Wanita itu sama sekali tidak bereaksi setelah mendengar penjelasan Jaemin. Awalnya mengira mungkin sebagian besar karena Renjun sudah memberitahunya.
Sampai Jaemin menjabarkan seluruh sudut pandangnya. Tidak ada yang berubah sama sekali dari raut datar yang amat sulit ditebak isi pikirannya itu.
Tidak perlu menerka-nerka. Jaemin yakin dengan dugaannya, sehingga tidak ragu baginya untuk menyampaikan. "Kau selama ini sudah tau semuanya?"
Hening.
Hanya helaan napas pelan yang keluar dari bibir kemerahan itu. Pertanyaan Jaemin dibalas oleh gelagat bermakna ambigu.
Gelas berisi milkshake coklat itu di taruh di atas meja. Tangan kanan menopang dagu. Iris mata jernih menatapnya tanpa ada intimidasi apa pun.
Dari tadi terus diam. Sekalinya bibir itu terbuka. Malah keluar pembicaraan lain yang amat melenceng dari topic yang Jaemin bahas.
"Apa kau benar-benar menyukaiku?"
Jaemin berdecak. Mengacak rambutnya sendiri frustasi. "Apa menurutmu itu pertanyaan yang harus ditanya saat ini, Y/n?"
Sungguh.
Seandainya wanita di hadapannya bertanya hingga seribu kali pun, Jaemin tidak akan bosan untuk memberikan jawaban yang sama jika situasinya tidak seburuk ini.
Y/n terkekeh. Meski tidak ada yang lucu dengan jawaban yang Jaemin berikan.
Imajinasi liar Jaemin menguasai pikirannya. Berteman dengan Haewon, sepertinya wanita itu jadi bahan penelitian Haewon untuk membentuk seseorang menjadi bipolar.
"Jaemin."
Y/n memanggilnya dengan suara yang lembut.
Kedua tangannya terlipat diatas meja. Senyum kecil ditunjukan saat berbicara hal yang entah kenapa bisa-bisanya terlintas di pikiran Y/n, di saat seperti ini.
"Seandainya aku bertemu denganmu lebih dulu dari pada Hanbin. Mungkin kau bisa jadi orang yang kucinta hingga detik ini."
Jaemin mengerutkan kening.
Arah pembicaraan ini sebenarnya mau dibawa ke mana?
"Kau tau tentang dunia paralel? Belakangan ini aku tertarik dengan itu. Sepertinya, aku di dunia itu tengah berbahagia sehingga aku yang di sini mendapatkan yang sebaliknya."
Jaemin menghembuskan napas panjang. "Kau mulai melantur Y/n."
Y/n tidak mendengarkan keluhan Jaemin. Dia terus tenggelam pada fantasi tak bermutunya sendiri.
"Mungkin di sana Hanbin masih hidup. Mungkin aku juga masih bersama orangtuaku."
Pintu café terbuka. Semilir angin menyelinap masuk mengenai rambut panjang wanita itu yang terurai.
"Mungkin juga, di sana aku jadi kekasihmu." Y/n beranjak dari kursinya.
"Kau mau ke-!"
Jaemin sudah ingin bersuara menanyakan wanita itu ingin pergi ke mana.
Sampai Y/n membungkamnya dengan mencondongkan tubuh, menangkup wajah Jaemin dan memberikan ciuman tipis tepat di bibir.
Kata-kata dengan suara lembut yang indah itu, terus terngiang di telinga Jaemin.
"Terimakasih sudah mencintaiku, Na Jaemin."
|||
Bondage
Venuskinsa Fanfiction 2024
| Jaemin x Y/n x Renjun x Jeno|
KAMU SEDANG MEMBACA
Bondage » Dark Side Series
Hayran KurguDark Side Series WARNING! Rating 24+ Rape, Mature, Angst 🚫Not Children *** 10 tahun sudah berlalu sejak hari di mana dirinya menjadi korban pemerkosaan oleh tiga lelaki yang bahkan tidak begitu dikenalnya. Karena strata sosial yang tinggi. Ketigany...
