Hari ini mentari bersinar cerah, menyambut suka dengan indah. Tepat pada hari ini, Februari tanggal 3, Souta berulang tahun untuk pertama kalinya bersama Arion, Harris dan Gin. Sebetulnya tanggal yang dipilih adalah tanggal pertemuan pertama mereka, tapi mereka putuskan untuk merayakan hari ulang tahun bertepatan dengan hari itu.
Pagi pagi sekali mereka sudah sibuk menyiapkan segala hal yang perlu disiapkan. Arion dan Gin yang sibuk mendekorasi ruangan, dan Harris yang sedang membuat cookies untuk disajikan, karena rencananya mereka akan mengajak beberapa teman yang lain.
Si kecil tentunya yang paling bersemangat, bahkan ia bangun lebih awal hari ini. Meskipun tak terlalu paham, tapi Souta sudah sangat bersemangat ketika Arion menawarkannya pesta ulang tahun seperti yang ditunjukkan di televisi. Yang dipikirkan Souta itu ketika ulang tahun ia akan mengadakan pesta dan mendapat hadiah yang banyak.
"Taa wang wun!!"
(Souta ulang tahun.)
Souta berteriak riang ketika melihat banyaknya hiasan yang didominasi oleh warna biru terpajang memenuhi ruangan. Dari tiga hari kemarin, Souta terus menanyakan kapan ia akan melangsungkan pesta ulang tahunnya, dan dengan sabar ketiga saudaranya menjawab pertanyaan yang sama.
"Souta ulang tahun keberapa?"
"Belapa, Yyis?"
Arion dan Gin tergelak karena bukannya menjawab pertanyaan Arion, Souta malah bertanya kepada Harris.
"Baru satu tahun, Sou." Jawab Harris dari arah dapur.
"Tu wun, Yon." Jawabnya.
Sebetulnya dilihat dari perkembangannya, kemungkinan Souta berumur lebih dari satu tahun, karena pada saat bulan pertama datang ke rumah ini, Souta sudah bisa menggulingkan badannya ke kanan dan kekiri.
"Coba latihan dulu, bisa ga nyanyi lagu ulang tahun." Gin berujar sambil menghampiri Souta.
"Nda Gin"
"Bisa, ayo. Selamat ulang tahun.." Gin bernyanyi sambil diikuti Souta yang hanya mengikuti irama Gin saja.
"Yey!" Mereka berdua bertepuk tangan riang setelah menyelesaikan satu lagu ulang tahun.
#Ulang Tahun Souta.
Akhirnya yang ditunggu-tunggu, perayaan ulang tahun Souta yang pertama! Semua orang sudah berkumpul di ruangan, hanya sedikit yang mereka undang. Ada Key, Elya, Krow, Zaki dan Garin.
Souta sudah tampil sangat keren dengan pakaian berwarna birunya, bayi itu didudukan di kursi. Dihadapannya terdapat sebuah kue ulang tahun yang dihiasi dengan banyak pernak pernik lucu dengan angka "1" yang menancap ditengahnya.
Arion sebagai kakak tertua menyalakan lilin di kue, "Ayo Souta tiup lilinnya." katanya sambil tersenyum.
Souta sudah mengerti dengan apa yang diperintahkan. Kemarin, Souta diajari oleh Gin untuk meniup lilin saat ulang tahun. Setelah yang lain menyanyikan lagu tiup lilin, Souta mulai memajukan tubuhnya sedikit dan mencoba untuk meniup lilin dihadapannya. Awalnya lilin itu tak mau padam, tapi Souta berusaha lagi, dan akhirnya lilin itu sudah padam. Semua orang bertepuk tangan, dan Souta ikut bertepuk tangan riang.
Sebetulnya dibelakang tadi Arion membantu Souta untuk meniup lilin karena melihat api lilin yang tak bergerak sama sekali.
"Souta mau potong kuenya?"
Harris mengambil pisau kue yang sudah disiapkan juga mengambil piring kecil lengkap dengan garpunya. Dengan hati-hati Harris membantu Souta untuk memotong kue pertamanya.
"Suapin kuenya ke semua orang, mau siapa dulu?"
"Ayyis!" jawab Souta riang. Apapun kondisinya, Harris yang pertama.
"Enyak Yyis?"
"Emm, enak!"
Souta bertepuk tangan senang, kemudian menghampiri yang lainnya untuk disuapi juga satu persatu. Dan terakhir ada Gin yang sudah menunggu dengan antusias.
Si kecil nampak diam saat melihat Gin. "Gin, ndak."
Si surai hitam itu melongo tak percaya, dosa apa yang ia perbuat, Tuhan?
Yang lainnya hanya tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Gin yang benar-benar mengenaskan. Gin memegang dadanya dramatis.
"Aduh, Souta jahat banget sama Gin." katanya lesu.
"Boong, ni wat Gin."
Souta belajar jadi jahil dari siapa sih?
Gin yang kepalang senang langsung membuahi Souta dengan kecupan sayang di pipi gembul nya, sampai si empu merengek minta berhenti.
"Kii, ana kado?" tangannya menengadah ke arah Zaki, karena kemarin pria dengan surai merah muda itu sudah menjanjikan akan memberi hadiah.
"Loh, aku lupa, gimana dong?"
"Kii!" bibir si kecil cemberut, kakinya di hentakan kesal.
"Yyis, Kii nakal!"
Souta ini sekarang sudah bisa mengadu, dan tujuan utamanya untuk mengadu pastinya pada Ayyis-nya, karena merasa akan selalu dibela apapun kondisinya.
"Bercanda Sou, mau buka kadonya sekarang?" Souta dengan semangat mengangguk mengiyakan dan mendekati Zaki dengan semangat.
"Tey, Gayin, Kwow, Eyaa, ana kado?"
Mereka semua tergelak karena Souta menagih hadiah pada semua yang datang hari itu. Yang dulunya malu malu menerima hadiah, kini tak tahu malu meminta hadiah.
Walau begitu, teman teman yang lainnya memang sudah membawa hadiah masing-masing, mereka sudah mempersiapkan sebaik mungkin. Dan kini, Souta sudah dikelilingi dengan banyak hadiah yang berukuran besar di sekelilingnya.
"Woah, Twengwu~"
"Foto dulu Sou" Arion dengan kamernya sudah berisap untuk merekam Souta yang sedang asyik sendiri dengan hadiah yang menumpuk disekelilingnya. Souta bepose satu kali lalu kembali fokus pada hadiahnya.
"Souta, lagi ngapain.." Arion lebih mendekatkan kameranya ke arah Souta.
"Taa agi buka kado, Yon"
"Keliatan banget tuanya Yon."
Dan hari itu diakhiri dengan canda tawa yang hangat. Do'a terbaik mengalir seperti sungai yang tenang. Selamat ulang tahun, Souta. Untuk semua do'a yang diberi nyawa, semoga diberi Amin yang ramai dan restu semesta.
KAMU SEDANG MEMBACA
infantem.
Fiksi Penggemarbeberapa kumpulan kisah kasih si kecil Souta dengan keluarga barunya. OOC / Mohon untuk tidak membawa karangan ini ke dunia nyata. 💌 : Precious Art by @/catlisart_ on X
