Teman Baru

1.7K 199 13
                                        

— Souta 5 Tahun.

Ketiga pria dewasa itu akhir-akhir ini baru menyadari bahwa si kecil yang selama ini mereka besarkan memiliki ketertarikan terhadap alam disekitarnya.

Mata bulatnya selalu bersinar penuh rasa ingin tahu ketika melihat karya tuhan yang menakjubkan. Setiap ada kegiatan yang langsung bersentuhan dengan alam, Souta akan berjalan paling depan, berlari tanpa ragu dengan riang gembira.

Pernah suatu hari Arion mengajaknya berkeliling di taman kota. Saat itu Souta sangat antusias, selalu bersemangat dan tak kenal rasa lelah. Ia banyak bermain dengan hewan-hewan yang ada. Terlebih, Souta sangat menyukai seekor kucing.

Ngomong-ngomong soal ketertarikan Souta terhadap kucing. Beberapa hari lalu, ketiga pria dewasa itu berdiskusi tentang hadiah yang akan diberikan pada si kecil. Mereka melihat bagaimana Souta yang sangat menyayangi binatang, bahkan Souta pernah membawa pulang seekor kucing kecil yang terlihat menghawatirkan. Namun sayangnya, ternyata kucing tersebut adalah peliharaan tetangganya yang kabur.

Jadi, setelah melakukan diskusi akhirnya mereka sepakat untuk memberikan teman baru untuk Souta. Sebetulnya hanya obrolan random pria dewasa saja, mereka juga tak merencanakan obrolan ini sebelumnya.

————————————————————

Hari ini, Souta ditemani oleh Arion sedang menyelesaikan PR-nya. Si kecil tampak tak bersemangat karena tadi saat di sekolah ia sempat bertengkar dengan temannya hanya karena temannya itu merusak tanaman di sekolah.

"Ayo dong Sou, sedikit lagi ini selesai." Seru Arion mencoba mengembalikan semangat Souta.

"Gak mau!" Rengek si kecil.

Hampir saja Souta menangis karena kesal, tiba tiba Harris dan Gin datang membawa sesuatu yang kalau menurut Souta itu terlihat seperti keranjang belanja yang ada di minimarket.

"Souta, liat ini!" kata Gin antusias.

Dengan perlahan Harris menaruh benda itu dilantai, kemudian membuka penutupnya. Sesaat setelahnya, munculah seekor kucing dengan bulu yang cukup tebal dan terlihat lembut, dengan corak belang abu-abu putih yang khas. Matanya besar dan bulat berwarna kuning kehijauan.

Perlahan Souta mendekat, matanya mengerjap dan mulutnya ternganga. Dilihatnya ketiga pria dewasa yang kini hanya tersenyum menatapnya balik, dalam tatapannya Souta seolah mempertanyakan sesuatu.

"Temen baru buat Souta, suka?" Tanya Harris.

Souta mengangguk, perlahan mulai mendekati si kucing yang malu malu untuk keluar dari tempat persembunyiannya. "Sini, Meng" Souta menjulurkan tangannya, mengajak si kucing untuk segera keluar.

Kucing itu bergerak perlahan, mendekati tangan Souta. Dengan sabar Souta menunggu. Sampai akhirnya kucing itu mengendus-endus tangan Souta dan mengeluskan kepalanya sendiri.

"Kucingnya suka sama kamu itu." Kata Harris yang melihat bagaimana kucing itu tak segan-segan langsung bermanja.

Souta tentu antusias. Diangkatnya makhluk berbulu itu kemudian di peluk dan dicium sayang. Souta terlihat senang dan mengucapkan terima kasih kepada ketiga kakaknya itu. "Thank You.."

Satu persatu ia hampiri setelah si kucing diletakkan, di mulai dari Harris. Souta menghampiri Harris dan memeluknya erat, yang dipeluk juga langsung membalasnya tanpa ragu.
Selanjutnya beralih ke Gin, Souta juga langsung memeluk Gin dan melakukan Tos ala mereka yang sejak dulu selalu mereka lakukan.
Dan terakhir Souta menghampiri Arion, ketika mereka berpelukan, seperti biasanya Souta akan di bawa berputar putar di udara. Mereka tertawa bersama sampai tubuh mereka terasa lemas.

"Mau dikasih nama siapa, cil?" tanya Gin.

Souta nampak berpikir sejenak memikirkan nama yang pas untuk teman barunya. Kemudian ia menjawab "Souta udah punya nama dari lama."

"Acan."

Dan hari-hari setelahnya dihiasi dengan tingkah laku menggemaskan si kecil dengan teman barunya. Mereka sangat sering berlarian di taman belakang, mengejar bola, bahkan tidur siang bersama-sama pula.



————————————————————
Hai! Terima kasih untuk semua vote-nya, appreciate that.
Ingin sedikit meluruskan. Cerita ini merupakan seris yang dimana nantinya untuk latar waktu akan mengalami banyak perubahan.
Tolong dukungannya selalu, ya!
Terima kasih.

infantem.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang