31.

351 44 1
                                        

                "Bagimana kau bisa membunuh Renjun?"

Gyuvin mendengus, dia melonggarkan dasinya. Pandangannya tertuju keluar jendela ruang kantor Jeno. "Itu pertanyaan yang sama seperti yang Y/n tanyakan padaku."

"Kau melakukan itu tanpa bicara lebih dulu padaku. Aku tiba-tiba saja mendapatkan kabar perihal kematian Renjun."

"Seperti yang kau lihat diberita, dia mati karena menjadi korban bom bunuh diri," Gyuvin mengedikan bahu, "tidak ada yang perlu dipusingkan di sini. Kau tinggal terima beres. Aku yang akan urus semuanya. Kau hanya perlu membayarku dengan sahammu."

Rencana Gyuvin sangat mulus. Malah terlalu mulus bagi Jeno seakan tidak akan celah.

Entah karena pria itu amat cerdik menggunakan sisi liciknya. Atau nyatanya Jeno yang menjadi salah satu bahan permainan Gyuvin.

Ini bisa jadi pedang bermata dua. Bisa saja dirinya tertusuk kemudian mati sebagai pecundang di tangan bocah yang kakaknya amat bernafsu ingin Jeno bunuh.

Gyuvin mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Ponsel yang sebelumnya tidak pernah Jeno lihat.

"Ponsel ini terhubung langsung dengan ponsel Y/n. Apa pun pesan, panggilan masuk dan segala hal yang Y/n lakukan dengan ponselnya. Aku bisa tau, dan dia tidak menyadari itu."

Gyuvin mengeluarkan ponselnya yang lain. Dia membuka galeri, dan di sana terdapat screenshoot roomchat dengan Renjun.

Jeno membacanya.

Renjun mengirimkan bukti mengenai pembunuhan Hanbin dan berkata jika pembunuhan ini ada campur tangan Gyuvin.

"Aku menghapus pesan ini sebelum Y/n membacanya."

Jeno menaikan sebelahnya. Gyuvin sudah mengenalnya, mereka bekerja sama dalam waktu lama. Hal seperti ini, bukan sesuatu yang penting bagi Jeno asalkan manusia yang menjadi targetnya telah mati.

"Untuk apa kau memberitahuku ini?"

Gyuvin baru menoleh ke Jeno. Wajahnya datar, menatap tanpa berkedip. "Belum lama ini kau berbicara dengan Y/n 'kan? Apa yang kau bicarakan dengannya? Tidak biasanya kau tidak langsung memberitahuku."

Jeno mendengus, sudut bibir pria itu terangkat. Dan menunjuk Gyuvin. "Kau kira siapa dirimu? Kau bahkan masih membutuhkan uang dariku."

"Aku hanya bertanya."

Jemari Jeno bertaut di atas meja. "Hanya pembicaraan kecil yang berhubungan dengan aku dan Y/n."

Ucapan tanpa arti yang jelas. Masa bodoh. Sebaik apa pun alasan Jeno, pasti Gyuvin tidak akan percaya padanya juga.

"Oke."

Pria itu mengakhirnya dengan mudah. Tidak ada pertanyaan lebih mendalam dengan sorot mengintimidasi.

Gyuvin beranjak dari kursi yang dia duduki. Tanpa ucapan pamit, dia hendak keluar dari ruangan kerja Jeno.

Pintu dibuka olehnya. Tepat ketika itu, Gyuvin baru bersuara kembali. Bukan untuk ucapan pamit.

"Aku tidak peduli kau ingin memberitahu Y/n tentang fakta kematian kakakku atau tidak." Gyuvin menunjukan sisi wajahnya, pria itu menunjukan seringainya. "Toh itu bukan sesuatu yang penting bagi Y/n."

|||

Bondage

Venuskinsa Fanfiction 2024

| Jaemin x Y/n x Renjun x Jeno|

Genre : Romance, Angst, Tragedy.

Bondage » Dark Side SeriesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang