Hari Pertama

1.3K 165 8
                                        

Sebelum bercerita tentang hari ini dan masa yang akan datang, mari kita sedikit memutar kembali waktu, mengingat kembali masa masa 'sulit' yang dengan bangganya telah berhasil terlewati dengan baik.

Waktu itu, tanpa pernah mereka duga, tanpa pernah mereka pikirkan sebelumnya, Souta 'kembali hadir' sebagai pelengkap. Dengan perasaan yang campur aduk, mereka bertiga —Arion, Harris, Gin— sangat berusaha keras menjadi sosok kakak yang baik. Berbekal pengetahuan melihat orang lain, mereka mencoba untuk mengurusi si kecil Souta dengan sepenuh hati.

Mereka bertiga tak memiliki pengalaman apapun mengenai hal ini. Tiga pria dengan pengetahuan yang luar biasa hebat, lulusan perguruan tinggi negeri dengan nilai sempurna, tapi untuk membuat sebotol susu hangat pun mereka masih perlu melihat video tutorial di platform YouTube.

Hari pertama Souta datang ke rumah, setelah mereka sepakat untuk mengurus Souta layaknya adik kandung mereka sendiri, hal yang pertama kali mereka lakukan adalah merenung bersama-sama sambil menatapi si bayi yang asyik dengan dunianya sendiri.

"Ini.. kita ngapain sekarang?" tanya Gin memecah keheningan.

"Coba cari pengganti ASI di google, gak mungkin kan kalau kita yang ngasih ASI." celetuk Arion.

"Gila, kali."

Harris bergerak mengambil handphonenya, membuka aplikasi google dan mencari informasi mengenai pengganti ASI untuk bayi.

"Beli susu formula katanya."

Mereka segera bergegas bersiap, dan langsung pergi menuju toko perlengkapan bayi terdekat. Si kecil pun tentunya mereka bawa, digendong dengan sangat hati-hati. Untungnya saat itu Souta baik sekali, tidak rewel, dan hanya diam sepanjang perjalanan juga ketika di toko.

"Kayaknya beli gendongan yang di depan gitu gak sih, biar enak gendongnya." saran Gin, dan langsung disetujui oleh yang lainnya.

Hal pertama yang mereka lakukan di toko perlengkapan bayi itu adalah mencari gendongan bayi. Bermodalkan ChatGPT, dengan mudah mereka menemukan gendongan yang sesuai untuk Souta, yang katanya paling direkomendasikan juga paling aman bagi bayi yang usianya masih sangat kecil. Untuk gendongan ini mereka langsung membayar di kasir dan dengan segera menggunakan sesuai petunjuknya. Harris disini yang bertugas menggendong, karena sepertinya si kecil lebih nyaman bersama Harris untuk saat ini.

Step pertama sudah, kini mereka beralih untuk mencari susu formula. ketiga pria itu melongo di depan rak yang penuh dengan berbagai macam jenis susu formula.

"Ini, kita beli yang mana?"

"Ada yang bisa dibantu, mas?" seorang pegawai datang menghampiri, sepertinya si mbak sangat peka ketika melihat ketiga pria itu kebingungan.

"Em, buat bayi usia sekitar 4 - 5 bulan yang mana ya, mbak?"

Pegawai itu mulai menjelaskan, "ada banyak mas, dari berbagai macam merk,"

"Untuk pengganti ASI, paling bagus yang mana? ini adik saya kebetulan ibunya meninggal mbak, jadi gak ada yang kasih ASI." ujar Arion, sedikit berbohong tak apa kan?

Si Mbak pegawai dengan ramah memberikan beberapa rekomendasi kepada mereka bertiga, dan tak lama setelahnya mereka menemukan pilihannya.

"Ada lagi, mas?"

"Cukup mbak, terima kasih banyak."

Setelahnya mereka pergi menjauh. Sebetulnya mereka masih perlu banyak keperluan lainnya, ingin bertanya lebih banyak tapi mereka malu. Jadilah mereka kembali mengandalkan Google dan ChatGPT.

"Tempat berak, apa namanya?" Gin bertanya.

"Pampers." jawab Harris.

"Nah, itu beli yang gimana?"

"Ini aja lah, gambarnya lucu."

"Kemurahan Yon, takut gatel gatel pantat si Bayi."

"Ukuran apa ya?"

Mereka bertiga tak henti-hentinya berceloteh, banyak memperdebatkan hal kecil yang tak penting. Untungnya, si Bayi sangat baik sekali, tak banyak merengek dan hanya diam asyik dengan dunianya.

Setelah hampir dua puluh menit perdebatan, mereka memutuskan membeli tiga jenis popok, masing-masing dengan klaim paling futuristik.

Lalu mereka pindah ke lorong baju bayi. 

Harris langsung mendekati rak baju khusus new born. Diambilnya lima set baju dengan desain yang beragam. 

"Ambil yang ukuran lain juga Ris, bayi biasanya lebih cepet gedenya." Kata Arion.

Untungnya tadi mereka membeli gendongan M Shape, Setidaknya mereka bisa mengira ngira ukuran baju si bayi pas atau tidak.

Gin entah dari mana datang dengan baju bayi berbentuk kostum penguin.

"Kegedean itu, Gin."

"Lah, baju sekecil ini masih kegedean?" Gin melotot tak percaya, padahal dia sudah berusaha mencari baju dengan ukuran paling kecil.

"Dia badannya kecil banget."

Dan mereka berlanjut untuk pergi ke bagian botol susu.

"Ini aja ada pegangannya."

"Mending ini, botolnya dari silikon medis," ujar Harris.

"Iya itu aja,"

Dan akhirnya mereka memutuskan untuk segera membayar semua barang yang mereka masukkan kedalam troli belanja.

Ketika mereka berdiri di depan kasir dengan troli penuh, si kasir remaja memandang mereka penasaran.

"Umur berapa adeknya, mas?"

"Emm, 4 bulan." jawab Harris ragu.

"Ini botol susunya 7 mas?"

"Iya, biar nanti kalau bosen gak repot beli lagi," celetuk Gin.

Kasir itu tidak banyak bertanya lagi. Ia hanya fokus mencetak struk dengan senyum kecil.

Dan itulah bagaimana tiga pria itu pertama kali datang ke toko perlengkapan bayi untuk membeli perlengkapan si bayi yang baru saja bergabung  melengkapi kebahagian hidup mereka. Mereka masih perlu banyak belajar bersama, karena ini pertama kalinya bagi mereka. Tak punya pengalaman apapun, tapi tiba tiba saja dalam satu malam mereka harus berubah menjadi sosok Kakak yang harus selalu siap siaga. 

Mereka tak pernah sekali pun menyesal dengan keputusan untuk merawat si Bayi sampai besar. Karena buktinya, dengan kehadiran si Bayi semuanya jauh terasa lebih baik.




Happy 4th Anniversary, Souta dan Soucil 🤍

infantem.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang