26

562 53 12
                                        

                Bibir sewarna peach itu terbuka sedikit, menyenandungkan melodi tanpa lirik.

Rambut basahnya terurai, dia keringkan menggunakan hairdryer. Wangi musk menguar dari tubuh polosnya yang hanya berbalut bathrobe.

Kaca rias itu membiaskan bayangan dirinya yang baru habis mandi beberapa saat lalu.

Kemudian, saat suara shower kamar mandi tidak lagi terdengar. Kaca tersebut pun memantulkan bayangan seorang pria yang baru keluar dari kamar mandi dengan hanya melilitkan handuk di pinggang.

"Mau kubantu keringkan rambutmu?"

Renjun mendekatinya, mengambil alih hairdryer yang dipegang Y/n.

"Tidak usah. Agak lembab begini lebih membangun suasana."

Renjun tersenyum tipis, mengerti arah pembicaraan si wanita.

Y/n berdiri dan membalikan tubuh menghadap Renjun, dia memeluk pria itu. "Kali ini Jaemin tidak akan mengganggu," bisiknya, "ponsel sudah kutinggalkan di apartemen Haewon, dia tidak akan tau aku ada di sini."

Renjun mengalungkan lengannya pada pinggang ramping Y/n, dia membawa wanita itu ke ranjangnya yang masih rapih karena belum mereka sentuh.

Renjun membaringkan tubuhnya dengan Y/n yang berada di atasnya.

Jemari pria itu menyelipkan helaian rambut panjang Y/n ke belakang telinga.

Visual yang mempesona.

Gadis yang dulu menjadi pusat perhatiannya semasa sekolah, yang sekarang tak pernah dia sangka berada dalam rengkuhannya meski belum bisa dia gapai sepenuhnya.

Sayangnya, status sebagai selingkuhan ini sungguh merendahkannya.

Terlibat di dalam sangkar kedua orangtua yang tidak bisa menciptakan kata harmonis dalam hidupnya. Sebab dua manusia yang tak pantas disebut orangtua itu sama-sama memiliki pasangan idaman lain. Membuat Renjun terjebak dalam keluarga yang hanya sebatas tinggal dalam atap yang sama.

Tumbuh dengan melihat perselingkuhan kedua orangtuanya.

Demi apa pun dia bersumpah untuk tidak menyentuh kata tersebut dalam hal apa pun. Baik menjadi korban, apa lagi pelaku.

Tapi wanita ini...

"Ada yang ingin aku tanyakan. Dan aku ingin kau langsung menjawabnya."

...adalah sesuatu yang sangat ingin dia miliki. Sekali pun wanita ini sudah dimiliki pria lain juga.

Kini dirinya malah termakan makian yang selalu dilayangkan ke selingkuhan orangtuanya.

Ternyata di dunia ini, tidak ada sesuatu yang menjijikan namun nikmat, selain menjilat liur sendiri.

"Tanyakan saja, sayang."

Jemari pria itu membuka tali bathrobe milik Y/n, diusapnya pelan punggung telanjang wanita yang ada di atasnya ini.

"Kalian –ah, maksudku kau, Jeno dan Jaemin. Tidak mungkin membunuh Hanbin dengan tangan kalian sendiri 'kan?"

Renjun mendengus geli. Dia menarik tengkuk Y/n untuk bisa mencium sekilas bibir wanita itu. "Kenapa jadi membahas Hanbin? Kau ingin membunuhku sekarang karena teringat aku adalah salah satu orang yang terlibat dalam pembunuhan Hanbin?"

Y/n menempatkan wajahnya pada perpotongan leher pria itu, sehingga dirinya tak perlu menunjukan wajah penuh nafsu pura-puranya itu. Dia pun berbisik, "aku hanya ingin tau. Kau hanya perlu menjawabnya saja."

Renjun menuruti. "Iya, kami menggunakan pembunuh bayaran untuk membunuh lelaki yang kau cintai itu."

"Di mana orang yang membunuh Hanbin itu?"

Bondage » Dark Side SeriesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang