09.

722 68 5
                                        

                Air yang berada dalam cangkir di genggamannya terlihat berguncang menimbulkan gelombang yang bisa membuat air tersebut keluar.

Y/n meminumnya sedikit, paling tidak bisa membuat tenggorokannya basah, sehingga tak terasa tercekat tiap dia membalas ucapan Haewon yang terus bertanya sejak membukakan pintu untukannya.

Pening sekali kepalanya. Omongan Haewon sama sekali tak tertangkap jelas olehnya, menjawabnya pun hanya sekenanya saja.

Sialan sekali Jeno.

Gertakan lelaki itu yang dulu tak berarti apa-apa baginya, kini sangat mudah mempengaruhinya bahkan jika lelaki itu hanya menatapnya sekilas.

"Kau kenapa gemetaran begitu?" Haewon menepuk agak keras bahunya, karena gelagat Y/n yang menunjukan pikirannya seperti berada di dunia lain.

Y/n tersentak, tersadar dari lamunannya yang menakutnya. Lama dia menatap Haewon yang memandangnya cemas.

"Aku... kurang enak badan saja. Mungkin aku pulang terlalu malam, jadi kedinginan."

Mata Haewon menyipit, agak tidak mempercayai omongan Y/n yang asal menjawab saja.

Tapi melihat Y/n yang menunjukan sikap ingin menyembunyikan apa yang terjadi padanya. Haewon jadi tidak bertanya lebih lanjut. Tak ingin membuat Y/n lebih frustasi karena didesak terus oleh rasa curiga dari temannya.

Yang terpenting, Y/n masih di sini bersamanya.

"Mau makan bubur? Biar aku buatkan."

Y/n mengangguk kecil. "Terimakasih."

Haewon beranjak dari lantai yang didudukinya. Dia menunjuk ponsel Y/n yang berada di depan Y/n dan sejak tadi menunculkan notifikasi pesan masuk. Namun yang tak kunjung disadari walau pandangannya tadi terus tertuju ke ponsel.

"Ada pesan masuk dari Hanbin."

"O-oh, iya."

Y/n baru mengambil ponselnya selepas Haewon meninggalkannya di ruang tengah.

[Hanbin : Aku baru sampai rumah]

[Hanbin : Kau sudah tidur ya? Yasudah, istirahat yang banyak ya]

[Hanbin : Sampai bertemu weekend nanti]

Y/n memejamkan matanya, mengetuk ponsel itu ke kepalanya beberapa kali dengan mengigit bibir bawahnya, menyiratkan kecemasan pada lelaki yang tadi menjadi pembahasan antara dirinya dan Jeno.

"Semuanya akan baik-baik saja," lirihnya guna menghibur diri.

Hanbin bilang sekarang dirinya sudah ikut bersama ayahnya. Di mana Y/n tau siapa ayah dari lelaki itu.

Tak mungkin ayah Hanbin membiarkan anaknya menjadi bulan-bulanan anak lain sampai membuat Hanbin berada di ambang kematian. Apa lagi Hanbin bukan tipikal orang bodoh.

Iya, semuanya akan baik-baik saja.

Tak perlu ada yang dicemaskan. Bahkan tak perlu menanggapi serius ancaman pelaku pemerkosaannya.

|||

Bondage

Venuskinsa Fanfiction 2024

| Jaemin x Y/n x Renjun x Jeno|

Genre : Romance, Angst, Tragedy.

MATURE CONTENT-YOU HAVE BEEN WARNED!

MATURE CONTENT-YOU HAVE BEEN WARNED!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bondage » Dark Side SeriesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang