dokter sudah menyiapkan jarum suntiknya.

"Tahan sebentar ya, Souta."

Yang diajak bicara hanya fokus pada dunianya sendiri, meminkan boneka beruang yang sudah ada disebelahnya sejak tadi. Saat jarum suntik menyentuh kulitnya, Souta terkejut sebentar lalu menangis. Dengan segera Harris menggendongnya setelah Dokter menyelesaikan imunisasinya. Arion dan Gin meringis ketika mendengar tangisan Souta yang cukup keras.

"Nah, karena Souta udah hebat, ini ada hadiah buat Souta." Dokter itu memberikan sebuah permen yang sudah ia hias sehingga lebih menggemaskan.

Perlahan tangis Souta  berhenti, diganti oleh senyuman kecil saat ia mengambil permen dari genggaman si Dokter.

"Aih, pinternya." ujar Dokter sambil mengusap pelan kepala Souta.

Mereka berpamitan setelah mendapat beberapa ilmu parenting yang sangat berguna untuk sehari-hari. Souta juga mendapatkan vitamin yang sudah diresepkan oleh dokter karena berat badannya yang termasuk cukup kurang.

•••

Pada malam harinya, Souta tiba tiba saja menangis keras dengan waktu yang cukup lama. Setelah dicek, ternyata bayi itu mengalami demam, efek samping dari imunisasinya. Dokter juga sudah memperingatkan bahwa kemungkinan bayi akan mengalami demam setelah melakukan imunisasi.

Pipi Souta memerah dan tubuhnya mulai terasa hangat. Walaupun Dokter sudah memperingatkan, mereka bertiga tetap panik karena ini adalah pertama kalinya. Gin dengan segera melaju menggunakan motornya untuk membeli plaster penurun panas. Harris bertugas mengganti pakaian Souta agar bayi itu tetap nyaman, sedangkan Arion bertugas mengambilkan air minum juga membuatkan susu untuk Souta.

Meskipun sedang demam, ternyata Souta masih tetap kuat. Ia meminum susunya dengan lahap. Setelah dipakaikan plaster penurun panas Souta sudah mulai tenang, matanya sudah mulai memberat dan sesekali menguap. Harris membacakan dongeng untuk Souta dan mengelus rambutnya lembut sampai si Bayi tertidur pulas.

Untungnya demam kali ini tidak berlangsung lama. Lusanya, Souta sudah mulai kembali ceria seperti biasanya dan bermain bersama ketiga keluarganya.

infantem.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang