Dark Side Series
WARNING! Rating 24+
Rape, Mature, Angst
🚫Not Children
***
10 tahun sudah berlalu sejak hari di mana dirinya menjadi korban pemerkosaan oleh tiga lelaki yang bahkan tidak begitu dikenalnya.
Karena strata sosial yang tinggi. Ketigany...
Jaemin dibuat gelisah karena layar ponselnya hanya menunjukan tulisan berdering saja. Ini sudah masuk jam istirahat, jadi apa yang membuat kekasihnya itu sama sekali tidak mengangkat teleponnya, apa lagi mengiyakan ajakannya untuk makan siang bersama?
Ini seharusnya tak menjadi hal besar, jika seandainya Jaemin tidak melecak keberadaan Y/n, yang menunjukan wanita itu tengah berada di kantor Renjun.
Kau kasihan sekali ya. Mirip dengan ibumu yang gila.
"Argh! Sialan!"
Jaemin mengacak kasar rambutnya, melempar ponselnya ke kursi di sampingnya.
"Putar arah. Aku tidak mau langsung ke kantor. Aku ingin menemui kekasihku dulu," ujarnya pada supir.
Semakin dirinya berusaha mengenyahkan celaan Jeno. Semakin ucapan si brengsek itu mempengaruhi pikirannya.
Hubungan pernikahan yang tidak ada keharmonisan di dalamnya.
Dulu sempat menyumpahi ibunya yang bodoh karena memaksa menikah dengan ayahnya meski ayahnya tak memiliki perasaan yang sama terhadap ibunya.
Hanya manusia tidak berotak yang tetap mempertahankan hubungan meski diselingkuhi berkali-kali dan bahkan mendapatkan kekerasan.
Hubungan yang tidak ada bagus-bagusnya sama sekali untuk dipertahankan.
Tapi tetap saja Tuan Na tak belajar dari kehancuran keluarganya sendiri.
Janji untuk memutuskan rantai tak kasat mata yang membawanya pada kesengsaraan itu, hanya bertahan di ujung lidah saja.
Lingkaran setan memang amat sulit dilepas belenggunya.
Dan pada akhirnya, dia sendiri yang dengan suka rela berlari di lingkaran tersebut.
|||
Bondage
Venuskinsa Fanfiction 2024
| Jaemin x Y/n x Renjun x Jeno|
Genre : Romance, Angst, Tragedy.
MATURE CONTENT-YOU HAVE BEEN WARNED!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Y/n menarik dasi Renjun, sehingga pria itu semakin mendekatinya. Dirinya tengah duduk di meja besar yang ada di ruangan meeting ini, dengan kaki yang terbuka sedikit saat tak ada lagi jarak antara dirinya dengan Renjun.
Mana bisa pria itu menahan nafsunya kala dipancing separah ini.
Renjun memeluknya, sesekali menciumi leher Y/n yang tak tertutupi rambut. "Sudah kubilang untuk matikan CCTV di ruang meeting."