Souta 17-an!

1.1K 145 11
                                        

Hari itu halaman taman kanak-kanak dihiasi bendera merah putih kecil yang berkibar dengan riang. Balon dengan warna merah-putih digantung di tiap sudut, dan anak-anak dengan seragam olahraga warna-warni sudah berbaris bersama orang tua masing-masing.

Di pojok halaman, ada tiga sosok yang paling mencolok. Bukan karena mereka membuat keributan, tapi karena terlalu mencuri spotlight dihari itu. Penampilan mereka sebetulnya biasa saja, Arion memakai kemeja putih dengan lengan digulung sampai siku. Harris dengan jaket kasual, celana jeans hitam. Sementara Gin juga memakai pakaian biasa tapi terlihat mencolok karena gayanya.

Para ibu-ibu wali murid sempat bisik-bisik, "Itu... kakaknya Souta semua?" sambil melirik ke arah Souta kecil yang sedang meloncat-loncat di tengah lapangan sambil membawa bendera kecil.

Souta sendiri terlihat sumringah. Begitu melihat tiga kakaknya masih ada disana, dia langsung teriak cadel, "Ayoonn! Ayyiss! Ginnn! Souta di sinii!" sambil melambaikan tangan heboh.

Gin tersenyum bangga. "Ternyata dia gak malu ya punya kita?"

Arion disebelahnya ikut tersenyum, tapi omongannya sedikit nyeleneh. "Iya, kalau gue malu punya kakak kayak lu Gin."

Harris seperti baisa, cuma ketawa sambil geleng-geleng denger celetukan absuard para sahabatnya.



Kini, lomba pertama sudah di mulai. Lomba balap karung untuk anak-anak menjadi yang pertama dimainkan. Karung-karung kecil sudah disiapkan, pas dengan ukuran badan para siswa.

Souta ikut dengan wajah penuh semangat. Begitu aba-aba dilepas, anak-anak mulai melompat-lompat. Souta baru dua lompatan langsung jatuh terduduk.

"Aduuhh pantat Souta sakit!" teriaknya keras-keras, bikin semua orang ketawa.

Harris yang berada dipinggir lapangan refleks melangkah maju, "Souta, ayo bangun!"

Arion ikut menyemangati dari belakang, "Ayo Souta! Kalau kamu jadi juara kita makan ice cream hari ini juga!"

Sementara Gin sibuk terkikik sambil merekam video. "Astaga lucu banget ini, harus banyak dokumentasi."

Dan souta, dengan semangatnya yang tinggi langsung bangkit, melompat-lompat dengan mukanya yang mulai memerah. Meski kalah, dia sampai garis finis dengan tangan diangkat tinggi, seolah ia memenangkan mendali emas asian games.

Lomba selanjutnya. Lomba makan kerupuk.
Kerupuk sudah digantung dengan posisi rendah, menyesuaikan dengan tinggi anak anak TK. Souta berdiri dengan mulut terbuka, matanya fokus, ancang-ancang seperti mau berperang.

Ketika lomba dimulai, anak anak langsung mulia mengigit kerupuk. Souta juga berusaha keras, tapi gigitan pertamanya malah buat kerupuk itu mental ke pipinya. 

"HAHAHAHA, malah kena muka!" teriak Gin sambil tepuk paha.

Arion langsung beri arahan, seperti pelatih professional, "Jangan gerak terlalu banyak, atur jarak. Tenang, fokus."

Souta terus gigih, sampai akhirnya berhasil habiskan meski muka penuh remah. Dengan mulut masih belepotan, dia langsung berlari ke arah ketiga kakaknya setelah diumumkan sebagai pemenang.

"Souta menanggg!"

Harris jongkok sambil bersihin mulutnya. "Menang atau enggak, kamu selalu jadi yang terhebat."



Dan sekarang kita mulai memasuki bagian paling ditunggu. Lomba Orang Tua-Anak.

Biasanya anak akan ditemani ibu atau ayah. Tapi kali ini, panitia sampai bingung.

"Souta, didampingi siapa buat lombanya, nak?"

Souta menatap ketiga kakaknya yang sedang berdebat. Merebutkan posisi sebagai pendamping.

"Aku aja," kata Arion.
"Ga apa-apa, aku aja." sahut Harris.
"Aku juga pengen ikut, Ris." protes Gin.

Dan akhirnya diputuskan mereka gantian. Harris ikut lomba estafet cup pakai balon, Arion ikut lomba tarik tambang mini, dan Gin ikut lomba estafet puzzle.

Walaupun ini cuma lomba biasa, tapi tiga kakak Souta buat lomba ini kayak pertandingan penting yang harus dimenangkan. Bahkan mereka sempat melaukan briefing seakan ini ajang final olimpiade.

Lomba estafet cup pakai balon? Meski Souta tak sesigap itu, Harris bergerak lebih gesit agar cepat sampai garis finish. Lomba tarik tambang mini? Permainan dimana si anak dipasangkan dengan ayahnya, kecuali Souta. Arion dengan mudah mengalahkan lawannya, sementara Souta hanya memegang tali tapi ekspresinya seolah ia sudah mengeluarkan seluruh tenaganya. Dan yang terakhir lomba menyusun puzzle? Ini sih kegiatan sehari-hari Souta bersama Gin, kemistri mereka sudah terbangun dengan sempurna.

Dan hasilnya? Mereka sapu bersih semua lomba. Piala plastik kecil, piagam warna-warni, sampai berbagai macam snack berhasil diboyong. Orang tua lain sampai geleng-geleng kepala, ada yang nyeletuk sambil ketawa:

"Kayaknya ini kakaknya yang pengen menang haha"

Souta sih cuek aja. Dia cuma tahu kalau hari itu dia juara besar. Dengan nada cadel khasnya, dia peluk semua hadiah dan nyeletuk bangga.

"Kita menang semuanyaa, kita jago bengeett!"

Tiga kakaknya saling pandang, lalu ketawa lepas.
Ya, walaupun ini cuma lomba di TK, tapi mereka tahu. Menang bareng Souta, sekecil apapun, selalu terasa seperti juara dunia.






draft yang harusnya di up 17 Agustus 🦹🏻‍♀️

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 09, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

infantem.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang