17.

642 67 10
                                        

                Tertangkap sedikit guratan kecemasan dari wajah Jaemin, meski yang duduk di depannya adalah wanita yang menjadi incaran mereka.

Perasaan mengganjal mengenai sesuatu yang belum tentu menjadi miliknya itu akan direbut orang lain. Pasti menimbulkan gejolak tidak tenang yang ingin dia enyahkan. Mulai dari sumber permasalahan yang baru datang.

Lee Jeno.

Biarkan Jaemin tenggelam dalam spekulasinya sendiri dengan memusatkan Jeno sebagai ancaman pertamanya.

Atas sebuah bucket bunga dengan nama pengirim Lee Jeno yang sebenarnya, Renjun lah pengirimnya.

Renjun melipat tangan di depan dada. Menggunakan telunjuk kanannya, dia membenarkan letak kacamatanya agar nampak jelas sosok Y/n yang tengah terlibat dalam sebuah pembicaraan dengan Na Jaemin.

Punggungnya disandarkan pada sandaran mobil. Dahinya mengernyit serius kala waitress yang dibayarnya itu mulai mengantarkan makanan pada meja Jaemin dan Y/n.

Mendengarkan baik-baik sedikit obrolan keduanya yang tertangkap dari mic kecil yang tersambung langsung pada earphone ditelinga Renjun.

"Apa kau ada kegiatan setelah pulang?"

Suara Jaemin mulai terdengar.

Y/n menggeleng pelan dan dirinya menyahut, "ada, sih. Tapi tidak akan lama. Kenapa?"

"Datang ke rumahku malam ini."

"Untuk menghangatkan ranjangmu lagi?"

Renjun mengerang marah mendengar penuturan Y/n terhadap Jaemin. Setelahnya, dia tidak bisa mendengar obrolan keduanya lagi. Waitress tersebut telah pergi.

Lagi, katanya?

Memang sudah berapa kali mereka berdua melakukannya sejak Y/n datang kembali ke hidup mereka?

Sialan.

"Argh! Brengsek!"

Renjun memukul setir kemudinya. Dia mengacak kasar rambutnya. Menumpukan kepala dengan kedua tangan untuk berpikiran dingin.

Jangan tersulut emosi dulu. Pikirkanlah menggunakan logika, abaikan dulu perasaan yang tak ada gunanya.

Jangan gegabah.

Y/n tidak mungkin mau melakukannya secara cuma-cuma dengan Jaemin atas dasar nafsu apa lagi cinta.

Sebagai salah satu orang yang terlibat atas pemerkosaan Y/n dan kematian orang yang paling Y/n cintai, Sung Hanbin.

Renjun tau kedatangan wanita itu kembali hanya untung meghadirkan hukuman bagi mereka lewat diri wanita itu sendiri.

Renjun mendongakan kepalanya.

Memperhatian pandangan Y/n dan Jaemin yang tengah beradu. Sinar dingin yang menusuk jiwa saling berkilat membalas.

Arena pertumpahan darah telah wanita itu buka.

Dengan memasuki Jaemin terlebih dulu sebagai salah satu lawannya.

Jaemin pun menyadarinya.

Itu berarti, hanya tinggal menunggu giliran baginya.

Dan dirinya, ingin menginjak tanah penuh ranjau terlebih dulu. Sebelum sang pemilik permainan mengijinkannya memasuki arena tersebut.

Renjun mengambil ponselnya. Mencari sebuah kontak seseorang untuk dirinya hubungi,

"Halo, Gyuvin."

|||

Bondage

Bondage » Dark Side SeriesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang