Souta dan empeng itu dua hal yang gak akan pernah lepas.
Banyak sekali tantangan yang harus dilalui oleh ketiga pria dewasa - Rion, Harris dan Gin - ketika Souta mulai memasuki masa kanak-kanak. Salah satu masalah terbesar mereka adalah: membuat si bungsu yang sudah menginjak usia 5 tahun untuk berhenti menghisap empeng.
Segala cara sudah mereka upayakan, dimulai dari memberikan pengertian dengan bahasa yang mudah, mengganti empengnya dengan berbagai macam mainan baru, sampai mereka sering kali menyembunyikan. Tapi, jika ketiga pria itu memiliki 1000 cara untuk melepaskan Souta dan empeng birunya, maka Souta pun akan memiliki 1001 cara untuk mengembalikan empengnya yang menghilang.
Awalnya mereka ingin menyerah, dan membiarkan Souta teguh pada pendiriannya. Tapi, setelah melakukan riset dan menemukan fakta bahwa ada pengaruh buruk jika si kecil menghisap empeng dalam jangka waktu yang panjang, mereka semakin gencar mencari solusi untuk permasalahan kali ini.
Pada malam hari, mereka berkumpul di ruang keluarga untuk menyusun strategi.
"Gak bisa dipaksa aja gitu?" kata Arion.
"Kemarin aja tantrum sama ngambek segitunya," timpal Harris.
Gin dengan pemikirannya yang terkadang terlalu luar biasa akhirnya angkat bicara,
"Gimana kalau kita takut-takutin Souta? Misalnya kita bilang kalau empengnya bakal berubah jadi monster."
Harris menggeleng tak setuju, "Nanti anaknya trauma, Gin."
"Kalau kita buat seolah-olah empengnya harus pergi buat nemenin bayi yang lain gimana?" Arion berujar.
Dan akhirnya, mereka pun mencoba melaksanakan rencana itu.
Rencana pertama : Ritual perpisahan
Pada saat malam hari di keesokan harinya, mereka mencoba membujuk Souta untuk memberikan empengnya dengan ikhlas.
"Souta, empengnya ini udah lama nemenin kamu sejak bayi, dia udah bekerja keras. Jadi sekarang saatnya buat dia istirahat dan nanti dia bakal nemenin bayi bayi yang lain." Arion menjelaskan dengan suara penuh wibawa.
Souta sempat ragu, namun yang lain pun ikut meyakinkan sampai akhirnya si kecil mau memberikan empengnya pada Arion.
"Kita simpan, ya."
Tetapi, keesokan harinya empeng ituu sudah kembali berada ditangan Souta.
"Souta mimpi empengnya minta tolong terus katanya gak mau pisah sama Souta, jadi Souta selamatin," katanya polos.
huft.
Tahap kedua : Pembiasaan
Kebetulan sekali, keesokan harinya ketiga pria dewasa itu memiliki waktu luang untuk mengajak Souta bermain—dengan tujuan agar si kecil setidaknya lupa dengan keberadaan empengnya.
Pagi pagi sekali, saat Souta baru bangun tidur, Harris langsung mengajak si kecil untuk bersiap. Nyawanya belum terkumpul sepenuhnya, tapi Harris langsung menggendongnya menuju meja makan. Si kecil tentu saja merengut tak terima, moodnya saja belum kembali sepenuhnya, malah dipaksa untuk sarapan. Tapi hal itu harus dilakukan agar Souta tak mengingat keberadaan empengnya.
"Kita hari ini bakal jalan jalan ke kebun binatang," kata Arion.
Seketika tubuh Souta terasa lebih bersemangat. Bagaimana tidak, si kecil itu sangat menyukai hewan, apalagi ketika diajak berkeliling kebun binatang. Sudah pasti semangatnya langsung naik menjadi 200%.
"Beneran?" tanya Souta antusias.
"Iya, makanya kamu cepetan siap-siap biar gak terlalu panas nanti."
Souta menurut. Ia memakan makanannya dengan lahap, kemudian bergegas kembali ke kamarnya, mandi dan bersiap memilih pakaian terbaiknya. Harris ada disana membantu, pria itu dengan cekatan membantu Souta menggunakan pakainya, memakaikan sunblock agar si kecil terlindungi dari paparan sinar matahari.
KAMU SEDANG MEMBACA
infantem.
Fanficbeberapa kumpulan kisah kasih si kecil Souta dengan keluarga barunya. OOC / Mohon untuk tidak membawa karangan ini ke dunia nyata. 💌 : Precious Art by @/catlisart_ on X
