Akhir-akhir ini screen time-nya Souta naik drastis, yang biasanya si kecil dikasih waktu main gadget cuma maksimal 1 jam perhari, tiba tiba aja waktu Harris cek iPad Souta, screen time-nya berubah kadang sampai 3 jam perhari. Harris dan yang lainnya pantau perkembangan itu sampai satu minggu lamanya, dan ternyata malah lebih parah tiap harinya.
Waktu tanya Mbak, katanya sih Mbak udah kasih jadwal yang sesuai. Tapi kok, gini ya?
Mereka pun jarang liat Souta pegang iPad-nya kalau mereka lagi di rumah, tanya anaknya pun gak mau ngaku dia, malah nyanyi gak jelas ngalihin pembicaraan.
Karena ketiga saudaranya itu sibuk, jadi waktu mereka liat update perkembangan Souta itu ya sekedar cek cek screen timenya aja, gak kepikiran kemana-mana.
Sampai akhirnya. Di sabtu malam, Arion lagi cek CCTV selama seminggu kebelakang, dan Arion ketawa-ketawa sendiri waktu liat hasil rekamannya.
"Ada apa, Yon?" tanya Gin yang datang menghampiri sambil membawa secangkir kopi untuk dirinya sendiri.
"Liat deh, lucu banget bocil." jawabnya sambil menunjukkan rekaman CCTV di kamar Souta.
Mereka berdua kembali tertawa terbahak-bahak. Oh, ternyata ini toh penyebabnya?
Jadi, penyebab screen time Souta naik itu karena si kecil yang menonton kartun saat malam sebelum tidur. Biasanya, sebelum tidur itu salah satu dari ketiga saudaranya akan mengantar Souta untuk tidur, mematikan lampu kamar kemudian mengucapkan selamat malam dan meninggalkan Souta sendirian. Tak disangka, ternyata Souta beberapa hari kebelakang tak langsung tidur setelahnya, anak itu malah tetap terjaga dan dengan sembunyi sembunyi ia melanjutkan tontonannya yang sempat terhenti.
"Astaga, ternyata udah bisa gitu ya anaknya, bentar lagi dia diem diem nyebat di WC itu." Gin tertawa setelahnya, membayangkan Souta tumbuh dewasa dan menjadi anak yang nakal.
"Aish, jangan gitu Gin." Arion sih gak mau sampai itu terjadi, ngebayangin Souta tumbuh dewasa aja gak bisa, menurutnya Souta itu bakal tetep jadi anak kecil dimatanya.
"Eh, pernah liat video anak kecil pura-pura tidur gak sih di medsos? mau cobain ke Souta juga, gak?" tawar Gin. Ia merogoh kantongnya untuk mengambil handphone kemudian menunjukkan sebuah video.
https://vt.tiktok.com/ZSjvtVmqn/
[kalau bisa dibuka silakan ditonton ya.]
Kebetulan sekali, Souta baru saja Harris ajak masuk ke dalam kamarnya untuk tidur. Seperti yang biasa dilakukan, Harris menemani Souta terlebih dahulu, membenahi kasur si kecil dan menuntun Souta untuk segera memejamkan matanya.
"Tidur ya. Selamat malam, Souta." ujar Harris sambil menaikkan selimut Souta.
Setelah menyalakan lampu tidur dan mematikan lampu utama, Harris sekali lagi mengecek si kecil. Setelah merasa aman, pria itu dengan perlahan meninggalkan kamar Souta.
Baru saja menutup pintu kamar, Harris dikejutkan dengan kehadiran Gin dan Arion. "Kalian ngapain?" Tanyanya.
Gin menahan tawanya, kemudian menunjukkan video yang tadi mereka tonton dan menjelaskan rencana yang akan mereka laksanakan.
"Nanti dijelasin lagi, sekarang ikut aja." katanya pelan.
"Eh, Souta udah tidur, Ris?" tanya Gin yang sengaja mengeraskan suaranya.
"Udah tidur, Gin." jawab Harris yang untungnya langsung mengerti.
Mereka bertiga berbincang asal beberapa menit, berharap jika ditunggu Souta akan benar-benar tertidur. Setelah itu, Gin dengan segera menyiapkan kamera di handphonenya. Arion bergerak lebih dulu, membuka pintu perlahan kemudian mulai melancarkan aksinya.
"Katanya cara cek seseorang udah tidur apa belum itu tinggal angkat aja tangannya, kalau tangannya diem dan gak jatuh lagi berarti dia bener bener tidur." ujar Arion berpura-pura menjelaskan kepada yang lainnya.
"Nih ya, kita coba ke Souta yang udah tidur. Kalau tangannya gak jatuh lagi berarti dia tidur beneran."
Arion mengangkat tangan Souta kemudian melepaskannya. Lucunya, tangan Souta masih terangkat dan terus seperti itu tak berubah sedikitpun. Ketiga pria dewasa itu mati-matian menahan tawanya, si kecil tak benar-benar tidur rupanya.
"Eh beneran tidur ternyata, jangan ganggu ayok kita biarin Souta tidur." Arion kembali berujar sambil menahan tawanya.
Mereka bertiga kemudian pergi keluar dari kamar Souta. Tapi sebelumnya Harris mengambil iPad Souta yang terletak tak jauh dari kasurnya. Mungkin besok pagi ia akan berbicara dengan Souta.
Diluar sana, Arion dan Gin tertawa lepas. Kejadian tadi tak mereka sangka, ternyata si kecil mulai pandai mengelabui mereka.
•••
Paginya, setelah sarapan dan mandi, Harris mengajak Souta untuk mengobrol sebentar sebelum Harris berangkat bekerja. Arion dan Gin sudah lebih dulu berangkat bekerja beberapa menit lalu, mereka sempat khawatir karena Harris mengatakan bahwa ia akan berbicara dengan Souta, tapi Harris meyakinkan bahwa ia hanya akan memberi penjelasan saja.
"Souta, kita udah sepakat tentang jam main tabletnya, kan?" Tanya Harris lembut.
Si kecil mengangguk, badannya terlihat tegang seperti pelaku kejahatan yang sedang diintrogasi.
"Tapi Ayyis cek kemarin screen time-nya Souta melebihi batas yang disepakati, kenapa ya itu?"
Souta hanya menatap Harris dengan wajah yang sendu, tak mampu untuk menjawab pertanyaan yang diberikan.
"Gak apa apa, Ayyis cuma mau tau aja."
"Cota— nonton." Akhirnya si kecil mau menjawab walaupun dengan suara yang sangat pelan.
"Tapi kan Souta udah janji, main gadget gak lebih dari 1 jam. Kalau mau nonton kan bisa di TV sama mbak, asal nontonnya gak dari jarak yang deket." Biasanya juga Souta menonton di TV pada siang hari.
"Janan mayah.."
Harris menghela napas, padahal dia sudah berusaha selembut mungkin. "Enggak sayang, Ayyis gak marah."
"Gini deh, kalau sampai Ayyis tau Souta nonton diem diem lagi, iPadnya Ayyis sita buat beberapa waktu. Sepakat, ya?"
Harris sudah mengangkat jari kelingkingnya, tapi Souta terlihat ragu-ragu. "Atau selamanya gak main iPad lagi?" lanjut Harris.
Si kecil langsung menautkan jari kelingkingnya dengan milik Harris. Setelahnya Harris tersenyum dan mencubit pipi Souta gemas.
"Ayyis kerja dulu ya, Souta baik baik sama mbak, Okey?"
"Othey.."
Makin bertambah usianya, makin banyak pula tingkah lucu dan nyeleneh yang dilakukan Souta. Tapi, hal itu tak membuat Harris, Arion ataupun Gin kesal. Mereka malah tertawa ketika menyadari si kecil perlahan mulai menunjukkan sikap "nakal" nya. Walau begitu, mereka tetap berusaha untuk terus belajar agar dapat membimbing Souta dengan baik.
KAMU SEDANG MEMBACA
infantem.
Fanfictionbeberapa kumpulan kisah kasih si kecil Souta dengan keluarga barunya. OOC / Mohon untuk tidak membawa karangan ini ke dunia nyata. 💌 : Precious Art by @/catlisart_ on X
