Sebuah SSD usang tergeletak di meja kerja Jaemin. Benda yang dirinya 'curi' dengan harga fantastis karena menyimpan sebuah rekaman lama menyangkut orang yang ingin kekasihnya cari.
Masih meraba-raba tanda tanya perihal untuk apa Y/n ingin mengetahui tampang dari orang yang membunuh Hanbin. Padahal wanita itu tau dalang dibalik kematian Hanbin adalah Jaemin, Renjun dan Jeno.
Sementara si pembunuh hanya melakukan atas dasar uang.
Mengenyampingkan cinta yang membuatnya bodoh namun masih ingin dirinya nikmati itu. Jaemin merasa dapat menerka permintaan Y/n, menyimpan sesuatu yang sengaja baru wanita itu sampaikan untuk di jadikan bom waktu.
Hanya tinggal bagaimana dirinya. Lebih cerdik untuk melemparkan peledak itu ke lawannya.
"Kau sudah berikan uang yang sekretaris Renjun mau?"
Sang sekretaris menjawab dengan memberikan tampilan tablet yang menunjukan bukti transfer.
"Sedikit sekali. Aku kira dia akan minta harga yang jauh lebiih mahal karena menggadaikan nyawanya untuk mengambil SSD milik Renjun."
Jaemin duduk di kursi kerjanya. "Tunda meeting sebentar. Nanti aku hubungi lagi setelah urusanku selesai."
Sekretarisnya mengangguk, permisi untuk keluar dari ruangan.
Jaemin mengambil SSD tersebut untuk langsung memutar rekaman 10 tahun lalu itu.
Agak merepotkan memasang SSD itu di komputer kerjanya, memakan waktu lama sampai dirinya bisa menggunakan benda untuk menyimpan data tersebut.
Begitu komputernya dinyalakan kembali. Jaemin segera mencari video CCTV saat pembunuhan Hanbin terjadi, dengan membuka semua folder yang ada.
Sampai dirinya menemukan file video yang bertuliskan tahun di mana Hanbin mati.
"Renjun pernah bilang dia yang akan menyewa si pembunuh," gumam Jaemin, "seharusnya pembunuh itu orang yang mengenal Renjun. Mungkin dia menyimpan ini karena untuk melindungi identitas pembunuh."
Jaemin mulai berspekulasi sendiri saat rekaman tersebut baru diputar.
CCTV ini mengambil sudut ke arah halte di mana sebuah mobil hitam menurunkan Hanbin di sana.
Hanbin mengambil ponselnya, ingin menghubungi seseorang dengan satu tangannya yang lain terus menggenggam sebuah kotak kecil.
Jaemin mempercepat speed video sampai menunjukan di mana ada mobil hitam yang menepi di dekat Hanbin dan Hanbin terlihat amat waspada kala pengemudi tersebut turun dan membawa tongkat baseball.
Yang Jaemin yakini adalah pembunuh Hanbin.
Cukup berani, orang itu tidak memakai masker ataupun topi yang membuat wajahnya tidak kelihatan. Tapi Jaemin masih belum dapat melihat dengan jelas karena orang tersebut mengeyampingkan kamera CCTV.
Hanbin dipukul dengan tongkat yang dibawa tersebut, berkali-kali tapi tidak sampai mati. Terlihat Hanbin yang mengeluarkan darah dari mulutnya, dalam keadaan yang sudah tidak melawan itu. Pembunuh tersebut menarik Hanbin ke tengah jalan dengan memukul lebih kuat ke kaki Hanbin agar tidak bisa berlari. Lalu, orang itu kembali ke mobilnya.
"Wajahnya terlihat jelas!"
Jaemin memutar ulang rekaman saat orang itu menarik Hanbin. Jaemin mengambil ponselnya untuk memotret layar komputernya yang memperlihatkan wajah pembunuh itu.
Rekaman kembali diputar.
Seperti yang sudah dirinya dirinya duga. Pembunuh itu menabrakan mobilnya ke Hanbin berulang kali sampai sudah yakin jika Hanbin mati.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bondage » Dark Side Series
FanfictionDark Side Series WARNING! Rating 24+ Rape, Mature, Angst 🚫Not Children *** 10 tahun sudah berlalu sejak hari di mana dirinya menjadi korban pemerkosaan oleh tiga lelaki yang bahkan tidak begitu dikenalnya. Karena strata sosial yang tinggi. Ketigany...
