Haewon melepaskan jas putihnya, dia menggantungnya di sandaran kursi sebelum ke rak buku untuk mengambil data pasien yang ditanganinya.
Pintu ruangan lupa ditutup kembali, sehingga tidak menyadari seseorang telah masuk.
Saat mendengar suara gelas yang beradu di atas meja, Haewon baru menoleh ke belakang, memastikan siapa yang datang.
"Oh? Yiren, ku kira Yushi."
Yiren menarik kursi, mencari posisi duduk di dekat Haewon. "Aku buatkan teh untukmu. Sepertinya belakangan ini kau sangat lelah." Yiren menunjuk bawah matanya, sebagai isyarat dirinya memperhatikan kantung mata Haewon yang menggelap.
Haewon menghela napas panjang. "Belakangan ini aku memang tidur larut terus, sih."
Yiren menyandarkan punggung di sandaran kursi, dia melipat tangan di depan dada. "Apa karena Y/n yang mengganggumu terus? Calon suaminya 'kan meninggal beberapa hari lalu."
Mendengar itu, seperkian detik gerakan tangan Haewon yang tengah memilah dokumen terhenti.
"Tidak, kok."
Secara garis besar, memang ini karena temannya. Tapi bukan untuk perihal itu.
Dan Haewon juga tidak ingin bicara terbuka pada Yiren yang notabene dia pun tau. Yiren menyukai Jeno. Salah satu pelaku pemerkosaan terhadap Y/n.
"Kau tau belakangan ini aku memang banyak kerjaan." Haewon menaruh dokumen yang dicarinya di atas meja.
Dia beralasan, sebisa mungkin menghindari kontak mata dengan Yiren.
"Aku mendengar obrolanmu dengan Yushi tempo lalu. Tentang Y/n."
Arah pembicaraan yang Haewon mengerti.
Rupanya Yiren ingin mengulik lebih jauh mengenai Y/n.
Haewon mendengus. Dia ingin mengubah haluan pembicaraan ini. "Perihal Y/n yang bisa melihat hantu? Kau percaya omongan Yushi? Hiraukan saja omongan Yushi."
"Menurutku jauh dari pada itu."
Haewon menelan ludah. Napasnya memelan, guna memutar otak.
Oh.
Tentu saja Yiren ingin tau lebih menyeluruh mengenai Y/n.
Dua orang pria yang menjadi pelaku pemerkosaan Y/n belasan tahun lalu telah mati. Dengan cara yang terkesan diburu-burui serta tidak masuk akal.
Takdir tidak mungkin berjalan serapih itu demi menyuarakan keadilan bagi korban.
Pasti ada campur tangan korban yang menuntut membalaskan dendamnya sendiri.
"Kau itu sebenarnya menyadari dan memilih tutup mata 'kan tentang temanmu yang Skizofrenia itu 'kan?"
Mendengar itu Haewon langsung menoleh, memilih untuk tidak membuang muka lagi terhadap Yiren. "Kau punya profesi yang sama denganku. Seharusnya kau tau tidak segampang itu menyebut orang memiliki ganguan mental yang serius itu."
Yiren tidak mengubrisnya. Dia bersikeras pada pendapatnya sendiri.
"Y/n itu korban pemerkosaan, tak lama setelah pelaku ingin diadili, kedua orangtuanya mati, begitu juga dengan Hanbin yang notabenenya adalah orang yang disukai Y/n. Hilang bertahun-tahun, dia dekat dengan ketiga pelaku itu seolah tidak pernah terjadi apa pun di masa lalu antara mereka. Dan belum ada setahun dia kembali, kedua pelaku mati dalam jarak waktu yang dekat."
Pegangan Haewon pada gelas yang genggamnya menguat. "Kau menuduh Y/n melakukan itu semua padahal kau tau Renjun dan Jaemin mati karena kecelakaan? Tidak bisa kau berpikir baik sedikit, barang kali ini balasan dari Tuhan."
KAMU SEDANG MEMBACA
Bondage » Dark Side Series
FanfictionDark Side Series WARNING! Rating 24+ Rape, Mature, Angst 🚫Not Children *** 10 tahun sudah berlalu sejak hari di mana dirinya menjadi korban pemerkosaan oleh tiga lelaki yang bahkan tidak begitu dikenalnya. Karena strata sosial yang tinggi. Ketigany...
