Seorang wanita dengan penampilan berantakan duduk di salah satu kursi depan minimarket, dengan pandangan kosong yang melihat kendaraan lewat. Meja di dekatnya terdapat kaleng beer kosong yang berserakan.
Sesekali bibir wanita tampak menyenandungkan sebuah lagu, yang didengarnya seorang diri melalui airpods yang terpasang di telinga kanan.
"Apa dia sedang ada masalah dengan Renjun dan Jaemin? Beberapa hari ini, dua orang itu tidak berkeliaran di sekitar Y/n."
Jeno menopang dagu pada kemudi mobil yang sejak 2 jam lalu, diam di tempat yang sama.
Semisal dirinya tak melirik jam tangannya pun, dia tidak akan tau sudah cukup lama duduk diam di tempat hanya untuk melihat satu objek yang sama.
Bahkan karena terus memperhatikan wanita itu. Tanpa sadar jadi hapal beberapa jeda waktu untuk Y/n menghabiskan satu kaleng beer, dan ini sudah kaleng yang keempat tapi wanita itu tak menunjukan tanda-tanda telah mabuk.
Mendengar ponselnya berbunyi notifikasi. Jeno mengambil ponselnya yang berada di kursi sampingnya.
Jeno mengernyit melihat notifikasi Y/n membuat stories di Instagram pribadinya setelah sekian lama.
Begitu mengklik notifikasi tersebut. Dia langsung terkekeh pelan. Y/n memposting foto mobilnya.
Hebat juga wanita itu, padahal Jeno tidak menguntitnya terang-terangan, serta memakai mobil yang belum lama ini dibelinya.
Sudah terlanjur. Lebih baik menunjukan diri langsung 'kan?
Menyemprotkan parfume lebih dulu, baru Jeno keluar dari mobilnya. Dan Y/n langsung menoleh ke arahnya.
Pria itu tersenyum, tidak tau diri sama sekali, seakan kehadirannya adalah hal yang paling ditunggu oleh wanita itu.
"Ini pertama kalinya aku melihatmu seorang diri dalam jangka waktu yang cukup lama," Jeno menarik kursi dari meja lain, untuk duduk di dekat Y/n, "biasanya ada Jaemin atau Renjun."
"Sengaja," Y/n meneguk kembali kaleng beer yang masih tersisa, "kau 'kan sedang mencari kesempatan untuk bisa berdua denganku, kukabulkan sekarang. Karena aku sudah muak melihatmu mengikutiku terus."
Ucapan sarkas itu menghasilkan gelak tawa dari Jeno. "Wah, sebuah kehormatan untukku karena bisa masuk dicelah pikiranmu."
"Padahal kau tau betul selama 10 tahun aku memikirkan mu."
Y/n tidak segan menunjukan obsesi balas dendamnya pada Jeno. Sedangkan sang pria juga tak menunjukan ketakutkan akan hal itu.
Terukir seringai di wajah tampannya. Jeno menyisir helaian rambutnya menggunakan jemari. "Aku juga. Bahkan aku berani jamin, aku yang lebih banyak memikirkan mu, dari pada kau memikirkanku."
"Pria memang makhluk yang mudah sekali ditebak ya. Kau, Jaemin dan Renjun, padahal tau kalau aku sangat membenci kalian dan aku sangat bernafsu membalaskan dendam pada kalian. Tapi kalian masih juga menyukaiku?"
Kali ini Y/n yang mendengus geli.
"Kau bisa mati kalau kau masih mencintaiku. Tak akan ada timbal dariku, untuk siapa pun pemenangnya nanti. Aku hanya mempermainkan kalian."
"Dan aku ingin membuatmu terjebak dalam permainan yang kau buat itu."
Jeno mengambil kaleng beer yang baru di minum Y/n, menempatkan bibirnya agak lama di bagian Y/n meminumnya seolah sedang merasakan bibir wanita itu secara tak langsung. Baru dia meneguk sisa beer sampai habis.
"Gyuvin sudah memberitauku banyak hal. Tentu aku lebih unggul dari Renjun atau Jaemin."
|||
KAMU SEDANG MEMBACA
Bondage » Dark Side Series
FanfictionDark Side Series WARNING! Rating 24+ Rape, Mature, Angst 🚫Not Children *** 10 tahun sudah berlalu sejak hari di mana dirinya menjadi korban pemerkosaan oleh tiga lelaki yang bahkan tidak begitu dikenalnya. Karena strata sosial yang tinggi. Ketigany...
