37

326 30 14
                                        

                "Kau cantik."

Y/n bersemu merah mendengar pujian itu.

Dia memegang pipinya yang terasa memanas. Kemudian menyadari wajahnya yang sudah terpolesi makeup, langsung tersentak takut tangannya merusak hiasan wajahnya.

Lelaki di belakangnya terkekeh geli melihat tingkahnya.

Di atas kepala Y/n sudah terdapat vail yang nantinya akan menutupi wajahnya sampai acara pemberkatan selesai.

Namun, lelaki itu tetap menaruh kedua tangannya dia atas kepalanya, menumpukan kepalanya di pucuk kepala Y/n.

Y/n tidak mempermasalahkannya.

"Kau terlihat senang sekali ingin menikah dengan adikku hari ini."

Toh tidak akan ada yang berbeda dari penampilannya juga. Sebagaimana pun lelaki itu memberikan sentuhan pada Y/n.

"Bukan."

Hanbin terlihat mengeryit di pantulan kaca besar depan Y/n. "Apa karena aku memujimu terus sejak tadi? Kau 'kan paling senang mendengarnya."

"Itu salah satunya, sih."

Y/n berdiri dari posisi duduknya, dia memutar badan untuk menatap Hanbin.

"Lalu alasan lainnya?"

"Tidak ada yang paling kau sayangi selain adikmu 'kan?"

Jemari dengan bridal wedding glove itu terulur, menyentuh wajah Hanbin yang tidak dapat terasa oleh indera perabanya. Jika ada orang lain di sini, pasti hanya akan melihat tangan wanita itu tergantung di udara.

"Aku akan membuat Gyuvin bertemu denganmu lagi."

Hanbin seakan menggenggam tangan Y/n yang terlihat menyentuh wajahnya. Meski yang Y/n rasakan hanya kehampaan semu.

"Apa selanjutnya aku akan bertemu denganmu?"

Y/n mengedikkan bahu. "Semisal kontrakku di dunia ini telah selesai. Aku akan segera bersamamu."

Lelaki itu menunduk sesaat. Tersirat guratan lega yang Y/n tidak mengerti kenapa, sampai lelaki itu mengucapkan, "syukurlah. Dari kata-katamu, kau tidak akan mengakhiri hidupmu hanya untuk bertemu denganku 'kan?"

Y/n terdiam. Otaknya menimbang jawaban yang akan terlontar dari bibirnya. Perihal hidup dan mati, dia masih bingung menentukannya.

Entah membiarkan malaikat maut yang mencabut nyawanya kelak.

"Semoga saja... tidak."

Atau dirinya ikut andil meringankan pekerjaan malaikat maut dengan mengambil nyawanya sendiri.

Tok! Tok! Tok!

Pintu diketuk beberapa kali, seseorang yang mengetuk itu tidak akan bisa masuk. Y/n sengaja menguncinya setelah memastikan tidak ada kamera tersembunyi di tempat ini.

Alasan sederhana, yang cukup bisa menjadi pemicu butterfly effect. Jaga-jaga seandainya nanti ada yang masuk dan melihatnya berbicara dengan sosok Hanbin yang hanya mampu dilihat oleh Y/n.

"Apa itu Haewon?"

"Aku tidak mengundang Haewon di hari pernikahanku." Y/n mengambil bucket bunga yang tergeletak di atas meja, yang akan dibawanya menuju altar, "sepertinya itu orang dari wedding organizer."

Y/n berjalan menuju ke arah pintu dengan membawa bucket bunga, sedangkan Hanbin berjalan di sebelahnya.

Baju pernikahan, dengan lelaki impian yang hanya ada di khayalannya.

Bondage » Dark Side SeriesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang